Serial Doraemon merupakan karya yang fenomenal. Pasalnya, serial manga yang juga diadaptasi ke anime ini tidak hanya dikenal di negara asalnya sendiri, Jepang, akan tetapi juga dikenal oleh negara lain. Untuk manga-nya saja, diketahui ada 6 penerbit luar Jepang yang memegang izin untuk menerjemahkan serta mengedarkan Doraemon. Dan untuk animasinya, diketahui ada 21 stasiun televisi luar Jepang yang mendapat lisensi penayangan Doraemon. Oleh karena penggemarnya yang begitu banyak ini serta tersebar di seluruh pelosok dunia, serial Doraemon bisa dikatakan tidak pernah tamat. Tidak ada yang mengetahui pasti akhir kisah Doraemon.

Fujiko F. Fujio dan eksemplar karya-karyanya.

Meski begitu, menurut pendapat pengarang Doraemon, yakni Fujiko F. Fujio, sebenarnya ia telah menggambarkan ending dari serial animasi ini kepada para penggemar, sebelum akhirnya meninggal pada 23 September 1996 silam karena menderita kanker hati. Ilustrasi ‘tamat’ kisah Doraemon itu diakui banyak pengamat agak sedikit samar sehingga penggemar karyanya tidak menduga bahwa hal tersebut adalah penutupan cerita. Nah, karena menurut banyak fans, serial Doraemon itu belum tamat. Maka salah satu di antaranya ada yang membuat akhir cerita Doraemon versi dirinya sendiri. Lewat Doujinshi (manga buatan penggemar) itulah sang pembuat meraup untung yang banyak. Doujin buatannya terjual hingga ribuan eksemplar.

Ia menggunakan nama pena Yasue T. Tajima, komikus misterius yang membuat geger seluruh fans Doraemon. Lantaran dirinya membuat doujin yang memberitahu bagaimana akhir cerita dari serial populer tersebut. Di komik itu diceritakan bahwa Doraemon tiba-tiba ditemukan tidak merespon karena daya baterainya habis. Dorami kemudian memberitahu Nobita, baterai yang dimiliki Doraemon bisa saja diganti, akan tetapi resikonya robot kucing tersebut bakal kehilangan memori ingatannya. Nobita pun bertekad untuk menjadi anak yang pintar agar kelak bisa memperbaiki Doraemon tanpa menghilangkan ingatannya.

Karakter Dorami dalam serial animasi Doraemon.

Setelah melalui banyak rintangan dalam proses belajar, akhirnya Nobita menjadi sukses akan apa ia cita-citakan. Ia menikah dengan Shizuka, gadis idamannya, dan berhasil memperbaiki Doraemon seperti semula. Dekisugi juga diceritakan menjadi presiden Jepang di masa depan nanti. Kehidupan Nobita pun menjadi lebih baik. Ending yang disuguhkan Yasue bisa dikatakan cukup indah dan bahagia. Semangat Nobita dalam belajar pun dilukiskan begitu berkobar serta realistis, sehingga membuat para pembaca terinspirasi.

Yang jadi masalah di sini, doujin karya Yasue betul-betul mirip dengan manga aslinya. Teknik menggambar dan juga goresan ilustrasi hasil tangannya tersebut membuat orang jadi salah paham dan mengira karya Yasue adalah manga asli buatan Fujiko. Doujin buatannya itu kemudian menjadi perdebatan di Jepang tentang sampai di mana sebuah fanzine (parodi dari penggemar) bisa ditolerir serta tidak melanggar hak cipta. Ia pun akhirnya mendapat teguran dari Penerbit Shogakukan dan Fujio F. Fujiko Production yang memegang lisensi hak cipta Doraemon untuk meredakan perdebatan yang terjadi. Yasue kemudian didenda membayar sekian persen dari hasil penjualan doujin miliknya kepada pihak yang bersangkutan.

Nah, jika itu adalah akhir kisah Doraemon versi doujinshi, maka bagaimanakah cerita versi Fujiko F. Fujio sendiri?

Seperti yang dituliskan sebelumnya, akhir kisah Doraemon menurut pengarang aslinya terlalu samar sehingga membuat para penggemar tidak mengetahui. Namun, meski begitu Fujiko benar-benar telah memberikan ilustrasi penutupan cerita Doraemon sebelum meninggal. Akhir kisah satu ini digadang-gadang sebagai penceritaan Fujiko tentang masa depan Nobita di beberapa volume komiknya.

Karakter Jaiko dalam Stand By Me.

Pada komik volume 6, ada chapter berjudul “Pengantin Nobita”. Lalu di komik volume 25 ada chapter berjudul “Malam Sebelum Pernikahan Nobita”. Di situ diceritakan masa depan Nobita yang merupakan inti akhir kisah Doraemon, yakni Nobita yang menikahi Shizuka, bukan Jaiko adik dari Giant, serta berhasil membeli robot yang lebih baik bernama Dorami di masa depan, bukannya Doraemon yang dianggap robot gagal dan dibeli dari pelelangan.
Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa Fujiko F. Fujio membuat Nobita akan menikahi Shizuka di masa depan, sedangkan sudah sangat jelas bahwa Nobita menikahi Jaiko? Kalau karya doujin mungkin bisa ditolerir karena hanya satu buku cerita, alias tidak menceritakan riwayat Nobita dari awal dan mengambil yang pentingnya saja. Namun jika manga aslinya bakal terasa aneh dan tidak dapat dicerna otak. Di sinilah hebatnya sang mangaka dalam menyusun alur singularitas cerita.

Baca juga: Kenalan Sama Para Pengisi Suara Animasi Doraemon Versi Indonesia, Yuk!

Awal-awal serial Doraemon bercerita tentang robot kucing tak dikenal yang muncul begitu saja dari rak belajar Nobita dan dapat mengeluarkan benda-benda ajaib dari kantongnya. Kemudian, robot kucing tersebut diketahui bernama Doraemon. Sewashi, yang merupakan cicit Nobita di masa depan, menjelaskan bahwa ia mengirim Doraemon untuk menjaga kakek buyutnya dari kegagalan. Sewashi berkata bahwa Nobita akan menikahi Jaiko di masa depan, bukan Shizuka yang selama ini diidamkannya, dan Sewashi lahir dari silsilah keturunan tersebut. Sewashi mengirim Doraemon untuk membantu Nobita menjadi orang sukses, dapat menikahi Shizuka di masa depan dan hidup lebih baik.

Sewashi dan Doraemon yang mucnul dari laci mesin waktu.

Tapi mengapa Fujiko menggambarkan Nobita akan menikahi Shizuka? Dengan begitu, bukankah Sewashi tidak akan ada di masa depan? Nobita juga berpikir seperti ini, ia kemudian bertanya hal tersebut pada Sewashi, namun Sewashi membantah asumsi Nobita dengan menceritakan soal ‘paradox time’. Ia bilang pada kakek buyutnya bahwa ia akan tetap lahir meski Nobita menikahi Shizuka, bukannya Jaiko yang merupakan nenek buyutnya. Sewashi lalu menjelaskan pola paradox time dengan persamaan ‘Perjalanan dari Tokyo ke Osaka’.

Meski sejarah berubah, pada akhirnya aku akan tetap lahir,” ujar Sewashi pada Nobita dan Doraemon. “Polanya sama seperti kita melakukan perjalanan dari kota Tokyo ke Osaka. Mau itu pakai kapal laut, mobil, atau pesawat terbang. Apapun pilihannya, selama arahnya benar, pasti akan sampai ke Osaka.”

Nobita yang terkejut melihat mereka berdua keluar dari laci belajarnya.

Dan apa yang disampaikan Sewashi benar-benar menjadi kenyataan. Di masa depan kemudian, setelah Nobita menjadi orang sukses dan menikahi Shizuka, Sewashi kemudian lahir sebagai cicit mereka berdua. Keluarga itu pun hidup lebih baik ketimbang keluarga sebelumnya, sehingga dapat membeli robot yang bernilai lebih tinggi ketimbang Doraemon, yakni Dorami.

Begitulah akhir kisah Doraemon menurut doujinshi karya Yasue T. Tajima dan manga aslinya ciptaan Fujiko F. Fujio yang Penulis amati dari banyak sumber. Meski bertentangan di alur cerita, namun ada kesamaan di antara keduanya, yakni sama-sama menceritakan Nobita menikahi Shizuka di masa depan. Akhir yang bahagia, ya? 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here