Buka Jasa Hapus Mosaic JAV Berujung Diciduk

0
74

JAV menjadi salah satu sumber porno paling terkenal saat ini di internet, apalagi dengan popularitas JAV pada tempat macam PornHub. Tapi meski populer bukan berarti tak ada kekurangan, dengan salah satu candaan viral dari JAV adalah pemakaian censor mosaic dimana-mana. Dan bicara soal hal tersebut, ada kabar menarik terhubung dengan censor itu, dengan seorang pria di Jepang jadi ditangkap polisi karena buka jasa hapus mosaic JAV.

Yup, dikabarkan kalau seorang pria berumur 43 tahun asal Takasago, Prefektur Hyogo, yang tidak dikatakan namanya kemarin-kemarin ditangkap oleh pihak kepolisian Prefektur Kyoto. Seperti yang dikatakan diawal, pria tersebut ditangkap karena melakukan jasa menghapus mosaic pada Japanese Adult Video, yang dikatakan telah dilakukannya selama 9 bulanan.

Jadi ia memiliki website dimana bagi mereka yang mau dapat memberikan request untuk video yang ingin dihilangkan censornya. Ia kemudian menghilangkannya dan merilis sample video itu dan menawarkan versi komplitnya untuk dijual. Dikatakan kalau ia telah menjual sampai 12.000 video dan meraup untung sampai 11 juta Yen.

Walau hal tersebut terkesan sederhana, tapi sebenarnya apa yang dilakukan pria tersebut terdengar canggih dan keren saat dijelaskan detailnya. Karena sebenarnya, censor mosaic yang dipasangkan pada JAV bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihilangkan begitu saja.

Censor yang terpasang pada Japanese Adult Video adalah bagian dari gambar dari video tersebut, dan tak dapat dilepas atau dihilangkan begitu saja. Tapi pria tersebut berhasil melakukannya, dengan bisa dibilang menggambarkan bagian alat privat yang ditutup mosaic diatas mosaic tersebut, dan caranya adalah… dengan bantuan A.I.

Ya, terasa agak keren sih, jadi ia memakai program yang dapat melakukan pembelajaran untuk memperjelas visual alat privat yang ditutup mosaic dan kemudian menindih visual yang lebih jelas itu diatas mosaic tersebut. Program tersebut sebelumnya digunakan untuk memperjelas video lama berkualitas rendah dan juga video kamera security yang tak jelas.

Tapi meski keren, pada akhirnya yang dilakukannya tak hanya melanggar undang-undang negara Jepang dimana penjualan JAV wajib ada censor mosaic, tapi juga melanggar undang-undang hak cipta karena JAV tersebut dijual lagi olehnya.