Jika kalian mengikuti serial anime 91 DAYS dari awal. Mungkin kalian punya pemikiran sama dengan apa yang mimin pikirkan. Di awal episode kita disuguhkan pada DAY 1 yang cukup menantang. Sepercik alasan kuat mengapa anime ini bakal tersaji dalam 91 episode! Ya, ya, muri sih tapi. Ngayal banget kalau beneran dikasih ending sampai sembilan puluh satu episode, mengingat merupakan sebuah project original.

Nyatanya, seperti kebanyakan anime musiman lainnya. Alih-alih nyampe puluhan, anime garapan Hiro Kaburagi tersebut malah sudah finale di episode 12. Episode pertama dan kedua memperlihatkan perkembangan cerita yang lumayan bikin keder nunggu. Sosok Angelo Lagusa/ Avilio Bruno dengan segudang misteri pembunuhan kelam keluarga Lagusa memang mampu membuat penonton buka mata mendukung debutnya. Namun jujur, sampai episode ketiga, kalau akiba-chan dan akiba-kei jeli pasti sudah mencium aroma alur cerita yang mudah ketebak dan membosankan. Bayangkan saja. Belum apa-apa, Vanno, salah satu dari pelaku pembunuhan tersebut dengan gampangnya mati. Maygawd…

Cerita seputar konflik keluarga Vanetti juga nggak penting-penting banget mulai dari kebodohan Frate sampai terbunuhnya  Ronaldo. Cuman disini yang masih bikin pengen lanjut nonton adalah alasan Avilio nggak membunuh Nero. Padahal dia sudah menghabisi banyak orang, termasuk sahabat karibnya Corteo dan si pengirim surat, Ganzo. Yang sejatinya ingin memanfaatkan ambisi balas dendam Avilio untuk menguasai Vanetti Family.

page

Ditengah huru-hara penumbangan Vanetti oleh Galassia pada episode terakhir. Sedikit ada titik terang mengapa Avilio tak bisa membunuh Nero. Rasa-rasanya ia memang sudah dari awal tak ingin membunuhnya. Mulai dari alasan ia ingin memberikan rasa sakit yang sama sebagai yatim seperti apa yang ia rasakan. Sampai teori bahwa Avilio sudah mulai memiliki “perasaan” pada Nero. Hmmm,,, maksudnya, Avilio mulai menganggapnya ada sebagai alasan hidup karena sudah terbiasa bersama dan dipercaya oleh Nero. Terlebih, mengapa ia bisa hidup sampai sekarang karena Nero dulu tak jadi membunuh anak pertama Testa Lagusa tersebut.

Baca Juga: ANIME REVIEW: Fukigen Na Mononokean (Start 1- 3)

Pada ending di episode 12 ini ada yang masih sedikit mengambang dimata mimin sebagai penonton. Jika kalian lihat, setelah Avilio dan Nero sampai ditepi pantai, setelah kejadian pengakuan satu sama lain di pinggiran hutan. Nero jadi punya keberanian menembakkan pistolnya pada Avilio. Anggaplah Avilio mati. Berarti dalam hal tersebut Avilio memang memberi kesempatan Nero untuk membunuhnya, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama tujuh tahun silam yang mengakibatlan balas dendam bodoh ini terjadi. Dengan begitu mimin yakin, sangat kecil kemungkinan bakal ada season selanjutnya untuk anime 91 Days. Walaupun mimin setengah mati pengen animenya lanjut sampai episode 91. Hahahaha

91 days 12 akibanationn
surpriiiiseee~ akankah Avilio mati di tangan Nero?

Namun sisi “ngambang” nya adalah tidak ditunjukkan Avilio apakah benar-benar mati atau hanya Nero yang mengarahkan pistolnya secara acak? Jika ya, bisa jadi Avilio hanya terluka. Memilih untuk tetap di pantai karena tak lagi punya keinginan untuk hidup. Sehingga Nero meninggalkannya begitu saja. Dengan twist ending yang membingungkan seperti ini ada baiknya sedikit berharap nanti bakal tayang 91 Days season ke-2 , 3 dan seterusnya. Tentu dengan konflik yang lebih menantang dan berbeda. Hahaha.

REVIEW OVERVIEW
Artwork
8
Story
6
SHARE
Previous articleTK from Ling Tosite Sigure Rilis Album & Pamerkan MV “Wonder Palette”
Next articleSurvey Mewmbuktikan Cowok Jepang Nggak Suka Sama Cewek Moe
「ぶっ殺されてえのか、てめーら。」
  • Yuuki

    Ane setuju nih sama mimin, iya tu ending nge gantung banget dan ane entah mengapa kali ini setuju2 aja tokoh utamanya mati. Padahal biasanya ane misuh2 😅. Mungkin karena peran avilio dari awal emang cuma balas dendam dan itu udah terlaksana (walaupun si nero disisain).

  • awalnya mau nonton ini dan masuk list tontonan saya kemaren
    tapi setelah membaca sepertinya harus saya urungkan niatnya hhahaha