Kita sudah tahu kalau Jepang terkenal akan teknologinya, apalagi mengenai robot. Tak heran kalau disana juga dikembangkan teknologi A.I. atau Artificial Intelligence. Dan tak hanya dalam industri robot, teknologi itu juga muncul dalam dunia animanga, seperti pada merch robot Haro dan Tachikoma. Tapi tak hanya dalam bentuk fisik seperti itu, A.I. juga bisa dipakai dalam hal lain lagi, seperti memakai A.I. untuk merwarnai manga hitam putih.

Artificial Intelligence

Memakai Artificial Intelligence seperti itu dalam dunia animanga memang sudah beberapa waktu ini dikembangkan dan dites. Tahun 2017 lalu hal seperti itu telah dicoba untuk industri anime, yang dilakukan oleh peneliti dan programmer bernama Yagi Yuichi.

Yagi mengembangkan sistem yang memakai artificial intelligence untuk secara otomatis menggambarkan in-between frame dari adegan anime. Sistem tersebut kemudian dites memakai anime berjudul Idol Incident buatan studio Mages.

Hasilnya, dibuat perbandingan antara animasi original dan animasinya setelah diproses oleh program miliknya. Memberikan hasil animasi yang mulus dan mengejutkan, walau masih belum sempurna. Tapi itu menunjukkan adanya potensi memakai A.I. dalam industri animanga.

Sedangkan dalam dunia manga, ada software bernama PaintsChainer yang dibuat oleh Taizan, manga software developer. Program tersebut juga dirilis tahun 2017 lalu, dan dipakai untuk secara otomatis mewarnai manga dengan A.I.

Software tersebut berbentuk website, dengan memasukan gambar yang mau diwarnai, kemudian memasukan info warna yang mau diberikan pada posisi yang diinginkan. Setelah itu PaintsChainer akan memasukan dan mencampur warna pada gambar, dan hasilnya selesai setelah beberapa menit. Banyak yang mencoba software itu dan membagi hasilnya melalui Twitter.

Tapi software tersebut terus ditingkatkan kualitasnya oleh Taizan, sampai akhirnya dipakai juga oleh penerbit manga Hakusensha untuk membuat color page dari manga hitam putih mereka. Dan baru-baru ini Hakusensha menunjukkan hasil kemampuan dari software PaintChainer tersebut.

Hakusensha memperlihatkan satu halaman manga versi hitam putih dan versi yang sudah diwarnai oleh program tersebut. Mereka memakai manga Josei Romance berjudul Kekkon x Renai yang dibuat oleh Hagio Akira. Dikatakan mereka juga memakainya untuk merwarnai manga Watashitachi ni XX Shimashita buatan Sora Asuka.

Hasilnya lumayan, walau perwarnaannya tak begitu kompleks, mungkin dengan software tersebut terus dikembangkan, kedepannya nanti bisa semakin bagus lagi. Dengan semakin majunya teknologi seperti ini, sepertinya industri animanga juga akan semakin hi-tech dan keren ya mina-san 😉