Japanese Street Fashion masih terus digemari oleh banyak orang. Tak hanya di sepanjang harajuku yang memang menjadi pusatnya bagi pecinta fashion di Jepang. Style ini juga banyak diadopsi oleh pemuda-pemudi di belahan dunia lain. Street fashion di Jepang nggak hanya memumuat satu jenis style, banyak sekali sub-sub yang memiliki ciri unik dan terus dikembangkan oleh beberapa komunitas/kalangan. Misalnya yang pernah Akibanation bahas beberapa diantaranya ada Mori-Kei, Lolita-Kei, Ganguro, Decora dan Shironuri. Kali ini mimin akan bahas satu lagi nih. Style yang masuk kategori street fashion tetapi jarang disorot sebagai style karena berisi orang-orang “sedikit badung”.

Pernah dengar BOUSOUZOKU? Belum, oke, kalau gitu,…pernah dengar geng motor? Yes, di indonesi sendiri denger-denger ada geng dengan attitude meresahkan manusia. Kalau bisa bunuh orang baru dianggep anggota. Njer….itu mah lebih gila dari pada Yakuza. Nah, di jepang juga ada loh geng motor. Ya yang bakal kita bahas kali ini.

Bousouzoku (暴走族) secara harfiah bermakna ‘delinquent bikers’ atau geng motor anak nakal. Selain itu juga bisa mengacu pada sebuah style pecinta fashion jalanan jepang. Bousouzoku yang mengacu pada geng motor melejit sejak era 1980’an. Dimana umumnya terdiri dari gerombolan pemuda yang memiliki hobi memodifikasi sepeda motor. Seperti membisingkan suara knalpol dan merubah bentuk motor menjadi tidak lazim. Beberapa sumber mengatakan “they have their own rules” yang merujuk pada kurang lebih bahwa mereka sering berbuat onar dan susah dihentikan.

salah satu contoh motor yang sudah dimodifikasi
salah satu contoh motor yang sudah dimodifikasi

Namun sebenarnya mereka tidak melakukan kejahatan berat seperti perampokan atau kekacauan atas nama geng ya, bahkan tawuran pun hampir tak pernah. Hanya saja, karena memodifikasi sepeda motor di jepang adalah tindakan illegal, sehingga dengan menciptakan suara motor yang bising saja sudah dianggap melanggar aturan. Di dalam geng tersebut memang ada pelajaran kedisiplinan, atau mungkin adu argumen yang berujung perkelahian dan tak jarang membuat polisi kelimpungan. Tetapi saat mereka melepas pakaian di pagi hari, mereka kembali sebagai orang biasa, bekerja seperti biasa, hidup sebagai orang biasa dan menjunjung tinggi kesantunan terhadap orang lain.

Satu kelompok Bousouzoku biasanya dipimpin oleh seorang leader dengan anggota puluhan. Mereka juga kadang tidak memakai helm dan berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya sehingga satu atau dua polisi saja bakal kuwalahan menertibkan mereka. Makanya disebut “susah dihentikan”. 😀

Sedangkan untuk style Bousouzoku yang masuk street fashion adalah cara berpakaian yang terinspirasi dari geng motor diatas. Yang paling menonjol dari style ini adalah rambut jambul (kalau kalian pernah liat di manga atau anime, biasanya anak nakal pasti rambutnya dijambul keatas: seperti Josuke Higashikata dari anime Jojo’s Bizzare Adventure). Lalu menggunakan semacam jubah dan jaket kulit bertuliskan motto di punggung. Motto ini kebanyakan ditulis dengan huruf kanji yang indah. Para cowoknya menggunakan celana panjang yang dimasukkan rapih kedalam boots tinggi. Kebanyakan tidak suka mengenakan atasa alias topless, hanya ditutupi bebetan perban. Hmmm semacam memamerkan tubuh yang atletis supaya lebih garang.

Bousouzoku an (2)
ya kurang lebih begini ya tatanan rambut yang jadi favorit mereka
96d0f26c
nah ini tulisan kanji di jubahnya, ada juga yang pakai jubah panjang dibiarkan menjuntai

Sedangkan untuk bousouzoku cewek bisa lebih beragam. Mulai dari tomboys, perpaduan dari rambut cepak + celana ketat + kaos + jubah. Feminine, menadopsi style lain seperti ganguro atau seifuku tetapi diperkeren dengan boots tinggi karna mereka harus naik moge. Atau bahkan yang suka-suka, tidak banyak make up aksesoris tetapi mengenakan koas oblong dan atribut resmi dari gengnya seperti ikat kepala atau ikat pinggang.

Bousouzoku an (1)
Salah satu cewek bousouzoku
lebih cute? kayak begini juga bisa jadi princess bousouzoku
lebih cute? kayak begini juga bisa jadi princess bousouzoku

Style Bousouzoku sebenarnya hanya berjaya pada 1980 sampai 1990’an. Setelah itu perlahan style ini mulai luntur dan ditinggalkan. Berganti dengan style-style lucu seperti lolitaan, yang garang pun berubah haluan ke kuroi-niji atau semacamnya. Adapun anak muda yang menganut style bousouzoku saat ini mungkin hanya sekedar mengaplikasikan sebatas pakaian saja, tidak sampai diimbangi modifikasi kendaraan. Karena untuk bergabung dengan sebuah geng mereka harus siap secara fisik dan mental. Tak bisa berhenti dengan mudah sebulan dua bulan.

bousouzoku AN
di era sekarang style ini kebanyakan menjadi trend cosplay… ya… sekedar bercosplay ala bad girls :3 | photo by: keiko-z.deviantart.com

Meskipun begitu sampai sekarang masih ada beberapa kelompok terntentu yang melestarikan Bousouzoku sebagai sebuah geng. Kebanyakan dari mereka memang sudah berumur, bahkan sudah memiliki keluarga. Mereka secara turun temurun mempertahankan geng tersebut sebagai silaturrahim yang tak boleh terputus. Mereka konon juga masih suka berkejaran dengan pak polisi karena balapan di malam hari. Namun keberadaannya di era modern ini sepertinya semakin netral dan tak begitu menonjol. Dibanding pada masa kejayaannya dulu.

Silahkan ditengok buat yang pengen tau lebih lanjut bagaimana sih keadaan asli geng motor di jepang ini? bisa disimak dalam video dibawah. Ada wawancara dengan salah satu leader geng bousouzoku negerasi ke 21! Tapi gomen yah, ngga ada subtitle nya. Silahkan bawah teman kalian yang expert bahasa jepang untuk menerjemahkannya 😀

Btw, selain di kehidupan nyata. Style ini juga sudah diadaptasi menjadi tema beberapa film live action, manga dan anime lho. Yah, meskipun nggak semuanya menjadi pusat cerita sih. Seperti Akira (anime), Great Teacher Onizuka (manga, anime, film), Kamikaze Girl (manga, film) dan Hot Road (manga, film).