Terkadang kekuatan alam bisa datang dan memberikan tantangan pada manusia, bahkan dalam jaman modern ini. Seperti saat berbagai beruang datang dan mengobrak-abrik kuil-kuil dan kuburan di Jepang kemarin-kemarin untuk mencari makanan. Kali ini negara tersebut menghadapi serangan lagi yang lumayan serupa, dengan kemunculan hama sakura. Membuat beberapa pemerintah daerah melancarkan pemburuan.

Dan hama tersebut, adalah sejenis kumbang tanduk panjang, dengan nama latin Aromia Bungii, atau nama lainnya adalah kumbang tanduk panjang leher merah. Sesuai dengan namanya, kumbang ini memiliki bagian leher yang berwarna merah.

Kumbang ini bukanlah native species, melainkan invasive species, yang diperkirakan bisa masuk ke Jepang dari China dan atau Korea dengan menghinggapi kargo kapal laut. Yang membuat kumbang ini berbahaya, adalah larva kumbang ini hidup dengan menggali dan menghancurkan batang pohon.

Dan batang yang digali dan hancur itu adalah bagian yang mengalirkan nutrisi kepada seluruh bagian pohon, jadi lama-kelamaan pohon yang ditinggali larva kumbang ini akan layu. Dan itu sudah terjadi pada sebuah pohon cheri di Osaka pada bulan Juni lalu.

Dan yang lebih membahayakan lagi, adalah tak ada cara alami untuk mengendalikan populasi seranggga ini. Kumbang ini tak ada pemangsa natural yang memakannya, belum lagi sekali mereka bertelur bisa sampai tiga ratusan.

hama sakura

Dan saat ini, kumbang hama sakura ini telah ditemukan di berbagai daerah lain di Jepang, dari Tokushima sampai Saitama. Dan tentu masyarakat tidak tinggal diam, dengan beberapa pemerintah daerah melancarkan strategi tersendiri untuk membasmi hama ini.

Contohnya di Sakai, dimana kota itu meminta orang-orang untuk mencari serangga ini. Mereka yang bisa menemukan dan mengambil foto kumbang ini dan melaporkan kapan dan dimana kumbang itu ada akan diberikan hadiah, dan jika memungkinkan coba dibunuh setelah diambil fotonya.

Sementara itu, Tokushima yang mendapatkan serangan yang lebih ganas dari kumbang ini, meminta kepada para mahasiswa dari universitas lokal untuk memburu dan menangkapnya. Tentu juga diberikan hadiah atas partisipasinya, dengan satu kumbang dinilai seharga 500 Yen.

Comments