Anime Kimetsu no Yaiba dalam masa yang seru saat ini, dengan dimulainya langkah pertama menuju penayangan season barunya. Tapi meski popularitasnya begitu besar, bukan berarti semua akan senang pada anime tersebut. Dengan ada juga komplain yang dilontarkan pada anime itu, dan menariknya baru-baru ini dikabarkan kalau badan BPO memberikan respon akan protes kepada anime Kimetsu no Yaiba.

Anime Kimetsu no Yaiba berawal sebagai manga Shonen JUMP karya Gotouge Koyoharu yang dianimasikan oleh studio ufotable yang pertama tayang tahun 2019. Popularitas anime itu membuatnya dapat sequel berbentuk movie berjudul Mugen Train yang tayang tahun 2020.

Movie itu sangat sukses, membuat Kimetsu jadi salah satu seri animanga paling terkenal saat ini, dan kabar gembira diberikan dengan adanya anime season 2 yang mengadaptasikan bagian cerita Yuukaku-hen atau Intertainment District arc, yang akan tayang pada bulan Desember.

Tapi balik pada topik utama, baru-baru ini dikabarkan ada penonton TV memberi komentar berupa komplain pada BPO, yang merupakan badan pengawas konten TV di Jepang, akan sebuah anime. Mengatakan ada banyak adegan berdarah dan kekejaman disitu, membuat sang penonton tak nyaman karena adegan manusia dimakan, tangan dipotong, dan kekerasan lain.

Tak dikatakan judulnya, tapi dapat diduga kalau itu adalah anime Kimetsu, karena dikatakan itu adalah TV anime dengan movie yang terkenal. Hal itu lumayan jelas menjurus pada Mugen Train, yang memang ada adegan-adegan macam itu, dan saat ini movie itu juga sedang tayang ulang sebagai seri mini di TV sebagai pemanasan untuk anime Kimetsu S2.

Tapi menariknya, adalah BPO memberi respon akan komplain itu. Dan yang mantap adalah, mereka malah tidak menerimanya! Mengatakan kalau popularitas seri movie itu menunjukkan kalau kontennya dapat diterima, dan peringatan akan kontennya juga dapat dimengerti.

Ini bukan pertama kalinya BPO tidak menerima komplain penonton pada tontonan anime beradegan bahaya, dengan sebelum ini mereka juga melakukan hal serupa pada anime Goblin Slayer, dan juga menerbitkan komplain untuk mereka yang komplain akan tontonan anime larut malam.