Belakangan ini rasanya industri anime dengan gencar diserang pandemik coronavirus lebih dari biasanya, dengan muncul kabar kasus positif dikalangan seiyuu idol yang jumlahnya sampai belasan hanya dalam beberapa hari. Dan baru-baru ini dibicarakan kalau masalah pandemik itu juga terkena pada staff studio anime, yang membuat ditutupnya studio anime. Dan kemungkinan jumlahnya lumayan banyak.

Kabar tersebut pertama diberikan melalui Twitter milik Watanabe Takeshi. Beliau adalah staff anime veteran yang telah terlibat dalam banyak anime dalam beragam posisi. Seperti menangani layout Patlabor Movie, produser anime Kotetsushi JEEG, sutradara pada anime RAVE MASTER, Shakugan no Shana, Slayers, dan anime Genjitsushugi Yuusha yang tayang musim ini.

Watanabe mengatakan kalau ia dengar ada setidaknya satu studio anime yang telah ditutup karena kluster coronavirus, tapi nama studionya tidak diberikan karena melakukan gag order yang artinya mereka yang tahu akan hal itu tidak diperbolehkan membeberkan info detailnya secara publik.

Karena adanya kerahasiaan tersebut membuat Watanabe jadi khawatir apakah nantinya ia jadi ada kontak dekat dengan infeksi virus tersebut tanpa disadari. Ia juga mempertanyakan kenapa industri anime masih saja lanjut walaupun adanya pandemik ini dan mengatakan kalau industri tersebut sedang mengarungi jalan yang berbahaya.

“Apakah mereka takkan mengerti sampai satu persatu pekerja anime yang meninggal karena virus itu? Ataukah para pekerja merasa bertanggung jawab karena banyak yang freelancer? Apakah perusahaannya itu sendiri tidak bertanggung jawab” komentar Watanabe.

Sementara itu yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah kabar dari seorang animator dengan akun Twitter bernama NyonNyon, yang terlibat dalam anime macam Boku no Hero Academia dari season 3 sampai 5, Sword Art Online, Tenki no Ko, dan lain-lain lagi.

Ia mengatakan kalau ia tak tahu apakah itu karena kluster, tapi ia dengar cerita kalau ada beberapa studio disana-sini yang staffnya dites positif atau ditutup lockdown karena infeksi. Ia merasa kalau mungkin jumlahnya ada banyak tapi saat ini ia sudah tahu setidaknya lima studio yang kena masalah virus macam itu.