Pada tahun 2016 kemarin, publik dunia dihebohkan dengan perilisan sebuah permainan digital yang canggih. Permainan tersebut bernama Pokemon Go . Dengan menggunakan fitur yang disebut ‘Augmented Reality‘, pemain diharuskan berpindah tempat dengan cara berjalan sehingga karakter dalam permainan tersebut dapat bergerak. Niantic Inc adalah perusahaan pengembang permainan Pokemon Go dan merilisnya untuk ponsel pintar berbasis Android dan IOS. Meski sangat diminati, nyatanya ada sisi gelap Pokemon Go yang terbukti mengejutkan.

Fakta-fakta yang terbilang cukup negatif ini sangatlah mencengangkan bagi para penggemarnya. Bagaimana tidak? Ternyata, dari sebuah permainan ponsel bisa menimbulkan efek yang sangat merugikan bagi pemain. Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian wajib baca sampai habis agar bisa menjadi peringatan untuk diri sendiri sekaligus teman-teman. Apa saja kiranya beberapa fakta yang terkenal membuat bulu kuduk merinding itu? Inilah 6 sisi gelap Pokemon Go yang bikon kamu ‘enggak nyangka’!

1. Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat

Setelah Pokemon Go berhasil dirilis di banyak negara dan dimainkan oleh sebagian besar masyarakatnya, terutama kalangan para remaja, kasus kecelakaan lalu lintas ternyata meningkat drastis. Ada berjibun laporan dari kepolisian setempat mengenai kecelakaan yang disebabkan oleh permainan daring itu.

Motif kecelakaan pun bisa bermacam-macam. Mulai dari kendaraan yang oleng akibat kagok, pengemudi yang tidak fokus saat berkendara, lengah saat menyeberang jalan, sampai ke kejadian yang ekstrem seperti tabrakan beruntun. Hal tersebut terjadi akibat kurangnya kewaspadaan orang-orang yang sedang memainkan Pokemon Go.

Poin satu ini merupakan sisi gelap Pokemon Go yang pertama, Minasan. Masih ada yang lebih ‘gelap’ lagi.

2. Gangguan Kesehatan

Menurut sumber yang beredar, ada ribuan orang di dunia mengalami gangguan kesehatan akibat bermain Pokemon Go. Mereka adalah individu yang telah kecanduan memainkan permainan ini hingga lupa diri. Para pemain tersebut tidak bisa membagi waktu antara bermain dan istirahat. Tentunya, hal ini berdampak pada kondisi fisik si pemain.

Sebagian individu diketahui memiliki masalah pada indra penglihatan mereka. Sebagian mengaku bahwa mereka sering merasakan sakit leher yang luar biasa, pusing yang hebat di kepala, dan gangguan tidur atau insomnia. Sebagian lagi mendapat cedera di anggota tubuhnya, termasuk pergelangan kaki dan tangan. Poin kedua ini menjadi fakta yang tak terbantahkan dari sisi gelap Pokemon Go.

3. Dapat Berujung Kematian

Seperti yang Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian ketahui, telah ada banyak peristiwa kecelakaan yang disebabkan oleh permainan dari pengembang Niantic itu. Menurut berita yang tersiar di media massa, beberapa kejadian akibat Pokemon Go diketahui sangatlah fatal dan dapat merenggut nyawa dari pemainnya. Terbukti, dalam kurun waktu setelah perilisan permainan berfitur Augmented Reality itu sudah memakan beberapa korban.

Di Florida, dua orang remaja yang tengah berburu pokemon pada malam hari ditembak si pemilik rumah. Mereka disangka pencuri yang hendak membawa lari barang berharganya secara diam-diam. Lalu di San Diego, diketahui ada dua orang pemuda yang jatuh dari tebing dengan tinggi mencapai 30 meter ketika mengejar Pokemon.

Selain itu, seorang warga Pennsylvania tertabrak mobil di jalan tol karena asyik menatap layar ponselnya. Ia mengalami luka-luka cukup parah. Selanjutnya, salah satu penduduk New York, ia diketahui patah tulang akibat mobilnya menabrak pohon saat mengejar ‘Lapras’.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa kejadian serupa. Menanggapi hal tersebut, Kemkominfo mulai menimbang rencana untuk memblokir Pokemon Go di Nusantara pada tahun kemarin. Yup, sisi gelap Pokemon Go di poin ketiga ini lumayan mengerikan.

Baca juga: Malang, Kakek Ini Tewas Tertimpa Majalah Porno Koleksinya Sendiri!

4. Mengusik Tempat Ibadah

Sisi gelap Pokemon Go selanjutnya adalah mengganggu orang-orang yang sedang beribadah. Hal ini dikarenakan tempat-tempat yang dipilih sistem permainan digital dari Niantic itu, sebagai Gym atau PokeStop, merupakan tempat yang simbolik serta sering dikunjungi oleh banyak orang. Termasuk di antaranya tempat ibadah, seperti Musala/Masjid, Gereja, Wihara, dan Kelenteng.

Otomatis, para pemain pun menuju ke tempat ibadah hanya untuk sekadar bermain Pokemon Go, bukannya melakukan sesuatu yang sebagaimana mestinya. Hal ini sangat disayangkan, mengingat orang-orang yang sedang beribadah akan terusik. Oleh karenanya, di beberapa tempat ibadah, pengurus biasanya menempelkan peraturan yang berisi larangan memainkan permainan tersebut di sana.

5. Malware is Everywhere

Niantic tidak merilis Pokemon Go secara serentak di seluruh negara, namun berturut. Tindakan yang diambil Niantic ini tentunya memicu ‘rasa iri’ di kalangan para gamer. Mereka begitu penasaran dengan permainan yang sangat viral di media sosial satu itu. Karena belum rilis di negaranya, maka sebagian pemain memilih jalan pintas, yaitu mengunduh aplikasinya lewat sumber pihak ketiga yang bisa dibilang ilegal.

Selain itu, meski telah dirilis di negara tempat tinggalnya, banyak pemain mengaku kesulitan saat mengunduh aplikasinya lewat sumber asli disebabkan trafik unduhan yang cukup tinggi. Jadilah mereka terpaksa mengunduh melalui sumber pihak ketiga. Celakanya, serangan malware sering kali ditemui oleh para pengunduh. Beberapa bahkan diketahui merusak perangkat elektronik yang sedang digunakan dan membuatnya dapat diretas oleh orang tidak bertanggung jawab.

Wah, yang ini sih bukan sisi gelap Pokemon Go lagi, tapi emang bikin kzl. 🙁

6. Adanya Teori Konspirasi

Beredar kabar bahwa Pokemon Go merupakan alat yang dipakai oleh suatu badan intelijen untuk mengamati orang-orang dan mendapatkan informasi dari para pemain. Praduga tersebut muncul karena ada informasi yang menyebutkan bahwa pembuatan aplikasi Pokemon Go dibiayai oleh NGA (National Geospatial-Intelligence Agency). Bagi Minasan yang tidak tahu, NGA merupakan agen pemerintah Amerika yang konon bertugas mengumpulkan data untuk agen mata-mata mereka.

Sisi gelap Pokemon Go yang terakhir nyatanya masih sebuah praduga, lho, alias belum ada bukti jelasnya. Tapi patut dipertimbangkan mengingat Niantic mewajibkan pemain menyetujui ‘syarat dan ketentuan’ dari pihaknya sebelum memainkan permainan satu ini.

Itulah 6 sisi gelap Pokemon Go. Bagian mana yang tak disangka oleh Minasan? Tulis di komentar ya, kami mau dengar. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here