Meski sudah menjadi salah satu game ter-fenomenal akhir-akhir ini, Pokemon Go sejatinya baru saja dirilis resmi hanya di tiga negara saja, yaitu Amerika serikat, Australia, dan Selandia Baru. Pertanyaan besarnya, kira-kira kapan ia akan hadir di negara tercinta kita ini ya? Termasuk negara tempat dimana Pokemon itu lahir, Jepang. Heran memang jika kita berpikir kenapa Jepang sebagai negara lahirnya Pokemon malah justru belum mendapatkan giliran seperti 3 negara di atas.

pokemon-go-servers
pokemon go servers

Menurut laporan dari sumber yang mengetahui rencana pengembangan game, Pokemon Go dikatakan sudah akan dirilis dibeberapa negara lain, termasuk wilayah Asia, dan kabar kembiranya lagi akan meluncur dalam waktu dekat ini. Waaaah makin tidak sabar saja ya rasanya.

Berdasarkan laporan, yang telah dirangkum oleh Akibanation, Pokemon Go setidaknya sudah akan berekspansi ke Inggris, Eropa, dan Jepang dalam hitungan beberapa hari. Kemungkinan di akhir Minggu ini.

Informasinya, pemakaian aplikasi Pokemon Go di AS mencapai 60 Persen. Yang artinya, ada 60 persen pengguna yang mengunduh aplikasi dan menggunakannya setiap hari. Presentase tersebut juga memperlihatkan bahwa, 3 Persen dari seluruh pengguna Android di AS memakai aplikasi Pokemon Go.

pokemon-go
pemakaian aplikasi Pokemon Go di AS mencapai 60 Persen
Meskipun begitu, belum diketahui apakah pengguna harian tersebut akan bertahan lama atau justru malah sebaliknya.

Sayangnya belum diketahui, apakah peluncuran itu pada akhirnya akan di perluas ke negara-negara Asia lain, termasuk Indonesia, atau tidak.

Niantic, bersama dengan Pokemon Company dan Nitendo, memang sedikit menunda kehadiran game ini di beberapa negara lain. Hal tersebut tak lepas dari server game yang masih kurang mampu menampung jumlah pemain.

Pemain yang berasal dari luar ketiga negara – negara  tersebut sebenarnya sudah bisa memainkan game tersebut, tetapi dengan cara tidak resmi. Pengguna android bisa mengunduh APK yang tersedia secara tidak resmi di internet. Sementara itu, pengguna iOS bisa membuat akun App Store AS, Australia, atau Selandia Baru untuk mengunduh game tersebut.

Pokemon go
Pokemon Go sudah dapat dimainkan di seluruh penjuru dunia

Tak heran dengan cara seperti itu hingga saat ini pengguna game yang telah di klaim menjadi game paling fenomenal sepanjang sejarah ini masih terus bertambah. Waw, ini baru baru meluncur di 3 negara, bagai mana kalau sudah hampir di sebagain negara di dunia seperti game – game yang lainnya ya?

Selain fakta diatas, yang lebih mencengangkan adalah, ternyata game yang digandrungi oleh orang – orang dari segala penjuru dunia ini dibuat selama 20 tahun.
Jhon Hanke
Jhon Hanke – Pencipta Pokemon Go

Kalian mungkin mungkin jarang mendengar nama John Hanke dan Satoshi Tajiri. Namun, kedua nama itu adalah sosok berharga di balik game sensasional Pokemon Go. Pokemon Go dikembangkan developer Niantic, John Hanke. Karir Hanke sendiri dimulai pada tahun 1996, saat masih mahasiswa. Saat itu, John menciptakan massively multiplayer online game (MMO) pertama yang disebut Meridian 59. Tapi, ia akhirnya menjual game tersebut ke perusahaan 3DO.

John kemudia mulai mencari kesenangan lainnya, yaitu pemetaan dunia. Pada tahun 2000, John meluncurkan Keyhole, yang merupakan layanan yang menghubungkan peta dengan foto udara, dan menciptakan peta dunia yang terhubung ke GPS. Dari sinilah Google Earth lahir, setelah tahun 2004, Google membeli Keyhole yang kemudian diganti nama menjadi Google Earth.

google-earth-18
Google Earth
Persis seperti saat ini dimana fenomena menghebohkan terjadi diseluruh penjuru dunia saat game Pokemon Go muncul. Kala itu pertama kali Google Earth dirilis, dunia juga gempar dan banyak orang ramai-ramai mencobanya.

Sampailah ditahun 2010, Hanke terus mengembangkan passion pemetaannya, hingga ia menciptakan Maps dan Google Street View yang sudah tidak asing lagi bagi pengguna smartphone kala ini. Itulah asal mulanya kenapa Pokemon Go sudah mengandalkan peta online.

Sukses dengan hasil kerjanya di Google, Hanke kemudian mulai mendirikan perusahaan sendiri bernama Niantic pada tahun 2010. Dan selang 2 tahun kemudian tepatnya di tahun 2012, Hanke sukses menciptakan game berbasis peta pertama, yang bernama Ingress. Game ini bisa dijalankan di ponsel dan mengusung konsep bermain game di dunia nyata.

Ingress
Ingress

Kembali dengan kesuksesannya melalui game ini, Hanke menuai keberhasilan pertamanya dengan menarik sekitar 15 juta pengguna.

Naah untuk pokemon nya sendiri yang memiliki singkatan Pocket Monsters dimulai dari sebuah game bernama Game Boy yang dirilis di Jepang oleh Nintendo pada bulan Februari 1996. Permainan ini mengharuskan pemain melalui wilayah Kanto untuk menangkap 150 dari makhluk tituler dan melatih mereka untuk melawan Elite Four dan menjadi juara daerah.

Sebelumnya pada tahun 1990, Satoshi Tanjiri mendesain sebuah konsep permainan bernama Capsule Monsters untuk Nintendo. Menurut buku Pikachu’s Global Adventure, konsep game Capsule Monsters memiliki latar belakang masa kecil Satoshi Tajiri yang hobi
mengoleksi serangga.

Satoshi Tajiri
Satoshi Tajiri

Nama Capsule Monsters sendiri terinspirasi dari mesin mainan Jepang, Gashapon, yang identik dengan bentuk kapsul berisi mainan di dalamnya. Sayangnya, Tajiri menemui kesulitan untuk menggunakan nama Gashapon karena permasalahan hak cipta. Karena itu, ia mengganti namanya menjadi CapuMon. Kemudian, CapuMon menjadi Pocket Monsters atau yang lebih kita kenal dengan Pokemon.

Nintendo berkali-kali menolak game Pocket Monster besutan Satoshi Tajiri karena Nintendo belum bisa mengerti mengenai konsep dan potensi dari game tersebut. Tidak menyerah, Tajiri berhasil mencuri perhatian Shigeru Miyamoto, Penemu Donkey Kong dan Super Mario.

Setelah itu, barulah Nintendo melunak dan mengembangkan game Pokemon selama lima tahun atau dari 1990 – 1995. Akhirnya, game Pokemon pertama dirilis ke pasar pada awal 1996 bernama Pokemon Red dan Green. Ternyata, game itu terbukti sukses dan membuat pihak pengembang segera merilis versi terbarunya, Pokemon Blue.

Pokemon-Red-Version
Pokemon Red

Setelah itu, Pokemon mulai melebarkan sayapnya ke film dalam episode anime. Pokemon juga hadir dalam bentuk permainan lain seperti card game, puzzle, hingga casual game. Pokemon terus menjadikan franchise populer hingga sekarang.

Terakhir dalam pembuatan dan pengembangan game Pokemon Go, Hanke mengumpulkan dana sebesar $ 25 juta (Rp328 miliar). Dana tersebut diperoleh dari Google, Nintendo, Pokemon Company dan investor lainnya mulai dari Desember 2015 sampai Februari 2016. Dana tersebut termasuk untuk membentuk tim yang membuat Pokemon Go.

Seperti itulah cerita panjang dari game yang sudah kita nantikan kedatangannya di Asia termasuk Indonesia. Kita tunggu hingga akhir minggu ini, kira-kira ada kabar dan berita seperti apa ya? Namun apapun itu semoga tak membuat kecewa para pecinta pikacu dan teman-temannya di Indonesia.