Banyak hal bisa terjadi betul? Termasuk jika terpaksa harus tinggal di tempat yang berbeda dari biasa Mina-san tinggal, seperti di kota lain atau justru negara lain. Macam-macam alasan bisa terbentuk atas keputusan besar tersebut. Tentu hubungan yang paling praktis dengan keluarga adalah mengikuti sang kepala keluarga, tinggal bersama di tempat dimana dia tinggal. Dan bertempat tinggal dengan rumah yang baru, lokasi yang baru, suasana yang baru pula selama beberapa waktu ke depan, sudah pasti akan menimbulkan rasa rindu tersendiri terhadap tempat tinggal yang lama. Tidak terkecuali pada orang Jepang. Mereka juga merasakan rindu terhadap kampung halamannya ketika harus tinggal jauh dari Jepang.

Dipelajari dari sebuah situs bernama Keepo di bagian Japan Weird News Channel, berikut adalah 8 poin yang digadang-gadang sering kali dirindukan oleh orang Jepang terhadap negaranya saat terpaksa tinggal di luar Negeri Bunga Sakura! Akiba-kei dan Akiba-chan harap simak!

1 – Gaya Berpakaian Unik

Jepang selalu terkenal akan fashion style-nya yang bisa dibilang ‘beda dari yang lain’. Tentu tidak mengherankan jika orang-orang Jepang akan menempatkan persoalan satu ini di poin paling atas, paling pertama. Jika kita ke Jepang, menjadi hal yang lumrah kalau orang-orang di sana berpakaian dengan mencolok dan sangat menarik perhatian. Contohnya saja di Kota Megapolitan Tokyo, masyarakat terutama para remajanya yang mulai beranjak dewasa tidak akan segan mengenakan manik-manik berkerlip di sepanjang jaketnya. Pun kaus yang digunakan, sering kali kepanjangan ke bawah dengan garis-garis atau motif yang amat unik. Apalagi menilai gaya rambut, muda-mudi di Jepang sering kali mengecat rambutnya dengan cat yang terbilang ‘aneh’ untuk seukuran pola pikir orang Indonesia. Seperti warna kuning cerah, merah membara, hingga ungu tua dan putih. Orang-orang Jepang juga tidak akan pernah malu untuk menggunakan berbagai pernak-pernik atau aksesoris yang berlebihan. Semisal kalung yang bandulnya besar sekali sampai menjuntai ke bawah, cincin-cincin yang banyak sekali jumlahnya di jari tangan, tindik dan anting yang bisa mencapai puluhan di satu daun telinga, meski tidak jarang ada yang di hidung serta bibir.

Dinamai “Harajuku”, fashion ala jepang yang mempunyai ciri tersendiri tersebut cukup membuat banyak orang Jepang rindu kampung halaman, ingin segera pulang ke tempat tinggalnya.

2 – Penjaga Toko Ramah

ten in

Mungkin banyak orang Jepang telah dijejali pelajaran mengenai customer service sejak kecil. Karena di mana saja Minna-san berada, Minna-san akan mendapat pelayanan yang memuaskan di sana. Bahkan di dalam mini market sekali pun, yang walaupun sang atasan tidak berada di tempat kerja, mereka tidak akan malas-malasan serta akan terus bekerja dengan sangat giat. Para penjaga toko di Negeri Bunga Sakura tersebut tidak segan-segan berteriak “Irashaimasse!” yang artinya “Selamat Datang!” kepada para pelanggannya yang baru masuk toko. Dan yang berteriak tidak satu-dua orang penjaga toko, melainkan bisa serempak. Mereka pula senantiasa untuk membungkuk kepada Minna-san yang menjadi pelanggan mereka.

Untuk hal satu ini pantas sekali mendapat urutan kedua, karena memang sangat khas bagi orang-orang di Jepang. Negara lain tidak akan ada yang seperti ini.

3 – Pekerja Kantor Ketiduran

Walaupun bukan hal yang jarang untuk menemukan seseorang tertidur di angkutan umum, namun di Jepang, frekuensi para pekerja kantoran yang tiba-tiba tertidur begitu saja di kereta sungguh luar biasa. Tidak heran bila di kereta Jepang kita dapat menemukan orang yang tidak bisa menahan rasa kantuknya, kemudian secara tidak sengaja dia akan tertidur dengan pose-pose yang terbilang cukup nyeleneh. Minna-san pasti tergelitik jika menaiki kereta di Negeri Matahari Terbit.

Selain itu, para pekerja kantor yang tertidur di angkutan umum di Negeri Matahari Terbit itu tidak akan kecopetan, dibuang ke tempat terpencil, diculik untuk dimintai tebusan, atau hal-hal mengerikan lainnya. Kenapa? Karena tindak kriminal di sana sangatlah rendah. Bisa terhitung beberapa persen saja.

4 – Kru Pesawat Terbang yang Membungkuk

Japan Airlines Co. ( JAL) group companies' new employees bow during a welcoming ceremony at the company's hangar near Haneda Airport in Tokyo, Japan, on Monday, April 1, 2014. Photographer: Yuriko Nakao/Bloomberg
Photographer: Yuriko Nakao/Bloomberg

Entah ini ini tindakan berlebihan atau bagaimana, tapi para mekanik dan kru airport sepertinya akan membungkuk untuk menyambut Minna-san saat pesawat mendarat di bandara Jepang. Ini dilakukan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap para ‘flyer’ atau penumpang yang sudah memakai jasa mereka. Oleh sebab itu membungkuk pada pesawat yang baru landing bukanlah hal yang eksplosif. Setidaknya itulah pemikiran menurut mereka. Mungkin tidak bagi yang lain.

Banyak laporan bahwa salah satu yang dirindukan oleh orang-orang Jepang yang tinggal di luar negeri adalah peristiwa satu ini. Hal ini seperti menandakan bahwa kalian ‘sudah di Jepang’ dan bukan masih di luar negeri.

5 – Permintaan Maaf Saat Kereta Terlambat

Orang Jepang

Sebelumnya sudah dibahas secara rinci di Akiba Nation oleh saya sendiri, ternyata masuk pula dalam poin ke-lima.

Tidak hanya bersih, dapat diandalkan, dan ada di mana saja, kereta-kereta di Jepang sangat tepat waktu, bahkan di tengah jam sibuk sekalipun, semua kereta akan datang tepat dengan waktu yang telah ditentukan. Tidak kurang dalam hitungan menit dari jadwal kereta datangnya, bahkan bila kalian terlambat, perusahaan kereta api akan memberikan kalian sebuah kertas laporan yang menjelaskan kepada perusahaan, sekolah, atau instansi lain yang bersangkutan bahwa kalian telat karena keterlambatan kereta tersebut, bukan dari salah kalian. Dan lihatlah, kalian akan bebas dari hukuman apapun! Tidak peduli salah siapa, sang konduktor atau staf stasiun akan tetap meminta maaf atas keterlambatan kereta, sebuah tanda bahwa mereka siap menerima tanggung jawab yang besar karena kesalahan mereka. Di sana tidak ada lalu lintas yang berantakan dan supir-supir yang egois, pengemudi ugal-ugalan seenak jidat. Semua terkoordinir dengan sangat baik. Oleh sebab itu, hal ini akan membuat orang Jepang sekalian rindu kampung halamannya.

Baca juga: Ternyata begini tanggapan orang jepang terhadap perselingkuhan

6 – Dipersilahkan Untuk Menunggu

menunggu

Sama seperti di Indonesia, orang Jepang sangatlah ramah dan perhatian dengan orang lain. Misalnya saat kalian harus mengantri untuk suatu hal, maka kalian akan dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu. Banyak orang luar negeri yang tidak biasa melakukan hal ini. Namun ada satu perbedaan besar dari budaya Jepang dengan Indonesia, saat mereka (Jepang) mengatakan, “Bersediakah Anda untuk menunggu selama 15 menit?“ Artinya hal yang dibutuhkan akan benar-benar datang dalam 15 menit kemudian. Sedangkan di Indonesia, kalian tahu sendiri jika mengantri di Bank. Dan perkara satu ini pun amat membuat orang-orang Jepang semakin kangen rumah.

7 – Kecepatan Internet

Yang ini sudah pasti sangat dirindukan oleh orang Jepang yang ada di negara berkembang. Bagaimana tidak, biasanya di Jepang mereka bisa mengakses internet dengan kecepatan kurang-lebih 11,7 mbps amat stabil, namun di negara berkembang hanya 1 Mbps saja, itu pun selalu terganggu.

8 – Vending Machine

vending machine japan hot food 1

Vending Machine / mesin penjual otomatis di Jepang sangatlah beraneka ragam. Vending machine ini dapat ditemui di setiap pinggiran jalan di Jepang. Mesin ini juga menjual beraneka ragam barang 24 jam, mulai dari makanan- minuman, alat kontrasepsi kondom, hingga majalah dewasa. Wah, siapa saja kira-kira teman Jepang Minna-san yang rindu akan kampung halamannya? 😀 Bisa langsung tag orangnya di sosial media dengan membagikan artikel ini!

SHARE
Previous articleSuka Menyanyi? Yuk Ikutan Audisi Menjadi Vokalis Baru supercell!
Next articleSimak 3 Trailer Game Gebrakan XSEED Di Event E3
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.