Siapa yang belum nonton movie The Raid?

Movie yang keluar pada tahun 2011 yang disutradai oleh Gareth Evans yang menceritakan aksi penuh darah pasukan polisi Indonesia dalam misi penangkapan seorang bos criminal di Jakarta ini berhasil meraih sukses bukan hanya di negara Indonesia sendiri, tapi juga  menarik perhatian dunia perfileman internasional, berkat aksi dan koreografi seni beladiri silat yang brutal dan berdarah, dan juga dengan cinematography yang memukau dari arahan Gareth sang sutradara.

garethevansraid

Kesuksesan movie The Raid ini dilanjutkan pada tahun 2014, dengan ditayangkannya The Raid 2: Berandal. Selain berusaha menaikan level aksi dalam sekuel ini, durasi dan berat cerita juga ditambahkan lagi oleh Gareth. Ia juga menggandeng berbagai actor terkenal dari Jepang seperti  Endo Kenichi dan Kitamura Kazuki untuk berperan sebagai karakter dari faksi Yakuza.

Kesuksesan dua movie ini meluncurkan ketenaran beberapa bintang yang  tampil dalam movie tersebut. Seperti Joe Taslim, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman, yang setelah membintangi The Raid, juga muncul dalam berbagai movie internasional lain macam Fast & Furious 6 dan Star Wars episode VII. Yayan Ruhian juga tampil dalam film Jepang yang disutradai oleh Miike Takeshi yang berjudul Yakuza Apocalypse.

yakuzapocalypse

Untuk saat ini, tidak ada kabar mengenai movie The Raid 3. Akan tetapi bukan berarti Gareth Evans sendiri tidak melakukan kegiatan lain, ini dibuktikan melalui channel Youtube miliknya, yang baru-baru ini meng-upload sebuah video pendek berisikan pertarungan antar samurai.
Berikut cerita dalam video pendek tersebut yang ditulis olehnya yang saya translasi,

“Pada masa perang sipil, seorang ksatria ditugaskan untuk mengirim surat perjanjian antara dua penguasa yang saling bersaing. Akan tetapi dalam perjalanannya ia diserang oleh dua pembunuh bayaran yang berniat mencegah tersampainya pesan perdamaian yang ia kirim, untuk mempertahankan kekuasaan penuh rasa takut dan kekerasan pemimpin mereka.”

samuraid

Video pendek ini dijelaskan oleh Gareth Evans sebagai tes yang dilakukan olehnya bersama Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, untuk melihat apakah mereka dapat melakukan gaya koreografi pertarungan yang menantang seperti dalam movie The Raid tapi masih masuk dalam rating umur PG-13.

Yang unik lagi mengenai video ini adalah pembuatannya yang dilakukan dalam jangka waktu di bawah satu minggu, dengan tiga hari dipakai untuk merekam seluruh adegan di Hirwaun, Wales, tanpa kru film selain Gareth sebagai kameramen dan sutradara, Yayan dan Cecep sebagai 2 pembunuh bayaran, dan artis pemeran sang ksatria, Hannah Al Rashid.

Kesan dan elemen Jepang terasa dalam video ini. Mulai dari pertarungan 2 lawan 1 antara 3 samurai dengan memakai katana dicampur tangan kosong, hingga musiknya. Gareth mengatakan musik yang dipakai dalam video tersebut memakai campuran alat instrument Jepang dan juga Indonesia. Pewarnaan hitam putih dalam video ini juga menambah kesan sejarah masa lampau, membuat saat menonton video ini benar-benar serasa menonton movie Jidai Geki.

Yuk kita saksikan GREGETnya aksi samurai ala Gareth Evans ini.