Negara Jepang memang banyak digemari dari segi budaya dan produknya, akan tetapi hubungan mereka lumayan rumit dengan tetangganya, China dan Korea. Walau ada fans antar budaya antara satu sama lain, sejarah Perang Dunia II membuat hubungan politik negara-negara tersebut tak begitu mulus sampai sekarang. Dan itu terlihat lagi dengan kabar adanya beberapa pemuda China yang “wibu” yang ditangkap polisi karena dituduh “Anti-China”.

Kata Wibu disini diberi tanda petik karena dalam kabar originalnya, para pemuda China tersebut dikatakan dengan sebutan 精日分子 atau Jingri di China, yang berasal dari kata Seishin Nihonjin (精神日本人) yang berarti “Orang Jepang secara Spiritual”.

Website Yahoo News Japan yang memberitakan kabar tersebut memberikan penjelasan dalam artikelnya kalau 精日分子 merupakan kata hinaan yang diberikan kepada orang China yang fans animanga dan juga cosplay.

Akan tetapi Liga Pemuda Komunis Tiongkok mengatakan kalau kata tersebut merujuk kepada orang China yang begitu mendukung nasionalisme Jepang dan kekuatan militer Jepang saat Perang Dunia II, dan membenci negaranya sendiri.

Kata tersebut mulai menyebar penggunaannya sejak awal tahun 2018 lalu. Dan itu dikarenakan adanya kasus penangkapan dua pemuda di China karena mereka memakai baju seragam militer Jepang saat Perang Dunia II.

Dan kini kata tersebut dipakai lagi karena adanya kejadian yang terasa serupa, dimana kali ini ditangkap sampai sembilan orang pemuda SeiHi Bunshi pada tanggal 28 Juli kemarin. Ini pertama kalinya terjadi penangkapan yang mencapai jumlah sebanyak itu dalam satu hari.

Dari sembilan orang itu, dua penangkapan lebih diperjelas oleh Beijing News, yang memberitakan seorang kartunis berumur 22 tahun bernama Zhang ditangkap karena “menyimpangkan sejarah China kedalam dan luar kearah yang buruk” dimana ia menggambar orang-orang China sebagai babi, dan pemuda berumur 31 tahun bernama Lu ditangkap karena membantunya di media sosial.

Ini bukan pertama kalinya Pemerintah China melakukan penangkapan ekstrim macam ini, dengan tahun 2018 lalu seorang wanita ditangkap dan dihukum penjara lebih dari 10 tahun karena ia menulis buku Boys Love.