Minasan pastinya tahu kalau anak sekolah itu wajib pakai seragam ketika melaksanakan kegiatan belajar. Entah itu SD, SMP, maupun SMA dan sederajatnya. Hanya kuliah saja yang diperkenankan tidak memakai seragam, kecuali jas dan baju praktik. Lantas, apakah ini juga berlaku bagi Jepang? Pada kenyataannya tidak. Anak SD Jepang tidak pakai seragam sekolah.

Anak SMP dan SMA di Jepang mungkin diwajibkan memakai seragam sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar. Namun, tidak bagi anak SD Jepang. Mengapa bisa begitu? Apa alasan di sebaliknya? Demi mengetahui alasan mengapa anak SD Jepang tidak pakai seragam sekolah, maka Akiba Nation akan menyajikan daftar ulasannya di bawah ini untuk Akiba-chan dan Akiba-kei semua! 😀

1. Harga Pembuatan Mahal

Penyebab pertama mengapa anak SD Jepang tidak diwajibkan memakai seragam sekolah adalah karena harganya yang mahal. Untuk membeli sebuah seragam sekolah SD, orangtua mesti merogoh kocek sebesar 10.000 yen atau sekitar 3 juta rupiah. Kisaran harga yang cukup tinggi untuk sekadar satu setel pakaian formal, bukan? Bahkan, untuk negara maju sekelas Jepang yang mana pendapatannya lumayan besar, harga tersebut tetap saja mahal.

Bagaimana jika membeli bahannya dan minta dijahitkan ke tukang jahit? Jika di Indonesia, cara seperti ini mungkin bisa menjadi cara terbaik bagi yang ingin mendapatkan seragam sekolah SD dengan harga terbilang murah. Meski sebenarnya, harga seragam sekolah SD yang dijual di pasaran pun sama murahnya. Walaupun untuk ukuran tertentu tidak ada di pasaran. Nah, di Jepang, cara tersebut tidak dapat dilakukan. Mengapa? Karena upah tukang jahitnya saja mahal, dan susah mencari tukang jahit di sana.

 

2. Dua Setel untuk Satu Musim

Minasan mesti tahu, seragam sekolah anak SD Jepang atau tingkat pendidikan di atasnya memiliki empat jenis seragam, yakni mengikuti musim-musim yang ada di negara tersebut: semi, panas, gugur, dan salju. Setidaknya seorang pelajar harus memiliki dua setel pakaian untuk diganti setiap harinya pada satu musim. Ada empat musim yang berlaku, dan berarti harus ada delapan setel pakaian seragam sekolah yang wajib dipersiapkan orangtua.

Omong-omong, mengapa bisa jenis seragam sekolah SD di Jepang berbeda-beda tiap musimnya? Ini dikarenakan suhu cuaca per musimnya bisa begitu ekstrem. Dan untuk melindungi pelajar dari suhu cuaca yang ekstrem, maka pihak sekolah atau produsen menyiapkan seragam yang telah disesuaikan dengan karakter cuaca tiap musimnya. Contohnya, jika musim panas, seragam akan lebih tipis dan terbuka. Dan kalau musim dingin, seragam bakal lebih tebal dan tertutup.

 

3. Efek Negatif

Anak SD Jepang.

Kalau di Indonesia, seragam mungkin bisa jadi alat yang ampuh untuk mengurangi efek negatif pada diri anak karena fungsinya yang dapat menyamarkan status sosial seorang anak menjadi sama rata. Di Jepang, seragam sekolah anak SD malah dianggap sebagai alat yang ampuh untuk mendidik anak agar memiliki sifat yang tidak terbiasa dengan perbedaan. Orangtua Jepang percaya, jika anak mereka sedari kecil hanya melihat satu warna, maka ia tidak akan dapat menerima warna-warna yang lain. Oleh sebab itu, banyak anak SD Jepang tidak pakai seragam sekolah.

Ya, walaupun mungkin ada beberapa efek positif dari memakai seragam, seperti mendidik anak agar bersikap lebih disiplin dan patuh pada peraturan. Namun, orang Jepang yang terkenal sebagai bangsa yang amat disiplin dan sangat mematuhi peraturan yang ada, pandangan efek positif dari seragam sekolah ini malah dianggap tidak terlalu berpengaruh. Ditambah lagi, tidak akan ada anak yang di-bully hanya karena memakai pakaian yang kualitasnya jelek, dikarenakan kesenjangan ekonomi masyarakat di Jepang tidak terlalu besar. Artinya, di sana enggak bakalan ada anak kaya yang bakal bilang ke anak miskin, “Lo ngomongin gue di perosotan kan?”. Oke deh, dilanjut saja.

Baca juga: 10 Menu Makan Siang Sekolah Jepang yg Paling Dirindukan Sampai Tua

 

4. Penculikan

Dari sekian banyak alasan kenapa anak SD Jepang tak pakai seragam sekolah, nomor ke empat ini adalah alasan yang paling unik. Kok ada hubungannya ya, penculikan dengan seragam? Ada dong! Di Jepang, kebanyakan anak SD yang memakai seragam sekolah itu sekolahnya di swasta. Seperti yang kita tahu, sekolah swasta terkenal sebagai sekolah elit dengan bayaran semester yang mahal dan memiliki seragam sekolah yang bagus. Siapa pun yang bersekolah di swasta pastinya diasumsikan berasal dari keluarga kaya. Oleh sebab itu, banyak anak SD Jepang yang memakai seragam sekolah menjadi sasaran penculikan.

 

5. Kebijakan Pemerintah

Anak SD Jepang-2.

Seiring dengan keluhan mahalnya seragam sekolah SD Jepang dan poin-poin di atas dari masyarakat, maka tentunya pemerintah tidak menutup mata atas hal tersebut, terutama dari Kementerian Pendidikan Jepang. Berbagai macam pendapat dari orangtua yang memiliki anak sekolah dasar kemudian ditampung menjadi satu. Setelah itu, pendapat-pendapat tersebut akan digodok bersama bagian pemerintah yang bersangkutan dalam masalah ini. Setelah perumusan solusi, maka dikeluarkan kebijakan bahwa anak SD Jepang diperbolehkan tidak memakai seragam sekolah, kecuali tingkat SMP dan SMA/Sederajatnya.

 

6. Kebijakan Sekolah

Setelah keluar pernyataan dari pemerintah, maka kebijakan-kebijakan sekolah SD di Jepang pun berubah. Walaupun sebelumnya, kebijakan sekolah SD mengenai seragam memang sudah agak longgar dikarenakan banyaknya pendapat dari orangtua. Sekolah memang memiliki hak untuk mengelola kebijakannya sendiri terlepas dari peraturan pemerintah. Meski begitu, peraturan tidak boleh melangkahi norma-norma yang sudah diatur dalam pasal-pasal ketat milik pemerintah. Jika terjadi penyelewengan, pemerintah berhak mencabut izin sebuah sekolah dan menonaktifkannya.

 

7. Budaya

Anak SD Jepang-3.

Seperti yang kita tahu, Jepang juga kaya akan budaya seperti halnya Indonesia. Di setiap tempat memiliki budaya yang berbeda-beda, contohnya Kansai, Kyoto, dan Osaka. Nah, untuk menanamkan sifat menghargai perbedaan, maka Jepang memberlakukan kebijakan ‘bebas seragam’ pada anak SD. Selain itu, Jepang juga banyak meniru budaya dari luar negeri, terutama Eropa. Mulai dari sistem pendidikan, konstitusi, teknologi, dan sumber daya alam. Kebijakan bebas seragam juga ditiru dari negara lain.

Nah, itulah 7 alasan mengapa anak SD Jepang tidak pakai seragam sekolah. Apakah Akiba-chan dan Akiba-kei berniat menyekolahkan anaknya di Jepang? 😀

Comments

Loading...
SHARE
Previous articleNani!? Sequel Gintama Live-action Udah Siap Diumumkan?!
Next articleUso wo Aisuru Onna, Rahasia Sedih Sang Dokter Untuk Istri Tercinta

Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.