Apakah mina-san ada yang menonton anime Goblin Slayer? Anime fantasy tersebut telah menjadi salah satu anime terpanas musim ini, dalam beberapa arti. Tak hanya Goblin Slayer memiliki kisah fantasy yang gritty, tapi dengan beraninya menampilkan adegan kekerasan dan mature secara buka-bukaan. Hal itu membuat beberapa pihak khawatir, dan itu menjadi bahan topic diskusi dan debat oleh BPO baru-baru ini.

Bagi yang belum tahu, BPO adalah badan pengawas media di Jepang, yang sering mendiskusikan apakah sebuah acara yang ditayangkan di TV Jepang itu aman atau sesuai untuk ditonton. Kadang diskusi mereka benar seperti dalam kasus Yokai Watch, tapi kadang juga terlalu sensitive seperti saat mendiskusikan anime yang tayang larut malam.

Lalu bagaimana dengan anime Goblin Slayer ini? Anime ini memang tak mengherankan jadi bahan sorotan oleh BPO. Episode pertamanya benar-benar memperlihatkan suasana kisahnya yang gritty, dengan memberikan kisah tragis satu party newbie yang mengambil misi untuk menyelamatkan gadis-gadis yang diculik goblin.

Karena keteledoran mereka sendiri yang meremehkan para goblin, beberapa anggotanya terbunuh, dan satu anggotanya yang seorang gadis remaja diperkosa oleh goblin. Sebelum kemudian sang Goblin Slayer muncul dan tanpa ampun memberantas goblin tersebut, dari goblin dewasa sampai goblin yang masih balita dan tidak memberikan perlawanan.

Dan ya, adegan itu lumayan diperlihatkan, terutama melalui audio. Walau memang tak digambarkan begitu jelas secara visual karena settingnya didalam goa yang gelap dan hanya ada sedikit lighting. Wajar jika yang menontonnya jadi merasa tidak enak. Dan tentu jadi khawatir anime itu bisa memberikan pengaruh negatif pada anak-anak muda.

Dan penonton mengutarakan pendapat itu pada BPO, yang kemudian dijadikan bahan diskusi oleh membernya diakhir Oktober kemarin. Dan setelah didiskusikan, tujuh member komite dari BPO memutuskan untuk mengesampingkan pendapat negatif penonton kepada anime Goblin Slayer.

Dijelaskan oleh member BPO kalau meskipun ada adegan-adegan mature seperti itu, mereka berpendapat kalau penggambaran adegan itu telah dipertimbangkan matang-matang, dan itu masih dalam level yang bisa diterima untuk anime yang ditayangkan pada jam larut malam.

Comments