“People React”, salah satu jenis kategori video yang beberapa tahun terakhir ini meningkat peminatnya dalam dunia hiburan. Dan salah satu saluran YouTube terkenal, Fine Brothers Entertainment mengunggah sebuah konten video yang berfokus pada kategori “People React” tersebut. Dalam video tersebut, Fine Brothers Entertainment memperkenalkan tentang Visual Kei kepada para Youtubers terkenal untuk yang pertama kalinya. Bermacam-macam pula reaksi pertama kali tentang Visual Kei dari para YouTubers tersebut. Dalam video tersebut ditayangkan 3 buah music video dari 3 band yang berbeda yaitu The Gazette, DADAROMA, dan Insanity Injection.

Kira-kira bagaimana ya wajah orang-orang kece dibawah ini saat menyaksikan gilanya musik Vikei Jepang? Akiba-chan & Akiba-kei bisa melihat video react tersebut dibawah ini, cekidot!

Band yang pertama diperlihatkan kepada mereka yaitu Insanity Injection dengan lagunya yang berjudul B.R.N. Sebuah band yang memang bisa disebut masih baru namun mereka memiliki sebuah kualitas musik yang luar biasa. Sebagian besar reaksi para YouTubers ini pun shock dan sedikit ngeri ketika mendengar suara vokal dari vokalisnya 😀

"Saya pikir dia hanya seperti makan daging"
“Saya pikir dia hanya seperti makan daging”
“They are sampling my mating call.” (Mengacu pada penghirupan nafas vokal)
“They are sampling my mating call.” (Mengacu pada penghirupan nafas vokal)
“Nilai produksi yang hebat.”
“Nilai produksi yang hebat.”
"Ini merupakan hal yang hebat!"
“Ini merupakan hal yang hebat!”

Video berikutnya yang diperlihatkan adalah music video The Invisible Wall dari The GazettE. Reaksi dan opini yang mereka lontarkan pada lagu ini jauh lebih positif dari yang sebelumnya. Seperti musiknya yang lebih mengarah pada band-band metal dari Barat. Lagu ini pun mereka bandingkan dengan lagu sebelumnya dari Insanity Injection. Dikatakan bahwa lagu ini jauh lebih sedikit heavy dan gila.

"Saya tidak tahu apakah mereka itu laki-laki atau perempuan."
“Saya tidak tahu apakah mereka itu laki-laki atau perempuan.” << BEST COMMENT EVER! 😀

Video terakhir yang diperlihatkan kepada mereka yaitu music video Risley Circus dari DADAROMA. Setelah melihat dua video sebelumnya, mereka tampak menikmati lagu setidaknya sampai pada sesi breakdown.

“Minus clown, we’re good”
"Kostum yang hebat!"
“Kostum yang hebat!”
“WHAT IS THAT NOISE?!” (Mengacu pada scream si vokalis)
“WHAT IS THAT NOISE?!” (Mengacu pada scream si vokalis)
(Mencoba untuk headbang)
(Mencoba untuk headbang)
“Here comes the weird shit again.”
“Here comes the weird shit again.”

Baca Juga: “ONE OK ROCK Ramaikan Kompilasi “Rock Sound Present: The Black Parade”

Btw, reaksi pertama kali tentang Visual Kei saya sendiri adalah “Musik yang bagus, tapi saya kebingungan membandingkan mereka antara laki-laki atau perempuan”. Sebagian besar dari para YouTubers tadi tampak jelas terlihat bahwa mereka jarang mendengarkan lagu-lagu yang mempunyai genre metal. Jadi saya pun berpikir akan lebih baik lagi apabila dalam video react tersebut disertakan beberapa metalheads agar mendapatkan beberapa reaksi yang lebih netral.

Sekilas tentang “Visual Kei”

Visual Kei merupakan penggabungan dari kata Visual (bahasa Inggris), dan Kei (bahasa Jepang) yang mempunyai arti ‘gaya’. Jika komunitas Punk berasal dari London, maka Visual kei berasal dari Jepang. Visual Kei (ヴィジュアル系 ‘bijuaru kei‘) mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri.

Anggota band Visual Kei sering memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang sangat rumit. Walaupun sebagian besar musisi adalah laki-laki. Anggota band sering bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada akhirnya sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPG dan anime. Daya tarik kostum pada fans adalah dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band favorit mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.

Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic karena kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tetapi sebagian gothic Jepang tidak bisa memasukkan Visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan budaya kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang di luar model gothic lolita, yang mana dipengaruhi oleh subbudaya gothic. Secara luas gerakan ini telah dimulai oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat tren dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.

Sejarah Visual Kei

Sejarah yang “melahirkan” adanya Visual Kei sebenarnya bermula saat Jepang mengalami perubahan besar-besaran usai Perang Dunia II. Saat itu ada suatu komunitas yang ‘terbuang’ dari masyarakat. Komunitas ini tidak hanya berbicara melalui mulut dan tulisan, tapi juga lewat penampilan. Komunitas yang mayoritas terdiri dari kaum adam itu tampil dengan mengenakan berbagai macam aksesoris dan berdandan maupun berperilaku layaknya perempuan. Lewat apa yang mereka pakai, mereka berbicara tentang segala hal. Mulai dari politik, segala under pressure, hingga masalah-masalah psikologis. Namun seiring dengan perubahan zaman, komunitas ini perlahan-lahan mengalami “mati suri” hal ini dikarenakan banyak orang Jepang yang lebih memilih bunuh diri untuk menyelesaikan masalah, daripada tenggelam dalam penderitaannya sendiri.

Nah, Akiba-chan & Akiba-kei sendiri bagaimana reaksinya ketika kalian pertama kali mengenal Visual Kei? 😀