Tak begitu mengherankan bagi sebuah anime untuk memiliki fanservice yang ecchi, mulai dari oppai besar sampai adegan pantsu. Sesuatu yang bisa jadi daya tarik dan juga yang dianggap rendah oleh komunitas anime dari seluruh dunia. Tapi anime Majo no Tabitabi yang tayang musim ini memilih sesuatu yang menarik, dimana dikatakan kalau author originalnya memohon agar anime tersebut tidak ada fanservice pantsu.

Majo no Tabitabi – The Journey of Elaina berawal dari light novel yang ditulis oleh Shiraishi Jougi dengan ilustrasi yang digambarkan oleh Azure. Mengisahkan seorang gadis cilik bernama Elaina yang saat kecil terinspirasi untuk menjadi penyihir dan berpetualang menjelajahi dunia, sesuatu yang nantinya terwujudkan, dan iapun menjelajah melihat-lihat dunia ke berbagai tempat.

Novel tersebut diadaptasi menjadi anime yang tayang pada musim ini yang dianimasikan oleh studio C2C dan disutradai oleh Kubooka Toshiyuki. Anime tersebut juga ditayangkan di region Asia termasuk Indonesia oleh Muse Asia, yang telah merilis episode pertamanya minggu lalu dan sebentar lagi akan merilis episode keduanya minggu ini.

Dan sekalian balik ke topik, Shiraishi sang author telah memberikan komentarnya akan adaptasi tersebut dalam wawancara di majalah NewType. Dan disitu dikatakan kalau ia hanya memiliki satu request kepada staff anime itu, yaitu agar mereka untuk sama sekali tidak membuat adegan pantsu.

Sesuatu yang mungkin agak aneh melihat banyak anime yang suka memasukkan fanservice, tapi Shiraishi menjelaskan kalau ia ingin agar anime tersebut dapat ditonton oleh banyak orang dari segala umur, dan agar fanbase seri itu juga terdiri dari orang-orang dari berbagai umur.

Dan dari episode pertamanya, terlihat kalau staff anime Majou no Tabitabi benar-benar menerima request dari Shiraishi, dengan adanya beberapa adegan yang berpotensi memperlihatkan pantsu tapi disitu diberi halangan yang natural dan tak mengganggu seperti sensor Langit Suci atau asap yang biasa dipakai di berbagai anime.

Shiraishi juga memberikan beberapa pujian pada anime tersebut, seperti pada concept artist Nishio Kazumasa yang gambarannya dikatakan jauh lebih indah daripada yang dibayangkan oleh Shiraishi, dan juga memuji akting para seiyuu dan lagu ending yang dinyanyikan oleh Choucho.