Akiba-chan dan akiba-kei yang nggak ada kerjaan, eh, hobby mantengin leppi buat cari hiburan animanga, udah nonton berapa judul dalam 2 minggu ini? Di awal musim begini memang getol-getolnya memilah anime yang asyik buat ditonton. Nggak jarang beberapa dari kalian pasti nonton banyak judul. Kalau suka dilanjut kalau nggak yaa bye-bye. Karna mungkin itulah cara termudah mengeliminasi nontonan. Ada cara lebih mudah? Ada. Pantengin artikel review. Hehe. Maka dari itu mimin bakal membawakan review dari salah satu anime musim panas 2016 wajib tonton buat kalian.

Jeng jeeeeng~ Mari kita sorotin FUKIGEN NA MONONOKEAN (不機嫌なモノノケ庵) alias si pengusir hantu yang selalu cemberut. Mimin sudah menemukan episode 1 – 3. Lumayan lah buat permulaan langsung nonton marathon satu stengah jam 😀 Yolah, langsung kita bahas ya!
Fukigen na mononokean AN
Ashiya dan Mojamoja

Kesan pertama saat mantengin episode pertama sesuai dengan angan pas dulu nungguin tayangnya. Menarik. Dari awal masuk penonton (secara nggak langsung) sudah dikenalkan pada sosok berisik Ashiya. Tentunya point yang bikin gemes adalah kisahnya saat pertama kali ketemu dengan Mojamoja (si gembul berbulu). Di episode pertama ini juga muncul mama nya Ashiya yang punya kepribadian rese. Atau mungkin lebih cocok disebut menyebalkan kali ya. Hehe. Buat kalian yang nggak ngikutin manga nya, anime ini cukup jelas membeberkan alur cerita dari menit pertama sampai nyambung ke episode selanjut-selanjutnya. Nggak akan bingung deh. Lagian karena genrenya komedi jadi nggak begitu makan waktu buat mikir. Beda dengan 91 Days atau sejenisnya.

Mojamoja makin besar, dan Mama yang sedikit urusai :D
Mojamoja makin besar, dan Mama yang sedikit urusai 😀
Nope. Abeno dr awal emang menyebalkan. Haha
Nope. Abeno dr awal emang menyebalkan. Haha

Lalu sedikit peringatan buat fujo,… eheemm… mungkin pertemuan Ashiya dengan Abeno dan kelanjutan hubungan keduanya berpotensi menjadi racun fantasy tersendiri. Hati-hati. Karna Fukigen Na Mononokean terlalu manis jadi kalian harus ekstra menahan perasaan 😀 Sosok Ashiya sendiri hadir mengusung pribadi periang, mudah panik, berisik dan punya kelemahan nggak tegaan. Suara nyaring manja Kaji Yuuki rasanya juga pas untuk Ashiya. Sedangkan Abeno lebih kearah badass, nggak banyak bacot dan terkesan sering marah-marah. Tomoaki Maeno berhasil menhidupkan sisi mbencekno sekaligus gemesin dari si Abeno.

adu mulut antara Papa nya Zenko dan Ashiya. Dilerai Abeno, kyaaaaah... apa ini XD
adu mulut antara Papa nya Zenko dan Ashiya. Dilerai Abeno, kyaaaaah… apa ini XD
Ini nih pas ngajak pulang. Apakah kalian merasakan aura Yandere dari Abeno? #disepak
Ini nih pas ngajak pulang. Apakah kalian merasakan aura Yandere dari Abeno? #disepak

Kedua orang ini bisa sangat cocok dan saling mengisi ketika bersama. Bukan, maksud mimin bukan cocok romantis. Ahaha. Cocok dengan pencitraan dan pekerjaan sebagai pendeta youkai. Bahkan di episode ke-3 saat Ashiya ditugaskan mencari topeng tertawa milik client Abeno-pun, image manis bawaan Kaji menempel jelas. Eh. Dari sisi cerita sih, penyajiannya apik, akurat dengan apa yang ada di manga. Dan cocok dengan seiyuunya. Ringan, tidak membosankan, sehingga menjadi pilihan tepat dalam deretan anime musim panas 2016 ini.

Dari sisi artwork…Awesome.

Sasuga Tomohiro Ono yang membuatnya sparkling ala boiben. Fyi, beliau juga animator yang menangani B-project 😀 . Ditambah lagi emang produksi Fukigen Na Mononokean ditangani Studio Pierrot+ dan Square Enix. Jadi, udah bisa menerka kan kualitasnya kayak apa.

  • Syarief Ahmad Jauhar

    agak mirip natsume yuujinchou tapi versi dengan ada duitnya ahaha

    fujo baitnya lumayan terlihat (kalo udah ngerti begini jadi kurang menikmati euy)