Majalah manga Shonen JUMP adalah salah satu majalah manga top di Jepang, dan mungkin yang paling terkemuka disitu. Akan tetapi walau populer dan banyak disukai, ada kalanya ditemukan sisi yang tak begitu mengenakkan, seperti yang terjadi pada majalah manga tersebut kemarin-kemarin dan jadi topik yang ramai dibicarakan. Karena sepertinya ada diskriminasi gender pada posisi editor JUMP.

Topik ini bermula saat ada user Twitter yang kampusnya dikunjungi Shueisha. Disitu mereka ditanya “apakah wanita bisa menjadi editor Shonen JUMP?” dan HR Shueisha menjawab kalau ingin menjadi editor Shonen JUMP perlu mengerti hati remaja lelaki. Huffington Post Jepang kemudian menghubungi Shueisha mengenai hal tersebut.

Dijawab kalau Shueisha mengadakan seminar di berbagai kampus, dan mengenai editor wanita JUMP, bukan berarti tak pernah ada, tapi ada wanita di JUMP+ dan ada editor wanita dulunya di Young JUMP. Dan mengatakan kalau seperti majalah fashion wanita perlu orang yang mengerti fashion apapun gendernya, penting bagi editor Shonen JUMP bisa mengerti hati remaja lelaki.

Meski terasa ada keterbukaan, Huffington Post mencatat kalau sebenarnya Shueisha tidak memberi kejelasan apakah wanita bisa jadi editor di Shonen JUMP. Hal ini semakin mencurigakan lagi karena sebelum-sebelumnya telah ada kabar akan tak adanya editor wanita dalam majalah Shonen JUMP.

Dalam wawancara radio tahun 2018 kemarin yang dilakukan untuk merayakan anniversary 50 tahun Shonen JUMP, kepala editor Onishi Kouhei mengatakan kalau tak pernah ada editor wanita dalam sejarah Shonen JUMP! Dan mengatakan kalau lingkungan kerjanya bagaikan sekolah lelaki.

Tidak adanya editor wanita dalam majalah manga Shonen JUMP jadi meningkatkan kekhawatiran akan adanya diskriminasi gender dalam perusahaan Shueisha. Diantaranya adalah Ishihara Kaori mangaka ROCKING YOU di JUMP+ yang mengatakan “ini bukan soal wanita perlu kerja lebih keras tapi wanita memang tak boleh menjadi editor di JUMP, dan aku tak mengerti alasannya”.

Website Anime News Network juga menghubungi Shueisha akan hal ini. Menanyakan kenapa majalah manga Shonen JUMP berbeda dengan majalah manga shojo yang sering mengangkat editor pria. Spokesperson Shueisha menjawab kalau saat ini mereka tak dapat berkomentar, tapi kami akan lebih sadar akan hal ini dan bahwa para fans dari seluruh dunia memikirkan situasi ini dalam-dalam.