Sepertinya dunia per-idolan jepang masih rentan diguncang gossip dan rumor tak sedap. Kemarin seorang idol barusan kena protes gara-gara memiliki hubungan serius dengan managernya sendiri. Sekarang giliran AKB48 dituntut oleh banyak pihak. Padahal beberapa waktu yang lalu saat tampil di MAMA (Mnet Asian Music Awards), mereka juga sudah kena kritik pedas.

Mencuatnya kabar AKB48 dituntut oleh pihak tertentu ini berawal saat majalah Young Animal dan Young Jump yang sering memakai kerjasama dengan gadis-gadis muda berbikini sebagai sampul majalah mereka. Tau sih, tujuannya tak lain adalah untuk menarik target pembeli yang kebanyakan malah udah dewasa.

Nah, masalahnya model yang dipakai untuk pose bikin tersebut mungkin saja masih dibawah umur. Rumor ini menyebar dengan mudah karena tidak dipungkiri banyak idol jaman sekarang memiliki member (baik member tetap maupaun trainee) yang masih sangat muda. Jadi nggak heran deh kalau AKB48 yang terkenal memiliki banyak sekali member muda di main team maupun sister teamnya langsung jadi sasaran empuk duntuk dikritik. Apalagi emang dari merekalah banyak model gravure berdatangan.

akb48 dituntut
salah satu foto yang dikritik

Website Nikkan Cyzo bulan kemarin melaporkan bahwa di perserikatan komite industri entertainment jepang saat ini sudah mengeluarkan fatwa bahwa member AKB48 yang masih berusia setara siswa SMA kebawah tidak akan diperbolehkan berfoto dengan bikin dan pose gravure lainnya. Larangan ini sudah disampaikan ke agensi AKB48 dan idol lainnya yang memiliki member dibawah umur.

Larangan ini muncul setelah banyak protes dilayangkan kepada komite semenjak banyak tersebarnya foto gravure idol muda baik di majalah maupun media lainya. Masih nyangkut dengan kasus serupa, AKB48 dituntut lebih sering karena beberapa waktu lalu merilis kalender berbikin seluruh membernya.

Komite menambahkan:

“Meskipun mereka (agensi) berencana untuk merilis foto member dengan tema gravure, bikini misalnya. Namun yang masih kecil harus mengenakan bikini yang tertutup.”

Adanya kebijakan ini memang baru diterapkan secara spesifik ke AKB48. Namun kedepannya akan diberikan kepada seluruh agensi yang ingin merilis foto gravure idolnya. Ini adalah salah satu upaya untuk mencegah child pornography. Mengingat AKB sendiri sudah sukses manca negara. Ada baiknya bila mereka dapat menjadi contoh bagi yang lainnya.