Setelah memperlihatkan beberapa cuplikan gambar dari “Sword Art Online: The Beginning“, kali ini IBM merilis video game playnya. Dan mereka gak nanggung-nanggung, mereka langsung meluncurkan dua buah video sekaligus. Video yang pertama memperlihatkan bagaimana pertarungan melawan ‘Gleam Eyes the Ancestor’, sedangkan video yang keduanya memperlihatkan tampak kota.

Kedua video ini memang sangat pendek, tapi seenggaknya kalian bisa melihat cuplikan bagaimana penampakan project untuk membuat Sword Art Online menjadi kenyataan ini. Dalam video pertama, kalian bisa melihat bagaimana suasana melawan boss di Aincrad. Kali ini Gleam Eyes benar-benar terlihat serem abiezt, apalagi kalau dia terasa nyata berdiri di hadapan kalian.

Sedangkan video yang kedua memperlihatkan bagaimana saat kalian pertama kali tiba di Aincrad. Ketika tiba, kalian akan langsung ditemani oleh sebuah partner yang bernama Cognitive Computing System yang biasa dipanggil Kogu. Disini yang akan mengisi suara Kogu adalah Kanae Itou, yaitu seiyuu yang mengisi suara Yui-chan di Sword Art Online.

Perangkat NerveGear yang akan digunakan disini berbasis dari ‘Oculus Rift DK2’ dan digabungkan dengan sensor gerak milik ‘Kinect V2’. Jadi disini kalian harus menggerakkan badan agar dapat menggerakkan karaktermu. Memang sedikit merepotkan, namun itu lebih baik daripada otak kalian menjadi gosong terbakar gara-gara gelombang microwave seperti kebanyakan pemain dalam seri Sword Art Online.

Sword Art Online

IBM merupakan salah satu pelopor industri teknologi modern dan salah satu merek industri terbesar pada masanya yang mengumumkan bahwa IBM Jepang sedang menjalankan sebuah project yang mereka namakan “Sword Art Online: The Beginning”. Game ini bukanlah sekedar game konsol, ini adalah project virtual reality yang bertujuan mewujudkan game SAO seperti yang ada dalam novelnya. Alih-alih menggunakan kontroler yang dipadu dengan headset khusus seperti Oculus Rift, game ini akan digerakkan dengan seluruh tubuh kita menggunakan teknologi “Cognitive System” dan “Softlayer”, sistem cloud computing milik IBM. Sang novelis, Reki Kawahara berkomentar bahwa “project ini benar-benar berbeda dengan game yang kita kenal selama ini”.