Fujoshi dan Fujodanshi mana suaranyaaaaa!? 😀 Balik lagi nih sama mimin yang bakal menyoroti sedikit tontonan penuh vitamin di dunia perbatangan. Hehe. Kali ini mari kita flashback sebenetar ke DOUKYUUSEI. Karya oneshoot dari Asumiko Nakamura yang hype sejak akhir Januari 2016 lalu. Yah meskipun sudah hampir semusim movie anime nya tayang, sampai sekarang masih banyak mata yang kelewatan nonton kisah epic ini. Pertama mungkin karena website-website treaming tidak banyak yang mengungah anime berbau romance sesama jenis tersebut bahkan tidak banyak sorotan dari situs streaming terkenal sekalipun. Yang kedua nemu sub nya setengah mati, yes, mimin ulangi, setengah mati. Untung-untungan nemu link download atau streaming tapi masih ada cobaan besar karna tersaji dalam raw atau sub china. Hahahaha. #miminkebal

Nah, setelah melewati tiga bulan penantian akhirnya muncul juga yang ngesub ke english.  Maka dari itu setidaknya waktu mimin ngasih review disini kalian yang belum pada nonton nantinya bisa menikmati dengan tenang tanpa terganggu huruf keriting bertebaran 😀

Doukyuusei (同級生/Classmatepada awalnya terbis sebagai sebuah manga oneshoot di tahun 2006 kemudian berlanjut ke sequel dengan judul Sotsugyousei (卒業生). Yak mari kita bahas sedikit demi sedikit. Pertama dari judul udah jelas banget memiliki arti “teman sekelas”. Udah bisa ketebak kan arah ceritanya bakalan kemana? ke kisah antara dua orang yang berada dalam satu ruangan kelas. #garing #abaikan. Tetapi kisah dalam serial ini bukan kisah slice of life biasanya. Ada sentilan romance halus yang bakal bikin merinding.

Animenya dibuka dengan suasana ricuh kelas binaan Hara Manabu yang biasa diplesetkan dengan panggilan “HaraSen” (mendekati kata “sekuhara” dalam pelafalan jepang). Kericuhan maklum terjadi sebab dikelas tersebut hanya nampak gerombolan siswa-siswa penghuni sekolah khusus putra. Mereka punya tanggungan menyajikan paduan suara untuk sebuah festival sekolah. Dimana mereka harus mementaskan lagu berjudul Moyuru Wakaba dalam dua suara berbeda yakni tenor dan alto. Kisah tak biasa bermula ketika seorang anggota band badass Kusakabe Hikaru (Beyan) tersadar bahwa teman sekelasnya yang sangat pintar dan kutu buku, Sajou Rihito, tidak ikut bernyanyi pada saat latihan di kelas.

Baca juga: Aime Review – Koutetsujou No Kabaneri

Awalnya, si Kusakabe mengira Sajou hanya menyepelekan pementasan tersebut. Ternyata…..Sajou memang tak bisa bernyanyi sehingga Kusakabe akhirnya menawarkan diri untuk mengajarinya sampai hari pementasan. Tak disangka ini lah pertemuan yang penuh makna. Tanpa sadar, semakin hari, Kusakabe semakin menyukai Sajou. Bahkan ia tanpa sengaja “menyerang” Sajou saat malam setelah latihan.

Hari pementasan akhirnya datang. Melihat Sajou dapat bernyanyi dengan lancar Kusakabe malah menangis diatas panggung dan berakhir dengan lari keluar ruangan. Tanpa sadar ia menggerutu sambil menangis bahwa ia cemburu. Ia pikir Sajou bernyanyi karena demi HaraSen. Pada scene ini bakalan jadi scene “nembak” yang kelihatan biasa banget tapi beneran bikin anget mata penonton. Aura love-love nya nggak berlebihan. Ciuman nya pun nggak berlebihan tapi nggak seperti romance murahan.

Yep, selanjutnya silahkan ditonton sendiri. 😀 Mimin cuma bakal sedikit ngasih spoiler-spoiler kecil yang bikin pengen cepet nonton. Yang jelas, kisah mereka nggak berhenti cuma sampe sekali cipok habis 😀 masih ada konflik yang harus diselesaikan sampai klimaks. Misalnya pada saat mereka sudah saling cinta tapi harus menghadapi tentangan dari teman satu band Kusakabe yang merasa rada aneh dengan hubungan cinta tersebut. Atau saat mereka berdua tau si HaraSen juga suka Sajou. Sepertinya disini HaraSen merupakan satu-satunya guru yang pernah berpengalaman dalam kisah cinta shounen-ai. Tetapi yang paling menyakitkan saat ditonton adalah ketika konflik intern terjadi. Sajou akan ke Kyoto Daigaku sementara Kusakabe tidak ingin menjalani long distance relationship. Cara keduanya menyelesaikan masalah itu sangat diluar dugaan. Dan siap siap kokoro melting 😀

Dalam anime ini cerita yang disajikan sama persis dengan yang ada dalam manga. Dan jujur saja, nggak seperti kebanyakan anime yaoi/shounen-ai yang sedikit “liar”. Disini kalian nggak bakal nemu adegan-adegan terlalu nggilani. Sebaliknya, movie sepanjang satu jam lebih beberapa menit tersebut dipenuhi dengan bunga-bunga romance kalem. Mulai dari pengakuan cinta, pendalaman, sampai keintiman sepasang kekasih sangat jelas diperlihatkan dalam bentuk yang lembut. Bahkan untuk kalian yang bukan fujo pun mimin kira nggak bakalan alergi saat nonton ini. Apalagi dibumbui dengan humor simple. Yaa… dikit lah paling. 😀 Minus ceritanya sih kayaknya cuma di bagian ending yang ngambang kayak serial shoujo.

doukyuusei2

Dari segi artwork. Perfect! Nggak kontras dari ceritanya, artwork nya juga lembut. Tapi nggak membuang sisi manly dari para karakternya. Nggak heran sih, soalnya sang mangaka juga langsung turun tangan bersama Akemi Hayashi (desainer untuk anime Bokura Ga Ita). Plus….animasinya ditangani oleh duet A-1 Picture + Aniplex.  Untuk lagu dan musik ada Kotaro Oshio dan Yuki Okazaki yang mempersembahkan lagu-lagu manis, adhem ditelinga sebagai original soundtrack.

Dari segi seiyuu….tebak, Kamiya Hiroshi nggak pernah seliar ini sebagai seme. Yah meskipun image blansaknya masih nempel di beberapa bagian, seperti saat Kusakabe ngawatirin si Sajou. Sedangkan suara basah Kenji Nojima cocok banget untuk memerankan Sajou. Oh may gawwwd~ jadi hidup banget deh ini cerita cinta mereka. Serasa nagih denger suara desahan si Sajou #digaplokramerame. 😀 😀 😀 Secara keseluruhan sih ini anime MUST WATCH, cuma rada mangkel aja di endingnya. Semoga prequel Sotsugyousei nya juga cepetan naik jadi anime. Atau manga spinoff si guru Sora to Hara nya juga boleh. Hahaha.


Overall: A

Artwork: A

Story: A


dooo

 

  • trashwu

    WASPADA
    ANIME INI BISA MENYEBABKAN DIABETES DIKARENAKAN KADAR GULANYA YANG TERLALU TINGGI
    ALIAS MANEEEEEEEEES BANGEDH /////////

    *capslockjebol