Sebuah shoujo manga berjudul FUKUMENKEI NOISE (覆面系ノイズ/Anonymous Noise) karya Fukuyama Ryoko sedang melambung tinggi. Terbukti meski baru mencapai sepuluh biji, manga ini sudah menyiapkan sebuah film live action. Dikutip dari situs Natalie, live action Fukumenkei Noise bahkan telah mengumumkan detail lebih jauh mengenai staff produksi beserta pereman utama mereka.

Official website dari live action Fukumenkei Noise kini juga sudah dapat diakses oleh akiba-chan dan akiba-kei sekalian yang merasa penasan. Dalam official website nya kemarin tertampang jelas di bagian pengumuman bahwa AYAMI NAKAJO, artis cantik yang masih terhitung belia tersebut akan berperan sebagau NINO. Heroine utama dalam serial Fukumenkei Noise.

Ayami Nakajo

Sebelumnya, Ayami pernah beradu akting dalam beberapa film bergenre horror seperti Fatal Frame dan Litchy Hikari Club. Selain itu ia juga turut mensukseskan dorama Seto Utsumi dan Summer Nude. Untuk peran kali ini sebagai Nino, Ayami mengaku dilatih secara khusus dalam bidang tarik suara dan gitar sejak bulan Agustus kemarin. Hal ini berkaitan dengan tokoh yang ia mainkan memang memiliki bakat suara sedangkan dia sendiri belum pernah menyanyi.

Live action Fukumenkei Noise akan digarap oleh Miki Koichirou sebagai sutradara. Ia didampingi Yokota yang memegang naskah cerita berdasarkan cerita asli dari versi manganya. Rencananya, film ini siap diputar pada musim gugur 2017. Masih lama ya,… sepertinya memang ada niat rilis bersamaan dengan versi anime nya. Yadeh, kita tunggu juga kabar buat aktor-aktor ganteng selanjutnya 😀

Fukumenkei Noise

Fukumenkei Noise adalah sebuah manga yang menceritakan seorang gadis bernama Nino Arisugawa. Nino yang sangat suka bernyanyi itu mengalami kesedihan mendalam saat sahabat karibnya, Momo, pindah rumah. Setelah kejadian tersebut lambat laun Nino mendapat teman baru bernama Yuzu yang jago di bidang musik. Ternyata Yuzu juga memiliki pengalaman sama dengan Nino. Keduanya berjanji akan selalu bersama dan bernyanyi bersama meski akhirnya juga terpisah oleh jarak.

Beberapa tahun kemudian, saat memasuki bangku SMA, Nino kembali bertemu dengan Yuzu. Keduanya sangat bahagia dapat melanjutkan mimpi yang tertunda. Namun juga ada perasaan canggung dan bingung saat Momo ternyata juga satu sekolah dengan mereka.