Sejak muncul kabar bahwa serial horor plus supranatural AJIN bakal menayangkan film trilogy plus serial televisi anime, jagad memang sudah diguyur rasa penasaran tinggi. Puncaknya, ketika kabar premiere film bagian pertama penyeruak pada pulan November 2015 lalu, para fans yang menunggu dibuat sedikit kecewa karena film tersebut tidak kunjung mengudara di luar Jepang.

Akhirnya setelah masa penantian panjang mimin menemukan situs streaming yang menayangkan film bagian pertama sepanjang 108 menit meskipun masih berupa raw tanpa subtitle sama sekali sih. Bagian dari trilogy yang diberi judul AJIN PART 1: SHOUDOU ini sepertinya memang dibuat untuk memberikan cerita opening bagi para penonton yang belum pernah membaca bahkan mendengar versi manganya secara langsung. Pada bagian pembukaan disajikan flashback pada keadaan perang di luar Jepang (seperti Afrika atau sejenisnya), di perang tersebut terdapat seorang tentara yang menembaki warga sipil lalu dilumpuhkan oleh tentara lainnya dengan bius, ternyata ia adalah seorang Ajin (sepertinya itu adalah masa lalu Sato, mengingat dia dulu juga seorang militan). Barulah dari cerita tersebut mengarah pada kehidupan Nagai Kei, cerita pembukaan tersebut merupakan tambahan yang tidak ada dalam versi manganya. Cerita berlanjut pada Kei yang tertabrak mobil dan hidup kembali, menekankan bahwa dia merupakan salah satu dari spesies Ajin atau manusia yang tak bisa mati yang sedang gencar diburu oleh pemerintah.

Ajin review Akibanation (1)

Lupakan dongengnya, mimin ga akan ngasih spoiler lebih jauh. Ada beberapa aspek yang ingin mimin komentarin disini. Haha. Pertama dari segi cerita, Ajin Part 1: Shoudou rasanya sudah cukup menjadi pembuka trilogy yang mantap. Pemusatan cerita pada pengenalan tokoh dan kejadian awal adanya Ajin sangat berhasil menarik perhatian bahkan bagi yang nggak ngerti manganya sekalipun. Alur yang disajikan dalam film pertama ini bisa dibilang 95% mirip dengan aslinya. 5% Sisanya berupa tambahan, yang di manga cuma muncul sebagai rentetan dialog diwujudkan dalam scene beneran seperti kemunculan perang diatas. Seterusnya, sama persis kok. Dengan durasi panjang 108 menit rasanya untuk membeberkan kisah sampai pada pertempuran one by one Kei melawan Sato masih terlalu singkat, kesannya ada bagian yang dipercepat. Namun ending yang di cut di pertengahan pertempuran bagi mimin cukup menjadi gelora tersendiri untuk menantikan film keduanya. yes, emang harus ditunggu.

Ajin review Akibanation (1)
Lalu dari segi animasi, hmmm… keren, jika kalian nontonnya pake versi HD, kalau enggak ya… siap-siap ngerasa aneh. Semi 3D garapan Studio Polygon emang baru kelihatan kelas kakap kalau ditampilkan dengan kualitas maksimal. Urungkan niat nonton kalian jika cuma menemukan video low-res. Terutama bagian kemunculan IBM Izumi dan Kei (Invisible Black Matter/Kuroi Yuurei) yang dapat dilihat begitu nyata dan berkelas, suka, ini bagian point plusnya. Darah kalian serasa ikut mengalir saat animasi mereka diperlihatkan. Ditambah lagi sound dan musik buatan ‘pegawai’ starchild emang nggak bisa dikelabuhi. Mantap dan tebal. Bisa bikin bulu kuduk berdiri sekaligus menggiring rasa penasaran yang menggebu. Action mereka terasa lebih nyata dengan dukungan sound-sound tersebut. Terlepas dari opening theme nya yang nggak mimin temukan sama sekali di versi raw ini.

Kemudian untuk para Seiyuu/Pemeran pengisi suaranya… wait…. “Ini si Mamoru Miyano dan Hosoya Yoshimasa nggak salah peran kan?” itu yang pertama kali mimin pikirkan. Karena mimin udah dari awal mengikuti versi manganya jujur mimin agak terkejut. Hahaha. Si Mamoyan yang biasa teriak-teriak gila enggak jelas di film ini kebagian peran Nagai Kei yang punya sifat ‘nggak begitu teriak’. Hahaha. Sebaliknya, peran Kaito yang begitu ceria dan lumayan banyak omong malah di lempar ke Hosoya. (-______-|||) ) ) )

Tapi ternyata setelah nonton sampai habis, emang nggak sepenuhnya ketukar peran sih. Team project menentukan Hosoya sebagai Kaito mimin pikir karena ingin lebih menonjolkan sosok dewasa yang tenang dalam diri Kaito sebagai teman dekat Kei. Teman yang tak dianggap lebih tepatnya, hiks. Sedangkan Mamoyan, ciri khas gilanya kelihatan sangat hidup di bagian Kei labil (meskipun teriaknya agak lebay). Kei yang labil masih memperlihatkan sisi-sisi ketakutan sehingga lengkingan Mamoyan sangat dibutuhkan. Setelah masa labil selesai ternyata Mamoyan memang bisa menguasai karakter Kei dengan kemiripan 90% lah. Pemilihan Mamoyan sebagai Nagai Kei mungkin juga di dasarkan kepada kemampuan Ajin Kei yang miliki kemampuan lengkingan suara sebagai senjata utama.

Ajin review Akibanation (3)

Selain peran Mamoyan dan Hosoya, ada juga Sakurai Takahiro yang memerankan Tosaki Yuu. Rasanya Sakurai memang cocok untuk memerankan om ganteng dan smart ini. Suara beratnya yang khas menambah misterius si tokoh Tosaki. Hanya saja beberapa seiyuu untuk tokoh tambahan seperti adik dan ibu Kei kurang sesuai dengan harapan mimin 🙁

Secara keseluruhan film pertama dari trilogy ini bagus banget untuk ditonton, selama kalian paham alurnya, dan nonton dengan kualitas HD, dijamin nggak akan menyesal. Seluruh komposisi disajikan secara apik oleh team produksi yang memang udah bagus reputasinya. Semoga aja versi anime televisinya juga bisa sebagus film ini 😀


Title           : AJIN PART 1 – SHOUDOU

Author       : Sakurai Gamon

Sutradara  : Hiroyuki Seshita

Artwork     : A

Story         : A+

Overall      : A


 

ajin

Sinopsis Asli:

AJIN  (Demi-Human) adalah sebuah karya epic Sakurai Gamon yang mengisahkan tentang perjuangan hidup para manusia immortal alias ngga bisa mati. Diceritakan dalam manga nya bahwa dunia sedang heboh memburu para Ajin atau manusia immortal ini yang diperkirakan ada 47 orang. Dua diantaranya ada di Jepang. Mendengar hal itu, Nagai Kei si tokoh utama mulai memiliki pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran masyarakat bahwa Ajin adalah musuh berbahaya yang perlu dibasmi. Suatu hari ia menemukan bahwa jati dirinya yang sebenarnya adalah Ajin yang dapat memanipulasi lebih dari satu IBM. Banyak orang berlomba memburu Kei, termasuk Satou si Ajin Psikopat. Namun akhirnya ia bergabung dengan pemerintah bersama Kou (salah satu Ajin) demi untuk mengalahkan Satou yang mulai mengancam keselamatan banyak orang. Disinilah ia mulai mengetahui kenyataan bahwa Ajin di Jepang tak hanya sebatas mereka saja. Masih banyak jati diri misterius yang belum diketahui kebenarannya.

  • Syarief Ahmad Jauhar

    hmmm kalo nonton ini masih perlu gak sih nonton series tv nya?

    • E. Rin

      masih dong, ini baru chapter awal doang loh, hehe…bakalan lebih seru tv seriesnya kayaknya malah 😀

  • hasanah

    animenya epic banget dah kepo sama yg ini juga

  • Rumah Anime

    keren keren 😀