Salah satu hal yang lumayan banyak di Jepang, terutama dalam perkotaan adalah Cabaret Club. Selain itu belakangan ini negara tersebut juga sedang hot-hotnya mengembangkan teknologi VR, yang telah dipakai tak hanya game tapi juga hal lain seperti pernikahan dan panti pijat. Nah kali ini kedua hal itu akan bergabung, dengan kabar kalau akan dibukanya sebuah VR cabaret club tapi dengan staff ala chara anime!

Sesuatu yang lumayan menarik memang. Karena klub kabaret bukanlah lokasi yang umumnya mau dikunjungi oleh otaku atau fans anime, tapi dengan menjadikan klub itu terlihat serba anime, bisa berpotensi banyak pelanggan otaku yang datang, seperti ketenaran maid cafe.

Dan yang mengembangkan ide tersebut, adalah perusahaan media asal Tokyo bernama IchiKara, yang dinamai Yumenographia. Sesuai dengan hal tersebut, ide dari Yumenographia adalah itu merupakan klub kabaret yang sepenuhnya berada dalam dunia digital. Jadi mereka yang ingin berkunjung kesitu perlu memakai gadget VR headset.

Lalu seperti dalam permainan VR, mereka dapat masuk kesitu, duduk, dan dapat berinteraksi dengan para pegawai hostess tempat itu, yang semuanya adalah karakter digital dengan penampilan ala karakter animanga moe.

Tapi ada sesuatu yang unik dan keren lagi pada bagian tersebut. Karena “karakter” digital tersebut benar-benar dapat berinteraksi layaknya manusia, seperti bercanda gurau dan mengobrol dengan pelanggan atau main suit secara natural.

Itu karena karakter tersebut bukanlah A.I. melainkan memang benar-benar manusia asli! Jadi staff Yumenographia akan memakai dan mengontrol avatar digital mereka sendiri dan berinteraksi dengan pengunjung dari lokasi lain secara real time.

Walau memang agak dipertanyakan juga pada bagian lainnya, seperti bagaimana menu minuman atau makanan akan disajikan seperti cabaret club atau maid cafe asli. Tapi konsep ini juga masih dalam tahap pengembangan, dan tak diberitahukan kira-kira kapan Yumenographia akan benar-benar dibuka untuk publik.

Tapi untuk saat ini diumumkan kalau ada preview event yang akan diadakan tanggal 19-20 dan 29-30 bulan April ini. Ide yang terlihat sangat omoshiroi ya jika benar-benar bisa dijadikan nyata, rasanya semakin canggih (dan agak aneh) saja kreativitas negara Jepang 😉