Negara Jepang memang memiliki angka kejahatan yang rendah dibanding negara lain, tapi bukan berarti tidak ada kejahatan sama sekali, dan disitu suka terjadi tingkah pelecehan. Dan bentuk pelecehannya juga bisa… tak biasa, contohnya pelecehan Butsukari Otoko. Dan kali ini ada lagi bentuk pelecehan yang bisa terbilang tak biasa, dimana sebuah buku dijadikan alat untuk sekuhara staff wanita toko buku.

Buku tersebut adalah sebuah autobiografi yang menceritakan ibu rumah tangga yang tak diberikan namanya, tapi ia menulis dengan pen name Kodama, mendeskripsikan hubungan pasangan suami istri yang tidak memiliki intimasi. Buku tersebut juga populer, sampai mendapatkan adaptasi manga(NSFW).

Mungkin ada yang berpikir kalau yang dipakai untuk melecehkan adalah fisik bukunya, tapi bukan. Yang dijadikan alat pelecehan dari buku itu, adalah judulnya, yaitu “Otto no Chinpo ga Hairanai” yang berarti Penis Suamiku Tidak mau Masuk.

Ya, itu benar judul bukunya. Kodama sang penulis mengatakan kalau kata-katanya memang menyulitkan, tapi ia memutuskan untuk memakainya karena Chinpo atau Penis adalah tema utama dari buku tersebut.

Lalu bagaimana caranya judul buku itu dipakai untuk melecehkan staff wanita toko buku yang menjual buku tersebut? Dengan membuat mereka mengatakan judul bukunya, menurut seorang novelis bernama Hayashi Mariko.

Dikatakan kalau kadang ada pria yang suka menghubungi toko buku dan berkali-kali menanyakan buku tersebut kepada staff wanita muda, dengan harapan wanita tersebut kemudian mengatakan judul buku itu keras-keras.

Ini sesuatu yang agak menyulitkan untuk ditangani, karena menanyakan judul buku bisa dianggap suatu hal yang biasa, belum lagi orang Jepang umumnya bersikap pasif. Tapi ada cara yang mungkin bisa dipakai, menurut pengacara bernama Terabayashi Chie.

Karena menelepon terus-terusan bisa mengganggu pekerjaan staff toko, ada hukum mengenai hal tersebut, yang bisa membuat sang penelepon kena denda 3 tahun penjara atau bayar denda sebesar 500.000 Yen. Walau cara ini agak sulit digunakan karena memberi kejelasan soal produk adalah bagian pekerjaan staff juga, jadi masih ada ruang untuk bergerak bebas.

Comments