Pernah dengar kata vending machine? Akiba-chan dan akiba-kei yang sering nonton anime atau dorama jepang pasti tau nih. Vending Machine atau Jidouhanbaiki (自動販売機) merupakan mesin penjual otomatis yang di operasikan tanpa human operator. Dalam artian, operator tidak perlu menunggui mesinnya jualan, tetapi hanya bertugas untuk mengisi, memeriksa ketersediaan barang yang dijual dan memeriksa mesin. Di jepang banyaaaaaak sekali terdapat vending machine. Mulai dari sudut-sudut kota besar, sampai ke pelosok desa juga kalian bakal dengan mudah menemukan mesin otomatis ini.

vending machine

Vending machine di jepang menjual benda-benda yang lebih beragam. Seperti snack, minuman ringan, makanan berat, rokok, bahan kebutuhan pokok, buah, bahkan sampai kondom. Tapi setiap tipe barang yang dijual juga ada ketentuan pembeliannya kok. Kalau snack dan makanan biasanya bisa dibeli dengan bebas, namun untuk rokok atau sejenisnya pembeli perlu men-scan tanda pengenal agar dapat melakukan pembelian. Karena anak dibawah umur dilarang membeli barang sejenis rokok atau minuman keras.

Baca Juga: Tak Terduga, Ini 5 Kebiasaan Orang Jepang Paling Sulit Dirubah

Sempatkah kalian berfikir mengapa vending machine di jepang begitu banyak? Ternyata ada alasan khusus yang nggak bisa ditorelir. Sebenarnya alasan keberadaan mesin otomatis ini berbanding lurus dengan jumlahnya. Haha. Tapi dalam artikel kali ini penulis hanya merangkup alasan yang paling logis dan paling banyak mewakili alasan masayarakat jepang sendiri. Adapun alasan tersebut adalah:

1 – Orang Jepang Banyak Berjalan Kaki

Apa alasan paling utama ada banyak mesin otomatis di jalanan jepang? Jawabannya tentu, kesempatan mereka bertemu customer memang di sepanjang jalan. Tau kan, orang jepang sangat dikenal sebagai masyarakat yang gemar berjalan kaki. Kesadaran mereka akan pentingnya berjalan kaki memang patut diacungi jempol. Ditambah lagi mereka memang tidak perlu punya kendaraan pribadi karena kendaraan umum sudah sangat memadai. Disinilah vending machine diandalkan. Faktor kenyataan bahwa di jepang banyak pejalan kaki membuat kehadiran mesin mesin seperti ini bagikan dewa. Bagaimana tidak? Saat musim panas, berjalan di tengah terik matahari pasti as hot as hell. Dan berjalan di saat musim dingin kayak mau mati dalam kebekuan. Saat itulah kalian bisa membeli minuman atau makanan yang mendukung. Jus kaleng segar, atau secangkir kopi panas misalnya. Tanpa harus susah-susah masuk ke rumah makan atau cafe terlebih dahulu. Mesin otomatis bisa kalian jumpai dengan jalan kaki 10 menit sekali di jalanan.

 

2 – Harga Sewa Bangunan yang Mahal

Faktor paling logis adalah biaya sewa tanah atau bangunan di jepang yang sangat mahal. Kebanyakan orang jepang tinggalnya di apartment kecil dan sederhana. Kalau yang punya tanah lapang biasanya sih di desa-desa. Disana, orang kayak nggak mesti mau punya mobil dan rumah gedong. Ya karena harga tanah disana sangat susah dijangkau. Hal ini juga berlaku untuk sewa jual beli. Di indonesia sendiri sewa bangunan dan tanah juga mahal sih cuman untuk jualan masih banyak lah yang bisa menyewa petakan ruko atau rumah dengan harga nego sama pemiliknya.

Nah kalau di jepang nggak gitu. Jepang juga wilayahnya lebih kecil kan, otomatis lahan buat jualan juga nggak seluas di Indonesia. Maka dari itu, dari pada menyewa lahan yang besar buat sekedar jualan minuman atau snack, orang jepang lebih suka berjualan dengan vending machine. Selain biaya yang dikeluarkan cukup murah, mereka masih bisa meraup untung yang lumayan. Karena kebanyakan dari mereka hanya memerlukan ijab bagi hasil dengan owner tempat yang akan “diselipkan” vending machine. Misalnya rumah, toko kelontong, atau pemerintah setempat (stasiun, halte, dll).

 

3 – Masyarakatnya Tepat Waktu

Orang jepang terkenal paling tepat waktu. Betapa tidak, telat 5 menit karena masalah teknis aja perusahaan kendaraan umum bakal ngasih kalian surat pernyataan agar tidak kena hukuman boss/guru di sekolah. Seperti halnya kebiasaan tepat waktu ini, orang jepang juga punya obsesi tinggi terharap sesuatu. Mereka cenderung ingin melakukan kegiatan seefisien mungkin dalam kehidupannya. Karena yaa itu, mereka sangat menghargai budaya tepat waktu.

Dengan adanya mesin otomatis, mereka bisa lebih melakukan suatu hal lebih cepat tanpa bertele-tele. Misalnya, di restoran, saat ini sudah banyak menggunakan sistem vending machine. Pelanggan membeli menu yang mereka inginkan dengan menekan tombol dan membayarnya di mesin otomatis. Lalu menyerahkannya ke staff resto. Sesaat kemudian bisa mengambil apa yang dipesan tadi.

Hal diatas bukan karena kemajuan zaman. Tapi karena para staff restoran tahu, banyak pelanggan mereka adalah anak sekolah dan pekerja. Apalagi di jam makan siang, mereka cenderung sibuk dan ingin cepat menyantap makanan tanpa proses pemesanan yang lama. Begitu juga dengan vending machine di jalanan. Lebih efisien ketimbang harus antre di toko atau supermarket.

 

4 – Tidak Ada Kejahatan di Jalanan

Meskipun keberadaan satu dua preman masih bisa dirasakan, tetapi sangat jarang terjadi tindak kriminal di sepanjang jalanan. Kalau akiba-chan dan akiba-kei pernah ke jepang, pasti tau dong betapa bejibunnya vending machine ini. Betapa banyak uang yang terkumpul di mesin tersebut tanpa dijaga oleh operator setiap saat? Tapi meski begitu tidak ada preman atau orang jepang yang membobol mesin, atau mencuri demi kepentingan pribadi. Kesadaran masyarakat jepang terhadap hal tersebut lah yang membuat vending machine tetap kokoh berdiri meski tanpa dijaga siang malam.

 

5 – Banyak Uang Pecahan Berupa Koin

Menurut beberapa sumber, pecahan uang kertas terkecil jepang adalah 1000 yen. Dan otomatis, pecahan uang dengan nominal dibawah itu akan masuk dalam bentuk koin receh. Bagi orang jepang, salah satu cara menyingkirkan koin receh mereka ialah membelanjakannya lewat mesin otomatis tersebut. Selain mengurangi jumlah recehannya, orang jepang juga mengaku puas karena mesin penjual otomatis dapat ditemukan dimanapun mereka berada. Jadi sangat efektif untuk berbelanja. Baru-baru ini juga sudah banyak vending machine yang diupgrade cara pembayarannya. Kelebihan top up di kartu kereta api bisa dibelanjakan dengan cara gesek pada mesin-mesin penjual snack ini.

Baca Juga: 5 Soundtrack Anime Terkenal Ini Ternyata Dinyanyikan Oleh Idol Korea

Itulah 5 alasan utama kenapa banyak mesin penjual otomatis di jepang. Biar lebih lengkapnya, dan untuk mengetahui alasan lainnya kalian bisa lihat video dari youtubers Vox Borders berikut: