Tokyo adalah salah satu ibu kota padat, dan termasuk kota terbesar di dunia. Di sisi lain, seperti yang akiba-chan dan akiba-kei tau, jika kalian pernah berada di sana, ini bukan kota metropolitan yang berpusat di sekitar satu bagian. Tapi lebih merupakan gabungan distrik – distrik kecil. Salah satunya Asakusa. nah mimin mau berbagi tips nih, saat kalian berkunjung ke Asakusa, pastikan kalian tidak melewatkan hal dibawah ini.

1 – Naik Becak Tradisional

Sebagian besar dari apa yang bakal kalian lihat saat tiba di Asakusa yaitu kesan futuristik, jadi mungkin akan mengejutkan bila kalian mengetahui bahwa cara terbaik untuk melihat distrik ini adalah dengan becak. Dan bukan sembarang becak, tapi mungkin jenis yang paling tradisional yaitu ditarik oleh pemuda yang hanya menggunakan kekuatan tubuh mereka untuk menarik becaknya.

Selain menjadi cara menawan untuk melihat Asakusa, menunggang becak juga merupakan cara untuk mengabadikan setiap sisi kota paling luas di distrik ini. Karena banyak kendaraan jenis ini mudah terlihat di Asakusa. Kalian akan disuguhi perjalanan menyusuri lorong-lorong yang tampak sedikit berantakan tapi terbukti menjadi situs warisan budaya dari seluruh perjalanan Jepang kalian!

2 – Menyusuri Keindahan Kuil Tertua di Tokyo

Senso-ji, secara teknis merupakan kuil tertua di kota ini, yang awalnya dibangun pada tahun 645 Masehi. Kalian harus sadar bahwa ini telah dibangun kembali beberapa kali, pertama setelah Gempa Besar Kanto pada tahun 1923, lalu saat pemboman Perang Dunia II. Tentu saja, orang Jepang berusaha keras untuk menjaga gaya arsitektur dan desain aslinya setiap kali mereka harus membangun kembali kuil – kuil disana. Meskipun telah dibangun berulang kali, kuil Senso-ji tetap akan memikat hati kalian seolah-olah kuil itu masih asli, walaupun pada kenyataannya tidak.

3 – Mengenang Masa Lalu

Nope. Bukan mengenang masa lalu tentang si mantan ya. Hahaha. Karena Becak dan kuil bukanlah satu-satunya peninggalan masa lalu yang akan kalian temukan di Asakusa. Museum yang sangat bagus di distrik ini juga dapat membantu kalian mengumpulkan gambaran tentang apa yang dialami Asakusa selama periode Edo Jepang (dan bahkan sebelumnya), menyajikan keindahan dari segi seni, masakan, budaya dan sebagainya yang tentunya memikat.

Museum Kerajinan Tradisional Edo Shitamachi, misalnya, tidak hanya memamerkan kerajinan tangan yang populer pada zaman Edo, namun juga menjadi ajang bagi masyarakat modern yang masih mempraktikkan seni ini untuk menampilkan keahlian dan menjual produk mereka. Museum Amuse malah berfokus pada seni pertunjukan dari masa lalu dan sekarang, dan bahkan merupakan rumah bagi sebuah teater Ukiyo-e yang menyoroti seni dramatis yang dibuat dengan gaya “woodprint” yang indah ini.

4 – Mencicipi Lezatnya Tempura

Kelezatan makanan yang digoreng ini baru dimulai setelah pedagang asing mulai tiba di Jepang setelah pelabuhannya dibuka pada pertengahan abad ke-16 setelah ratusan tahun mengisolasinya karena alasan beberapa hal. Ini adalah bentuk masakan fusi paling awal. Dengan ini dikatakan, kualitas tempura di Asakusa benar-benar mengesankan. Untuk mencicipi pengalaman yang lebih santai, dianjurkan makan siang sebentar di Tentake. Daikokuya, di sisi lain, paling berpengalaman saat makan malam dan menyediakan masakan goreng dalam suasana yang sangat berkelas.

5 – Menonton Pertandingan Sumo

Meskipun sulit untuk menemukan sumo di Asakusa dengan tepat, rumah sumo yang sesungguhnya hanya bersebelahan, yaitu di distrik Ryogoku. Mengingat ukuran Tokyo dan jarak antara penginapannya yang cukup dekat, kalian bisa menganggap ini sebagai sesuatu yang menakjubkan untuk dilakukan di Asakusa.

Akiba-chan dan akiba-kei harus bersiap untuk menyediakan beberapa jam dari waktu kalian untuk menonton pertandingan. Jika kalian ingin menyaksikan pertunjukan sumo, kunjungilah stadion Ryogoku Kokugikan. Pilihan lain juga ada, namun bagaimanapun kalian harus benar – benar menentukan agenda dalam memesan tur untuk menonton latihan sumo saat pagi hari, atau hanya ingin melihat salah satu pegulat sumo yang pasti kalian lihat di jalanan ditambah lagi di sini jika kalian dapat berfoto bersama dengan mereka.

6 – Abadikan Momen Dalam Foto

Perasaan yang sama saat tiba di Asakusa yaitu suatu distrik modern namun tetap ada kesan futuristiknya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Jika ada satu infrastruktur yang mewujudkan estetika ini lebih banyak daripada yang lain di distrik ini adalah Tokyo Sky Tree. Yang berjarak beberapa menit dengan berjalan kaki (bahkan lebih singkat dengan becak) dari distrik Asakusa seperti Senso-ji.

Apakah Anda hanya akan mengagumi tower raksasa seberat 2,080 ini dari tanah, atau naik ke observatorium untuk menikmati panorama Tokyo yang paling mengesankan. Agenda ini wajib ada dalam list liburan kalian saat menghabiskan waktu di Asakusa.

7 – Berjalan Jalan ke Area yang kurang Terkenal  di Asakusa

Tentu saja, tidak semua pemandangan di Asakusa cantik saat dilihat dari ketinggian. Hal ini memungkinkan kalian melihat ke semua sudut kota di Tokyo. Yang pasti, jika kalian hanya ingin menikmati pemandangan yang ramai dari dataran rendah Asakusa yang paling penting, kalian bisa menuju atap Pusat Informasi Budaya dan Turis Asakusa.

Selain bebas untuk masuk, ini memungkinkan kalian untuk mengasah pengetahuan soal pemandangan Asakusa dengan fotografi yang kalian ambil sendiri, serta untuk mengatakan fakta bahwa ini kota ini benar – benar indah dan kalian bisa memamerkannya pada teman – teman dengan foto dari ketinggian.

8 – Melanjutkan Perjalanan ke Nikko

Sebagian besar perjalanan ke depan dari ibukota Jepang dimulai dari stasiun kereta yang ramai seperti Tokyo, Shinjuku dan Shinagawa, dengan menggunakan kereta yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api Jepang Nasional (JR). Meskipun secara teknis kalian bisa sampai ke kota Warisan Dunia UNESCO Nikko dengan menggunakan kereta JR dari stasiun Tokyo.

Cara yang paling oke untuk sampai ke sana adalah dengan menaiki jalur khusus yang berangkat dari stasiun Asakusa. Tipsnya jika kalian berhasil menyelesaikan hal-hal menakjubkan lainnya di Asakusa sebelum makan siang, lebih baik bermalam malam di sini, dan berangkat dari stasiun Asakusa ke Nikko keesokan paginya. Kedua tempat ini begitu penuh dengan sejarah!

Nah kedelapan hal diatas sudah mimin rangkum untuk siap masuk dalam agenda kalian saat berkunjung ke Asakusa. Jangan lupa untuk membelikan buah tangan untuk orang tersayang juga ya! 😀

Comments