Pandemik virus corona yang dimulai dari akhir 2019 masih belum selesai juga bahkan waktu berjalan sampai memasuki tahun 2021. Dan walaupun perkembangan vaksin untuk virus tersebut sedang berjalan, keadaan penyebaran virus tersebut masih saja mengkhawatirkan. Dan hal tersebut juga terjadi di negara Jepang, dengan bahkan baru diumumkan keputusan untuk membuat area Tokyo masuk masa darurat coronavirus lagi.

Sebelumnya, negara Jepang juga memasuki masa darurat coronavirus pada berbagai prefektur termasuk Tokyo pada awal April 2020, yang kemudian diperpanjang sampai akhir Mei, tapi kemudian perkembangan penurunan angka pasien membuat masa darurat itu diangkat sedikit lebih awal dari yang direncanakan.

Dari situ dan seterusnya tidak ada masa darurat lagi, akan tetapi muncul perkembangan angka kasus coroanvirus yang terlihat mengkhawatirkan dari Desember 2020 sampai awal Januari ini, apalagi dengan kabar adanya virus mutasi varian baru lagi.

Dengan dalam minggu ini dari data terbaru dikatakan ada peningkatan kasus sampai 7.000 di Jepang, dan sampai 2.447 kasus di prefektur Tokyo. Angka yang memecah rekor baru lagi. Ini membuat Perdana Menteri Jepang baru Suga Yoshihide memutuskan membuat prefektur Kanagawa, Saitama, Chiba, dan Tokyo memasuki masa darurat lagi sampai setidaknya 7 Februari 2021.

Dan sayangnya seperti dalam tahun 2020 kemarin, hal ini juga membuat berbagai tempat rekreasi dan event animanga terkena dampaknya, dengan belakangan ini muncul berbagai kabar penutupan, pembatalan, dan pengunduran.

Seperti event Wonder Festival Winter 2021 yang awalnya dijadwalkan tanggal 7 Februari, dikatakan kini dibatalkan. Seri Yu-Gi-Oh juga mengumumkan mereka menahan semua event dari Selasa. Dan Gundam Factory Yokohama juga telah mengundurkan penjualan tiket periode 1-15 Februari.

Selain itu, bioskop-bioskop juga disarankan untuk tutup pada jam 8 malam dan hanya memperbolehkan 50% dari jumlah max pengunjung yang boleh masuk. Dan tak seperti darurat pertama dimana pemerintah hanya menyarankan penduduk untuk sadar diri dan menjaga aturan, Suga mengatakan kalau kali ini ia akan mendorong adanya hukuman bagi pelanggar.