Satu lagi anime yang wajib masuk list tonton buat kalian yang suka sama genre keras semacam  post-apocalyptic fiction yang penuh pertempuran berdarah-darah. KOUTETSUJOU NO KABANERI (甲鉄城のカバネリ/Kabaneri of the Iron Fortress), sebuah original karya epic besutan Wit Studio bakal meninggalkan tapak yang begitu membekas di hati kalian para pecinta anime dalam genre berbau gore di musim ini.

Koutetsujou no Kanaberi merupakan seri original yang dibuat tidak dengan bentuk manga sebagai acuan alias langsung muncul dari hasil pemikiran team project. Cerita yang dibawakan dalam serial ini terbilang langka, mengingat beberapa season belakangan jarang ditemui anime olah kolaborasi dari genre gore – scifi yang nendang dan masuk diakal. Pusat cerita ada pada seorang pemuda bernama Ikoma, yang dalam kasus ini berusaha meluluh lantakkan sosok monster paling ditakuti “Kanabe” sekaligus mempertahankan rasa kemanusiaan yang terkikis semenjak mereka menyerang. Kanabe sendiri merupakan manusia yang terinsfeksi virus mematikan pada saat revolusi industri zaman itu sehingga merubah mereka menjadi monster yang tak bisa mati. Satu satunya cara memusnahkan mereka adalah dengan menghancurkan organ berupa jantung menyala yang dilapisi oleh kulit baja. Mereka dapat menularkan virusnya dengan menggigit korban sehingga korbannya pun berubah menjadi Kabane juga.

kabaneri

Episode pertama memperlihatkan kehidupan Ikoma saat masih menjadi pegawai dan manusia. Dikatakan manusia karena pada episode selanjutnya ia berubah menjadi sosok lain. Karena serangan dadakan dari kereta yang mengangkut sekelompok kabane, akhirnya kota diserang rasa mencekam, banyak korban berjatuhan. Melihat hal itu Ikoma tak bisa diam, selama lima tahun ia meneliti senjata bernama Tsuranukizutsu akhirnya berhasil memmbunuh monster tersebut dengan mudah. Tetapi karena ia mendapat satu gigitan, akhirnya ia bertekat kuat untuk menghentikan virus tersebut karena tak ingin berakhir seperti korban lain: berubah menjadi monster dan membahayakan manusia. Ia juga terdorong masa lalu yang memperlihatkan kerabatnya (adik nya?) saat digigit kabane. Episode pembuka ini ditutup dengan manis oleh Ikoma yang berhasil lolos dari virus tersebut. Ia yang tak lagi murni akhirnya berubah lebih kuat dan menjadi “Kabaneri” manusia super yang bisa menumpas para monster namun tak pula melupakan sisi manusiawinya.

Dari segi cerita, sangat menantang dan menegangkan. Tulisan Ookouchi Ichiro (Guilty Crown, Berserk) sangat detail sehingga terlihat jelas bagaimana kompleksnya permasalahan yang ditanggung manusia demi hidup. Ditambah lagi sosok sosok Kabaneri seperti Ikoma yang ternyata lebih dari satu orang menjadi kejutan tersendiri dalam alurnya. Salah satunya kemunculan Mumei, gadis cilik moe yang ternyata lebih kuat dari perkiraan banyak orang. Sosok Mumei juga mewakili kemisteriusan di balik kereta perlindungan yang selalu mereka andalkan. Selain itu pertarungan antara sang ksatria dan kabane yang digambarkan begitu intens tanpa jeda menjadi kunci utama rasa tegang anime ini. Cerita kelanjutan Koutetsujou no Kabaneri tak dapat ditebak, ini menjadi nilai plus tersendiri. Berbeda dari serial anime yang memang terinspirasi dari manga, mudah diterka sepanjang kalian membaca versi manganya, yang ini meskipun sampai mentok juga bakalan susah karena original dari sononya udah penuh misteri 😀 arahan Tetsurou Araki memang patut diacungi jempol.

Lalu dari segi artwork, bagi kalian yang pernah menonton Macross series pasti sudah nggak begitu aneh. Desain karakter nya dibuat oleh Haruhiko Mikoto, halus dan mantap. Sedangkan untuk animasinya sendiri digaet oleh team dari Wit Studio. You know lah,… kemarin mereka sudah sukses memboomingkan Shingeki no Kyojin nya Hajime Isayama dan Owari no Seraph nya Kagami Takaya. Dari pendahulunya aja udah pasti, scene berdarah-darah diperlihatkan jelas tanpa tedheng aling-aling alias no sensor. Buat akiba-chan dan akiba-kei yang nggak terlalu suka melihat mahkluk menjijikkan semacam zombie dan nggak tahan sama cipratan darah mending mundur deh ya. Urungkan niat untuk menonton anime ini sendirian. 😀 Selain itu, gambaran pertarungan gabungan dari senjata api khas era modern dan skill kecepatan berpedang ala jepang zaman dalulu benar-benar memukau. Tak ada yang bisa berkedip dari penampakan indah tersebut. (psst…jangan hiraukan darahnya) 😀 😀 😀

Kabane1 Kabane3

 

Di dengar dari suara pada seiyuu yang sepenuh hati menghidupkan para karakter dalam anime ini rasanya mimin juga sudah lumayan puas dengan hasilnya. Tasuku Hatanaka yang kemarin cuma dari peran sampingan si Kaminari dalam Boku no Hero Academia kali ini memegang peran utama yaitu Ikoma. Image Ikoma yang ikemen dan pantang menyerah jadi semakin kuat. Enak di dengar dan sangat pas dengan penampakan aslinya. pendatang baru Saya Senbongi dipercaya mendampingi tokoh utama sebagai Mumei – si cewek ksatria super moe dan super kuat. Anime ini juga disupport oleh seiyuu papan atas semacam Maaya Uchida (Hiyori – Noragami, Rea – Sankarea), Toshiki Masuda (Haikyuu!!, Jojo), Kaji Yuuki (No.6, Durarara!!) dan the last…. prince Mamoru Miyano. Meskipun secara keseluruhan peran mereka belum terlihat di episode pertama dan kedua. Perfect lah jika dilihat dari wujud para tokoh utama.

Yosh, dan yang terkahir, lagu untuk anime ini baik dari main theme song maupun insert song beneran bikin yang nonton semangat. Disisi lain juga bisa bikin merinding sih. Damn Ryo-san. Melalui suara emas EGOIST, ia berhasil merilis lagu keren khusus untuk anime ini berjudul sama “KABANERI OF THE IRON FORTRESS” sebagai opening. Sedangkan untuk endingnya “ninelie” dinyanyikan oleh Aimer x Chelly. Kedua lagu ini beneran cocok untuk serial Koutetsujou no Kanaberi. Secara keseluruhan anime ini: EPIC, empat jempol deh buat team projectnya. Sayangnya, meskipun sudah mulai mengudara sejak 8 April 2016 lalu kayaknya sepet pending karena gempa kemarin.


Overall: A+

Artwork: A+

Story: A+


 

Kabane2