Pengiriman pesan ancaman bisa terjadi pada nama-nama besar, dan itu juga terjadi di Jepang. Dan mereka juga suka diseriusi karena memang bisa ada resiko kalau ancaman tersebut bisa jadi kenyataan dan jadi melukai atau membunuh banyak orang, apalagi saat-saat ini di Jepang karena kejadian yang menimpa studio Kyoto Animation. Contoh baru hal tersebut adalah ditangkapnya seorang wanita karena mengancam mati toko Animate.

Sesuai dengan namanya, Animate adalah toko yang spesial menjual barang dan merchandize anime, dan juga manga dan game. Bahkan toko tersebut bisa dibilang adalah toko animanga dan game terbesar di Jepang dengan jumlahnya yang lebih dari 100 toko, dan mereka juga memiliki toko-toko yang ada di beberapa negara tetangga Jepang, selain juga memiliki 2 toko online.

Brand dan nama sebesar itu tak mengherankan jika memiliki hater yang bisa muncul dari berbagai alasan, dan salah satunya ditangkap oleh pihak polisi Metropolitan Tokyo awal minggu ini atas tuduhan mengganggu bisnis dan keamanan perusahaan.

Dan itu karena ia berkali-kali mengirim pesan ancaman kepada toko Animate. Pengirim pesan itu tak diberitahukan namanya, tapi dikatakan kalau ia adalah seorang wanita pengangguran berumur 34 tahun keturunan Korea yang tinggal di Distrik Istimewa Minami di Nagoya.

Pihak polisi menjelaskan kalau ia mengirim 13 pesan kepada Animate dari tanggal 8-22 Agustus, yang dikatakan berisikan kata “Bunuh” sampai sekitar 3.582 kali dan mengatakan kalau para staff Animate harus bersiap mati kapan saja.

Dan yang lebih serius lagi, mengatakan “Seandainya kalian yang mati daripada mereka yang di Kyoto Animation”. Mengingat betapa besarnya kehancuran dan kematian yang terjadi dari tragedi kebakaran studio KyoAni, wajar jika pihak polisi jadi bertindak, seperti kasus ancaman pernah terjadi juga pada anime studio Khara.

Dan semua itu juga telah diberikan alasannya, dengan dikatakan kalau sang wanita telah dikeluarkan dari servis online toko Animate karena ia berulang kali membuat dan membatalkan pesanan. Wanita itu telah mengakui perbuatannya dan juga mengatakan kalau ia merasa marah akan respon toko itu.