Oppai, alias payudara, adalah bagian tubuh yang menjadi fetish rasanya sangat digemari oleh orang Jepang. Sudah ada banyak hal-hal unik nan aneh di Jepang yang memakai bagian tubuh tersebut, dari photobook oppai, roti oppai, dan suka ada trend internet di Jepang yang memakai oppai. Tapi baru-baru ini ada sebuah survey yang bertanya, antara Big Oppai vs Sexy Hip, manakah yang lebih disukai oleh pria Jepang?

Survey tersebut dibuat oleh website Shirabee dan diikuti oleh sekitar 817 pria Jepang. Dan jika melihat maraknya hal-hal bertema oppai di Jepang, hip alias pinggang yang melengkung sexy sepertinya akan kalah dihadapan dua gunung besar.

TAPii hasilnya lumayan mengejutkan, karena ternyata Hip yang menang! Dengan sekitar 65 persen dari 800an pria Jepang yang mengikuti survey tersebut lebih menyukai bagian tubuh wanita tersebut daripada bagian payudara.

Lalu diperlihatkan dua hal menarik lagi dalam detail lebih dalam dari survey tersebut. Yaitu besar perbandingan mereka yang lebih suka bagian pinggang dibanding payudara, saat dilihat dari segi umur antara 19-69 tahun, dan dari segi ekonomi dalam bentuk gaji kerja responden survey tersebut.

Dari segi umur, persentase yang suka bagian pinggang dibanding oppai adalah:
55.6 persen dari 19 kebawah,
54.5 persen dari 20-29 tahun
52.5 persen dari 30-39 tahun
57 persen dari 40-49 tahun
60.8 persen dari 50-59 tahun
66.2 persen dari 60-69 tahun

Dari segi gaji, persentase yang suka bagian pinggang dibanding oppai adalah;
56.9 persen dari yang berpenghasilan dibawah 1 juta Yen,
59.9 persen dari yang berpenghasilan 1-3 juta Yen,
53.2 persen dari yang berpenghasilan 3-5 juta Yen,
54.7 persen dari yang berpenghasilan 5-7 juta Yen,
62 persen dari yang berpenghasilan 7-10 juta Yen,
68.6 persen dari yang berpenghasilan diatas 10 juta Yen

Dari seluruh perbandingan itu, ditemukan hal menarik. Bahwa walau dari segi umur dan gaji mayoritas lebih suka pinggang daripada payudara, para om-om dan atau orang-orang kayalah yang terlihat paling suka bagian tubuh tersebut.

Sementara itu para pria Jepang yang berumur 30 tahunan dan atau yang memiliki penghasilan 3-5 juta Yen memiliki perbandingan yang terendah. Wah ternyata dunia fetish kesukaan pria Jepang bisa lumayan tak terduga ya. Bagaimana dengan para Akiba-kun?