Selamat bagi artis Sora Aoi yang beberapa hari lalu mengumumkan kalau dirinya telah menikah, dan husbando yang menjadi pasangannya bukanlah pria kaya ataupun extra tampan. Mungkin itu bisa beri semangat para pria, kalau yang biasa-biasa tetap memiliki kesempatan. Tapi bagi mereka yang ingin coba menikah dengan artis JAV ternyata bisa loh, karena Bintang JAV ini bisa Menikah dengan Fans, tapi ada harganya.

Memang bisa saja ya Jepang, membuat hal-hal yang unik seperti ini. Versi level up lagi dari pernikahan VR dengan CG waifu yang diadakan beberapa waktu lalu. Kali ini tak hanya dengan wanita 3D yang real, tapi juga seorang artis JAV. Tapi siapakah dia? Pasti bukan nyonya Sora Aoi sayangnya 😀

Ia adalah bintang JAV bernama Hoshino Asuka. Hayuu~ mina-san yang tahu namanya ayo ngaku 😀 Dan ia bekerja sama dengan Ambitious, perusahaan koordinator acara pernikahan di Jepang, untuk memberi kesempatan terbatas kepada Tiga orang fans untuk menikah dengannya.

Walau memang sih, acara ini bukan termasuk pernikahan yang legal. Lebih seperti performance atau promosi, mungkin agak mirip dengan yang dilakukan oleh cosplayer bohai Kano Mika yang beberapa waktu lalu mengumumkan kalau ia sedang mencari pacar.

Tapi dikatakan kalau acara ini akan dilakukan seperti pernikahan pasangan asli. Ini diawali dengan tiga minggu sebelum tanggalnya, sang husbando bertemu dengan Hoshino Asuka dan pegawai dari Ambitious untuk berdiskusi merencanakan acara pernikahannya.

Itu juga termasuk memilih dan mencoba tuxedo dan baju pengantin yang cocok. Tapi uniknya, untuk cincin perkawinan dikatakan tak diperlukan. Kemungkinan karena memang acara ini tak dianggap pernikahan yang asli atau sah secara hukum.

Acaranya akan dilakukan di Odaiba, dengan sang pasangan dimake-up oleh staff profesional. Dan untuk Wedding Kiss, dikatakan oleh Ambitious berupa posed only. Dan pernikahan tersebut juga akan difoto oleh fotografer, yang hasilnya akan diprint sebanyak enam foto. Dan semuanya ini akan memakan biaya sebesar 350.000 Yen, atau sekitar 43 juta Rupiah.

Bisa-bisa saja ya Jepang, menyediakan jasa semacam ini. Memang kreatif sih, tapi kalau jasa seperti ini jadi bertambah, takutnya bisa berefek juga pada angka pernikahan negara tersebut nantinya.