Kehidupan adalah karunia terbesar dari Tuhan yang wajib kita syukuri. Sebagai ucapan terima kasih kepada-Nya, kita wajib menjaga kesehatan diri kita agar sebisa mungkin mempertahankan kehidupan ini. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Salah satunya adalah dengan mengatur pola makan. Uniknya, bahan masakan Jepang lebih terbukti bikin kita panjang umur!

WHO menyatakan bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang paling sehat dengan menduduki urutan teratas dalam daftar. Mereka memiliki tingkat obesitas sangat rendah, yaitu sekitar 3.5 persen. Persentase yang kecil sekali, bukan? Pola makan orang Jepang diakui sangat berpengaruh pada kemajuan negara tersebut. Bahan masakan Jepang diketahui menjadi alasan utama betapa sehatnya penduduk mereka.

Dilansir dari banyak sumber terpercaya, berikut ini 7 bahan masakan Jepang yang tidak perlu dipertanyakan lagi manfaatnya bagi tubuh. Kamu dianjurkan memasukkannya ke dalam masakanmu setiap harinya. Kuy, langsung disimak saja di bawah! Bisa juga buat yang lagi diet, lho! 😀

1. Hewan Laut

masakan jepang

Hewan laut atau yang olahan masakannya disebut ‘seafood’ merupakan bahan utama yang paling sering nongol dalam makanan khas Jepang. Ada banyak makanan khas Jepang yang menggunakan bahan pangan hewani dari laut ini sebagai komposisi pokoknya. Di antara banyaknya hewan laut, yang paling banyak dipakai adalah ikan seperti salmon untuk Sushi, udang untuk Tempura, dan cumi-cumi atau gurita untuk Takoyaki. Mesti tiga jenis hewan laut saja yang sering digunakan, bukan berarti hewan laut lainnya seperti kepiting tidak ada olahan masakannya, lho, ya. Tetap ada kok.

Seafood memang menjadi masakan terdepan di Negeri Bunga Sakura. Ini dikarenakan gizi yang terkandung di dalam hewan laut sangat baik untuk kesehatan tubuh. Di antaranya ada protein, vitamin B-12, fosfor, kalsium, asam folat, dan omega-3. Semuanya baik untuk mendukung peranan tubuh dalam menjalankan fungsinya. Mengonsumsi makanan yang terbuat dari hewan laut, setidaknya seminggu dua kali, dapat membuat otak Akiba-chan dan Akiba-kei jadi lebih gampang mencerna pelajaran. Eits, tidak hanya itu, asam folat bisa mencegah kepikunan. Hayoo, siapa di sini yang mudah lupa? Mesti banyak-banyak makan seafood! Harus!

 

2. Sayuran

Sayuran dapat ditemukan dalam masakan Jepang mana pun. Biasanya sayuran menjadi pelengkap bahan masakan Jepang yang berbentuk sup atau oseng. Namun, tidak jarang pula sayuran disajikan bersama makanan yang digoreng. Tempura sendiri sebenarnya tidak hanya berbahan pokok udang saja, akan tetapi juga berbagai macam sayuran yang dicampur dengan tepung kemudian digoreng bersamaan. Namun sekarang, penyajian sayuran yang digoreng kurang diminati mengingat vitamin yang terkandung di dalamnya mudah hilang.

Dari beragam sayuran yang ada, setidaknya orang Jepang paling suka menggunakan brokoli, wortel, tomat, bayam, kol, selada, timun, kentang, ubi manis, daun bawang, bawang putih, bawang merah, cabai, paprika, kacang kedelai, dan sayuran khas Jepang lainnya. Berbagai macam kandungan vitamin pada sayuran dikenal begitu menyehatkan tubuh. Mulai dari vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, hingga fosfor, belerang, dan potasium. Oleh karena itu, ahli gizi sangat menganjurkan memperbanyakan asupan sayuran pada setiap harinya. Apalagi yang dalam tahan pertumbuhan anak-anak, wajib banget!

 

3. Nori

Nori adalah sebutan orang Jepang untuk mengistilahkan rumput laut yang biasa dijadikan olahan tradisional milik mereka. Bahan masakan Jepang yang satu ini dikenal mempunyai segudang manfaat bagi tubuh. Apalagi, rumput laut nyaris memiliki seluruh nutrisi yang ada di semua jenis bahan pangan hewani. Tingginya kandungan mineral pada Nori juga sangat baik untuk kamu yang menderita anemia karena kekurangan zat besi. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, segera cari Nori untuk dijadikan olahan masakan Minna! Nori juga bisa menjadi pilihan cemilan, lho. 😉

Baca juga: Suka Ngemil? Nih, 5 Resep Gorengan Khas Jepang yg Gampang Banget Bikinnya!

 

4. Matcha

Matcha adalah Teh Hijau Jepang. Dari zaman dahulu hingga sekarang, teh hijau memang dikenal mampu melawan penuaan dini. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang suka mengonsumsi teh hijau lebih terlihat jauh lebih muda dari umurnya. Hal ini dikarenakan kandungan antioksidan yang tinggi dalam teh hijau bermanfaat menangkal radikal bebas yang menjadi penyebab penuaan dini. Matcha juga diketahui mampu membersihkan tubuh dari zat karsinogen penyebab kanker, memperkecil resiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol, dan menstabilkan emosi.

 

5. Telur

Minasan tahu anime Naruto? Dalam bahasa Jepang, Naruto sendiri merupakan istilah untuk menyebut olahan kue dengan bentuk bulat bergerigi yang disajikan sebagai pelengkap ramen. Meski begitu, sekarang banyak yang memakai telur sebagai komposisi pembuatan Naruto. Selain itu di dalam ramen juga biasa disediakan irisan telur yang disebut ‘Tamago’. Kandungan protein yang tinggi dalam putih telur membuat tubuhmu terasa lebih prima. Sejumlah nutrisi seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C juga terdapat dalam telur.

 

6. Miso Soup

Miso Soup atau yang lebih sering disebut Miso adalah salah satu bahan masakan Jepang yang paling diandalkan! Nyaris semua makanan khas Negeri Matahari Terbit menggunakan Miso! Kalau Akiba-chan dan Akiba-kei berlibur ke Jepang, pastinya tidak jarang melihat orang Jepang menyantap nasi putih hangat yang disiram kuah Miso untuk sarapan pagi. Seperti Matcha, kandungan antioksidan yang tinggi pun ditemukan pada Miso. Selain itu, Miso juga memiliki vitamin B kompleks, serat, dan protein. Miso sangat baik untuk pencernaan tubuh, sehingga mencegah Minasan terkena gangguan pencernaan.

 

7. Mie

Sebenarnya, konsumsi mie tidak terlalu dianjurkan. Tidak hanya dianggap kurang memiliki nutrisi, bumbu instan dari makanan cepat saji yang terbuat dari bahan pokok tepung ini bersifat karsinogen. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, zat yang mengendap di dalam tubuh ini bisa mengakibatkan kanker. Iiih, ngeri kan? Akan tetapi, tenang saja! Di Jepang, sudah mulai ada inovasi pada bahan pembuatan mie dan bumbunya. Sekarang, mie seringkali dibuat dari kombinasi sayuran, buah-buahan, dan bahkan daging. Bumbunya pun dibuat dari bahan alami.

Ngomong-ngomong, di Jepang ada mitos unik, nih! Mitos awalnya dari Tiongkok yang merambah ke wilayah Jepang. So, kalau Minasan makan mie, jangan sampai putus mie-nya biar panjang umur. Makanya, mie dibuat panjang-panjang tanpa putus. Dan bahkan, kisah cinta saya tidak sepanjang mie Jepang. :”)

Jadi, masih mau kecanduan junkfood? Itu enggak baik buat kesehatan kita, lho! Ayo, singkirkan makanan cepat saji yang kaya akan mitjin itu! Mari berhijrah ke masakan yang diolah sendiri seperti yang biasa dilakukan orang-orang Jepang. Biar enggak jadi gblk gara-gara kebanyakan konsumsi mitjin. 🙂