Ada sebuah pepatah yang berbunyi “Sampah orang adalah harta bagi orang lain”. Ya, terkadang apa yang menurut kita tidak berguna bisa saja berguna bagi orang lain, entah itu baju, alat makan, atau perkakas lainnya. Orang yang memanfaatkan barang tidak terpakai biasanya mendaur ulang benda atau mengubahnya menjadi produk lain yang bisa jadi bernilai lebih dari yang semula. termasuk besi tua berikut ini. keren kan?

Nah, kali ini hal kreatif tersebut berasal dari Pemerintah Jepang yang mengumpulkan besi tua bekas yang kemudian disulap menjadi medali Olympic!

Ya, Pemerintah Jepang memang tidak sengaja bercanda saat mengeluarkan pernyataan itu, pasalnya mereka sedang kekurangan bahan bahan untuk membuat medali untuk Olympic dan Paralympic. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Jepang melakukan penempatan pengumpulan besi di kantor polisi maupun toko NTT Docomo, tujuannya adalah untuk mengumpulkan bahan logam sebanyak mungkin dari perangkat elektronik tua untuk membentuk medali Olympic pada 2020 mendatang.

Kira-kira seperti inilah perkiraan jumlah bahan yang dibutuhkan untuk membuat keseluruhan medali Olympic. Mungkin Kalian akan bertanya-tanya mengapa bahan perak lebih banyak dibanding emas dan perunggu?

Jawabannya adalah medali emas sebenarnya adalah medali perak yang dilapisi emas, ini akan lebih menyulitkan karena sedikit sekali bahan perak yang terdapat pada barang elektronik sedangkan permintaan medali mencapai 5.000 buah.

Gerakan yang di prakarsai oleh Kementerian Lingkungan Jepang ini juga diperluas sampai setiap sekolah agar pengumpulan perak lebih cepat, hal ini juga bertujuan agar membangun antusiasme masyarakat soal pertandingan olahraga terbesar di dunia ini.

Tentu saja ide ini ditanggapi dengan berbagai macam komentar netizen Jepang, seperti:

“Hahahaha!”

“Beli dong, dasar pelit!“

“LOL!”

“Mungkin mereka juga bisa buat medali dari origami”

“Bwahahaha!“

“Kita harus menyumbangkan logam? Apa kita sedang dalam perang?“

Terlepas dari semua komentar itu, terlihat sekali bahwa Pemerintah Jepang sangat serius menyiapkan diri sebagai tuan rumah Olympic. Adalah sebuah kewajiban bagi tuan rumah untuk menyenangkan tamunya, hal ini juga diterapkan Jepang dalam menyelenggarakan Olympic, meski cara yang mereka gunakan terbilang unik.