Bullying atau Ijime adalah masalah sosial yang cukup besar bagi sebagian negara. Fenomena ini seringnya terjadi pada seseorang di usia muda, seperti anak-anak dan remaja. Bullying bukanlah suatu permasalahan yang remeh-temeh, karena efeknya bisa merusak kondisi mental generasi penerus bangsa. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas hidup mereka di masa depan. Oleh karena itu, tips mengatasi bullying haruslah diketahui oleh masyarakat luas sebagai tindakan evaluasi jika sewaktu-waktu terjadi masalah sosial yang satu ini.

Salah satu penulis Jepang, yang telah menelurkan buku populer tentang bullying berjudul Kyoushitsu no Akuma (Monster di Kelas), berbagi tips-tips yang bisa dilakukan andaikata kasus ijime terjadi di hadapan mata. Namun, tips-tips berikut ini hanya diperkenankan untuk orangtua dalam menghadapi anaknya yang tertimpa masalah bullying oleh teman-temannya. Ditulis secara berurutan dari langkah apa yang pertama kali harus dilakukan sampai yang terakhir.

Mari disimak baik-baik, Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian!

1. Beri Waktu Libur

Jika kamu sebagai orangtua mencurigai telah terjadi sesuatu pada anak, biasanya ditandai dengan sifat anak yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam, menutup diri, dan terkesan murung, maka jangan ragu untuk memberinya waktu libur dari kegiatan sehari-seharinya. Entah itu sekolah, les, atau kegiatan sejenis yang mengharuskan anak bertegur sapa dengan orang lain. Ini adalah langkah pertama yang wajib kamu ambil! Orangtua di Jepang selalu melakukan hal ini seandainya mereka menemukan ada yang tidak beres dengan diri anak mereka.

 

2. Berinteraksi dengan Anak

Setelah meliburkan anak dari segala kegiatannya yang melelahkan, maka tips mengatasi bullying selanjutnya adalah berinteraksi dengan anak. Luangkanlah waktu Minasan agar bisa menemani anak, mengajak bicara dengan topik yang umum seputar kesehariannya, dan jangan terlalu buru-buru untuk mengetahui apakah telah terjadi bullying padanya atau tidak. Usahakan untuk terus berinteraksi dengan waktu cukup lama setiap harinya, temani dia dalam kesendiriannya, dan ajaklah melakukan kegiatan simpel yang bisa dilakukan di rumah seperti merawat tanaman, membaca buku, menonton film, atau bermain permainan yang disukainya.

 

3. Tanyakan dari Hati ke Hati

Inilah bagian yang paling sulit. Selain membutuhkan empati yang lebih, Akiba-chan dan Akiba-kei sebagai orangtua haruslah menyusun kata-kata sebaik mungkin sebelum diucapkan ke anak, agar mereka tidak salah paham, takut, atau tersinggung. Jelaskan padanya dengan senyum ringan bahwa menurutmu sikapnya telah berubah dratis dan hal tersebut membuatmu bingung. Katakan bahwa semua masalah tidak akan terselesaikan jika hanya disimpan sendiri. Dan kemudian, beri kepercayaan bahwa kamu dapat membantu sebaik mungkin jika ia mau berbicara mengenai masalahnya.

Jika anak tidak mau juga bercerita, ucapkan padanya bahwa kamu memberinya waktu agar ia memikirkan matang-matang atas apa yang telah kamu tanyakan dari hati ke hati itu. Umumnya, setelah beberapa waktu kemudian, si giliran anak yang akan mengajakmu bicara. Maka dengarkan dengan seksama, jangan dipotong seenaknya, berkomentar yang menyudutkan, atau bahkan sekali-sekali menyalahkannya. Urusan bakal tambah pelik jika Minasan bersikap menyebalkan seperti itu.

Baca juga: Akhiri Masa JONES! Dengan Mengunjungi Kuil Cinta di Tokyo Jepang

4. Pantau Terus

Dalam tips mengatasi bullying, Minasan mesti memantau segala aspek menyangkut anak. Jadilah detektif kecil-kecilan dan cobalah cari akar permasalahannya. Tanyakan dengan baik-baik pada sahabat terdekatnya apakah akhir-akhir ini telah terjadi sesuatu menyangkut si anak. Biasanya, sahabat terdekat dari anak menjadi orang yang paling mengetahui karena ia menghabiskan banyak waktu bersama di luar rumah dibanding kita sebagai orangtua. Teruslah mencari tahu dengan mengamati apa pun di sekitar anak. Semua informasi yang berhasil didapatkan akan sangat berguna.

 

5. Tindakan Perlindungan

Tidak ada yang boleh menyakiti buah hati Minna, siapa pun itu! Karenanya, kamu sebagai orangtua yang paling dibutuhkan dalam kehidupan anak wajib memberikan perlindungan. Jika akar permasalahan sudah diketahui, berkonsultasilah pada pakarnya dalam mengatasi masalah, seperti membawanya ke dokter jika ada keluhan fisik, atau psikolog untuk membantu mental anak menghadapi masalah. Setelah yakin tindakan perlindungan yang kamu lakukan sudah semaksimal mungkin, maka tips mengatasi bullying ala Jepang berikutnya mengharuskan menyelesaikan akar permasalahannya.

 

6. Tindakan Penyelesaian

Ini merupakan titik yang amatlah penting dan menjadi ujung tombak atas semua usaha Minasan selama ini. Pertama-tama, yang harus dilakukan adalah jangan menjadi orangtua yang otoriter dan sok-jagoan. Semua masalah menyangkut diri anak tidak akan terselesaikan dengan sempurna jika kamu sebagai orangtua tidak berdiskusi terlebih dahulu dengan anak. Ajaklah bicara, katakan tindakan apa yang bakal kamu lakukan, dan mintalah pendapatnya. Buatlah dia percaya bahwa tindakan yang akan dilakukan itu dibutuhkan untuk menolongnya.

Jika anak memberi respon penolakan terhadap inisiatif dari Minna, maka tanyakanlah alasannya. Mengapa ia menolaknya, tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mengganti inisiatif tadi, dan sebagainya. Setelah diskusi perlahan menuju titik temu, maka persiapkan semua keperluan. Kamu dapat menghubungi penanggung jawab dari pihak sekolah (kalau bullying memang terjadi di sekolah), biasanya wali kelas yang akan menangani masalah para murid di kelasnya, guru BK (Bimbingan Konseling) atau kesiswaan, dan bahkan kepala sekolah. Mereka akan mengadakan pertemuan para orangtua dari murid yang bersangkutan untuk membicarakan masalah ini.

 

7. Solusi Akhir

mengatasi bullying

Pihak sekolah akan menjadi penengah di antara para orangtua yang sedang membicarakan masalah yang terjadi, maka bersikaplah bijak dan dewasa. Jangan mengeluarkan ucapan sindiran secara personal yang sekiranya dapat memancing emosi. Hal ini akan menjadikan diskusi tidak lagi kondusif dan alih-alih menemukan solusi, malah kalian jadi berantem. Tips mengatasi bullying ala Jepang yang ke-7 ini adalah bagaimana caranya menemukan solusi akhir. Umumnya, diskusi berakhir dengan saling memaafkan. Akan tetapi, bullying boleh jadi tidak berakhir di situ saja.

Anak nakal yang melakukan bullying berkemungkinan menyimpan dendam yang besar dan melakukan bullying melebihi sebelumnya. Maka solusi akhir yang bisa dilakukan adalah memindahkan sekolah anak. Tapi, jangan ambil solusi ini sebelah pihak, wajib dibicarakan dahulu dengan si anak dan anggota keluarga. Jika anak memang lebih suka pindah sekolah, maka carilah sekolah yang rutenya tidak membuat anak Minasan harus bertemu dengan anak sekolahan yang melakukan bullying tadi. Boleh cari rute yang berlawanan arah. Dan juga, sebelum itu carilah sekolah yang memiliki latar belakang agama yang kuat serta kualitasnya bagus.

Solusi akhir juga bisa tetap menyekolahkan anak di sekolah sebelumnya, namun dampingilah mereka sewaktu di sekolah. Akiba-chan dan Akiba-kei boleh meminta kakaknya atau saudara yang cukup dekat dengan anak untuk menemaninya selama bersekolah. Mintalah juga para guru untuk lebih memperhatikan anak Minna. Dan untuk memberi rasa damai, berbuat baiklah pada anak yang bermusuhan dengan anak Minna dan suruh anak Minna untuk berbuat baik juga kepadanya. Terkadang, musuh di masa kanak-kanak dan remaja dapat berubah menjadi sahabat dengan cepatnya.

Itulah 7 tips mengatasi bullying ala Jepang yang boleh menjadi contoh yang baik bagi Minasan sebagai orangtua. Bullying atau ijime itu sangatlah berbahaya bagi kualitas diri anak dan masa depannya, maka dari itu mari cegah sedini mungkin! 🙂