Alat Ini Bisa Mengukur Tingkat Kebahagiaan Seseorang??

Selama ini bagaimana kalian bisa mengetahui ketika seseorang sedang bahagia atau tidak? Apakah dengan melihat seseorang tersanyum atau tertawa sudah cukup untuk membuktikan bahwa orang tersebut bahagia? Kita tidak bisa selalu yakin, karena kebahagian bukan sesuatu yang bisa dikalkulasi secara tepat dan pasti seperti matematika. Tapi, bagaimana jika kalian diberi kesempatan untuk mengukur dan mengetahui tingkat kebahagiaan kalian dengan menggunakan sebuah alat?

Hitachi, perusahaan teknologi Jepang ini telah menciptakan sebuah alat yang dapat mengukur kebahagiaan seseorang yang disebut “Happiness Meter”. Dengan mengalungkan alat ini di leher kalian maka kalian bisa mengukur seberapa bahagia dan tidak bahagianya diri kalian atau bahkan orang lain yang juga mengenakan alat ini. Waahh.. menarik bukan?

Namun sayangnya alat ini hanya khusus diciptakan untuk digunakan di perusahaan. Keuntungannya bagi para karyawan adalah mereka bisa menunjukan seberapa bahagianya mereka kepada atasan mereka, dan… keuntungannya bagi sang atasan adalah dapat memata-matai mengetahui kegiatan apa saja yang telah dilakukan karyawannya. Dengan mengunakan Happiness Meter, maka alat ini akan mengirimkan 50 sinyal per detiknya ke database yang akan terus mendeteksi tiap gerak-gerik penggunanya, seperti kepada siapa mereka berbicara, kapan dan berapa lama mereka berbicara, apakah mereka berhadapan satu sama lain atau tidak saat berbicara, apakah mereka berbicara saat mereka di kantor atau saat rapat, dan sebagainya. Meskipun kedengarannya mengerikan, tapi jangan khawatir karena Hitachi memastikan bahwa alat ini tidak akan mengambil informasi pribadi penggunanya.

happiness-meter

Alat ini sudah di uji coba di beberapa perusahaan dan ternyata menunjukan hasil yang luar biasa. Seperti di sebuah perusahaan dimana karyawannya menggunakan Happiness Meter, karyawan tersebut terlihat paling bahagia ketika tengah mengobrol santai saat waktu istirahat. Berdasarkan hal tersebut maka perusahaan pun mengatur ulang waktu istirahat, mereka memberi kesempatan untuk para karyawan yang memiliki umur hampir sama untuk beristirahat dalam waktu yang bersamaan, sehingga mereka bisa mengobrol dengan lebih nyaman. Dan hasilnya produktivitas mereka meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya.

Alat ini akan siap dipasarkan pada bulan April dengan harga yang ditawarkan yakni 100.000 yen atau sekitar Rp. 10.624.000.

Dengan adanya berita ini tentunya juga memunculkan pro dan kontra diantara para netizen Jepang yang disampaikan melalui jejaring sosial. Bagaimana menurut kalian?

  • Haruhi

    Hoho Keren nih alat.. bisa deteksi. jepang emang kreatif.. >.< nice info~