Pelecehan seksual adalah hal yang lumayan sering terjadi di Jepang dan korbannya bisa bermacam-macam. Dari seiyuu veteran sampai murid SMU, bahkan mungkin lebih sering lagi terjadi pada anak sekolah. Tak dibantu juga dengan sikap pasif budaya Jepang. Tapi kadang ada juga yang aktif melawan balik, seperti dalam aksi keren para siswi SMU Jepang ini, yang malah lari mengejar dan membantu penangkapan seorang Chikan.

Kejadian ini terjadi minggu lalu dalam Stasiun Akabane di Tokyo, yang berhasil direkam oleh seorang user Twitter. Saat itu ia melihat ada seorang pria yang berlari kencang, dan mengikutinya adalah dua orang siswi SMU yang berteriak “Jangan Lari!” sambil mengejar pria tersebut sekuat tenaga.

Pria tersebut berlari cepat dan jarak antara dia dan para siswi tersebut agak jauh. Tapi kemudian tanpa diduga mereka mendapatkan bantuan dari seorang pria tua yang memajukan kakinya dan membuat pria yang berlari itu tersandung dan jatuh.

Walau ia bisa berdiri dan berlari lagi, pria tua itu memberi kesempatan kedua siswi tersebut untuk bisa berlari sampai berada tepat dibelakang sang chikan. Kedua siswi itu masih tetap berusaha menangkap pria yang mereka kejar sambil ketiganya turun tangga.

Dan hanya sampai disitu adegan aksi kejar-kejaran yang terekam dalam video. Tapi kini telah diberi info tambahan mengenai kelanjutan dan latar belakang kejadian tersebut dari pihak Japan East Rail, kepolisian, dan beberapa acara berita Jepang lain yang meliput kejadian ini.

Dikatakan kalau perekam video tersebut adalah seorang siswa yang menerka kalau ini kejadian chikan, dan ia menyimpan video itu agar ada video bukti jika dibutuhkan. Dan dikatakan kalau sebenarnya ada tiga siswi yang terlibat, dengan dua mengejar sang chikan dan yang satu lagi melaporkannya kepada pegawai stasiun.

Sementara itu untuk sang chikan, ia mencoba kabur ke platform lain, tapi akhirnya berhasil ditangkap oleh pegawai stasiun. Setelah itu polisi kemudian menahan pria tersebut, yang dikatakan adalah seorang salaryman berumur 30 tahunan, dan ia juga telah mengakui perbuatannya.