Suka muncul masalah hater dimana mereka memberikan ancaman secara online. Dan hal tersebut diseriusi di Jepang, dengan potensi ancaman mereka bisa terjadi memang lumayan besar kemungkinannya benar-benar dilakukan, membuat pihak polisi jadi beraksi begitu ada masalah macam itu. Contohnya baru-baru ini saat seorang pria ditahan oleh polisi karena ia memberikan ancaman mati pada studio Khara.

Studio Khara adalah studio anime yang didirikan oleh sutradara anime terkenal Anno Hideaki. Sesuai dengan hal itu, studio Khara terkenal memproduksi seri reboot dari anime yang membuat nama sang sutradara jadi terkenal, Rebuild of Evangelion, yang kini sedang mempersiapkan film penutup reboot tersebut dan juga bersiap-siap akan projek barunya, Shin Ultraman.

Anno sebagai pencipta dari salah satu anime dengan ending paling kontroversial yang pernah ada, tentu tak asing akan ancaman. Jadi mungkin ancaman macam ini terasa lumayan biasa. Tapi dikarenakan tragedi yang menimpa dunia anime beberapa bulan lalu, ancaman ini jadi hal serius.

Karena sang pengancam, yang dikatakan adalah seorang pria pengangguran berumur 35 tahun yang tinggal di Okayama bernama Inukai Noriaki, tak hanya mengirim pesan melalui komputer rumahnya yang bertuliskan “mati kau” tapi juga yang mengatakan “Akan bagus ya kalau yang menimpa Kyoto Animation tidak terjadi padamu”.

Ya, tragedi Kebakaran Kyoto Animation yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2019 kemarin yang menjadi salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah Jepang dan yang terbesar dalam era Reiwa, dan merenggut nyawa sampai tiga puluhan staff Kyoto Animation.

Mengingat betapa besarnya kejadian tersebut, tentu ancaman macam itu tak dipandang remeh, dan sang pengancam kemudian dibawa oleh pihak kepolisian untuk ditahan. Dan setelah itu Inukai mengakui kalau ia melakukan hal tersebut.

Inukai mengatakan kalau ia telah berkali-kali mengirim pesan ancaman sejak tiga tahun lalu tapi tak ada balasan. Dan ia kemudian mengatakan pesan mengenai Kebakaran KyoAni tersebut karena ia tahu kalau pesan itu akan membuat mereka merasa ketakutan. Pihak polisi mengatakan kalau ia mengirim pesan-pesan itu karena ia mengaku kalau hak cipta anime Khara adalah milik keluarganya.