Orang Jepang terkenal memiliki sifat yang gigih dan serius belajar. Baik itu dalam animanga ataupun kenyataan. Memang tak semuanya, tapi pada umumnya mereka seperti itu. Tapi ada juga yang seriusnya sudah terlihat sangat tinggi bahkan dari kecil. Contohnya anak yang muncul dalam kabar ini, yang melakukan penelitian Tonggeret Kyoto dengan detail. Dan tak hanya itu, penelitiannya juga menemukan hasil yang mengejutkan.

Anak itu bernama Kitayama Jun dari Kota Kameoka di Kyoto, dan ia melakukan penelitian tersebut sebagai projek tugas musim panasnya. Sesuatu yang umum bagi SD-SD di Jepang. Dan tema penelitiannya, adalah tonggeret/cicada. Serangga itu juga salah satu elemen yang erat dengan musim panas Jepang, dan mina-san pasti sudah pernah mendengar suaranya yang khas di berbagai anime slice of life.

Kitayama memilihnya karena ia memang sangat menyukai serangga itu. Bahkan, penelitian tonggret ini juga menjadi temanya pada tugas musim panas tahun lalu. Tapi untuk tahun ini, detail dari temanya adalah perbandingan tonggeret tahun lalu dengan tahun ini.

Dan orang-orang terkejut akan penelitiannya, karena passion dan dedikasinya yang mendalam, membuatnya sangat teliti saat melakukan projek ini. Dikatakan kalau Kitayama keluar untuk berburu mencari kupasan larva tonggeret, dan ia berhasil mengumpulkan sampai ribuan!

Kupasan itu adalah kulit lama dari anak tonggeret sebelum menjadi tonggeret dewasa bersayap, dan mengumpulkannya juga umum dilakukan anak-anak di Jepang saat musim panas, tapi jumlah yang dikumpulkan Kitayama tetap menakjubkan. Tapi hasil yang ditemukannya memberi hasil yang tak begitu bagus bagi para penyuka serangga itu.

Dalam penelitiannya ini, Kitayama menemukan banyaknya tonggeret dari spesies Kumazemi dan Aburazemi. Tapi ia menemukan kalau jumlah Aburazemi yang ditemukannya jauh lebih sedikit dari tahun lalu. Dan dari 1.370 Kumazemi yang dikumpulkannya, 207 memiliki bangkai tonggeret didalamnya, menunjukkan mereka mati sebelum dewasa.

Kitayama dan Tonggeretnya

Disimpulkan kalau adanya penurunan populasi tonggeret di Kyoto, dan penyebabnya kemungkinan bukanlah predator, tapi dari lingkungan alamnya. Dan ini dikonfirmasikan lagi oleh Nakada Jouji dari Desa Anak Lingkungan Global Kota Kameoka, pria brumur 62 tahun yang membantu membimbing Kitayama dalam penelitiannya.

Dan penyebabnya, diduga oleh Kitayama, adalah karena Heat Wave parah yang sedang melanda Jepang pada musim ini. Tapi Kitayama sendiri ingin melakukan penelitian lebih jauh untuk memastikannya. Ya, itu berarti Kitayama masih serius ingin melanjutkan penelitiannya.

Dedikasi yang luar biasa dari anak seumur itu. Nakada sendiri mengatakan kalau keseriusan dan level detail dari Kitayama setara dengan penelitian selevel mahasiswa. Ia sampai mencatat dimana dan bagaimana ciri pohon tempat ia menemukan masing-masing serangga itu, dan berpikir kritis atas penemuannya. Semangat meneliti ya Kitayama Jun 😉