Membuat anime juga merupakan bisnis, dan karena itu bisa saja sebuah studio anime memiliki potensi untuk bangkrut. Bahkan bisa parah seperti Tear Studio yang bangkrutnya diam-diam, membuat situasi yang gawat bagi para animator dan komite produksi anime Fragtime. Kini ada lagi kabar studio anime yang bangkrut, tapi untungnya tak gawat seperti Tear Studio itu, yaitu anime studio Arms Common Sense corporation.

Studio Arms adalah studio anime yang terlihat lumayan prolific dalam hal memproduksi anime yang non-Moe dimana visualnya lebih kearah sexy atau agak realistis dan juga mengandung kekerasan. Dan bicara soal kekerasan, anime buatan mereka yang lumayan dikenal dan bisa dianggap sebagai klasik berkat ketenaran viral adalah adaptasi anime dari manga Elfen Lied karya Okamoto Lynn.

Yup, anime yang lumayan viral yang dikenal dari adegan kekerasan dan brutal sampai kearah horror tersebut yang bisa jadi contoh klasik kalau anime bukan untuk anak-anak. Sesuatu yang banyak terlihat dalam projek mereka yang lainnya lagi, seperti adaptasi anime dari ecchi action manga Ikkitousen, dan juga anime Queens Blade.

Contoh lainnya lagi adalah anime karya manga Okamoto Lynn yang lain, Gokukoku no Brynhildr, anime light novel ecchi Hyakka Ryouran Samura Girl dan Hagure Yuusha no Aesthetica, dan anime dari game Valkyrie Drive. Dan yang makin panass lagi adalah studio tersebut juga suka memproduksi adult anime! Contohnya anime La Blue Girl.

Walau mereka sering memakai nama lain saat memproduksi anime macam itu. Dan bicara soal nama, Arms adalah nama awal studio tersebut yang juga kadang masih dipakai untuk beberapa bisnis, tapi sejak 2017 nama resmi mereka diubah jadi Common Sense sebagai perusahaan.

Eniwei, balik ke topik, seperti yang telah dikatakan diawal, sayang sekali studio yang prolific yang telah membuat banyak anime seru nan panass ini akan menghembuskan nafas terakhirnya, dengan perusahaan itu mendeklarasikan kalau mereka bangkrut.

Dikatakan kalau mereka melaporkan liquidasi spesial kepada Kejaksaan Tokyo tanggal 22 Juli kemarin. Hal tersebut adalah keputusan yang pada akhirnya diambil setelah melakukan meeting pemegang saham pada tanggal 31 Mei kemarin.