Sedih rasanya saat ada kabar artist yang mengumumkan hiatus, dan lebih sedih lagi jika tak diketahui sampai kapan hiatus itu akan selesai, dan alasannya kenapa. Dan hal menyedihkan tersebut terjadi pada salah satu band Jepang yang sedang naik daun beberapa waktu belakangan ini dikalangan fans anime, yaitu band ALI, yang baru mengumumkan kalau mereka akan hiatus karena kasus hukum yang melibatkan drummer band itu.

ALI yang merupakan singkatan dari Alien Liberty International adalah grup musik Jepang yang saat ini sedang naik daun popularitasnya berkat keterlibatan mereka pada adaptasi anime dari manga Jujutsu Kaisen yang juga sedang naik daun. Tapi tak hanya itu anime yang melibatkan mereka, dengan ALI juga menyanyikan lagu untuk anime BEASTARS dan NOBLESSE.

Dan mereka seharusnya menyanyikan lagu opening dari anime Subarashiki Kono Sekai, akan tetapi hal tersebut batal karena kabar menyedihkan. Kahadio sang drummer dari band ALI pada awal April dikabarkan ditangkap oleh polisi karena dituduh sebagai pelaku penipuan mesin ATM.

Penipuan dimana pelaku mengaku jadi pegawai resmi yang menjanjikan uang ganti rugi dari Pemerintah saat korban mengambil uang dari ATM, dan Kahadio ditemukan menerima uang hasil tipuan itu menurut hasil investigasi. Situasi makin ruwet lagi saat beberapa hari setelah itu, dikabarkan kalau sang drummer kena tahan polisi lagi atas kasus penipuan lain lagi.

Dimana dikatakan kalau Kahadio dan temannya menelepon seorang nenek di Osaka pada tanggal 3 Maret, menawarkan uang balik atas biaya medis sang nenek dengan bayaran tranfer sebesar 2.3 juta Yen. Menurut saksi mata, Kahadio terlihat menarik uang sebesar 420.000 Yen dari ATM sebuah convenience store keesokan harinya.

Dengan sampai adanya kasus parah seperti itu, tentu jadi sangat membawa dampak pada band ALI. Alhasil, baru-baru ini diumumkan kalau band tersebut telah membatalkan kontrak dengan Kahadio dan mengeluarkannya dari band.

Dan diumumkan juga kalau band ALI masuk masa hiatus sampai waktu yang tidak ditentukan. Ini juga membawa dampak pada lagu-lagu mereka, dengan channel Youtube mereka juga ditutup dan tidak bisa memutar MV lagu-lagu mereka, dan lagu mereka juga tak dapat dibeli pada platform seperti Spotify.