Halo, Minna-san. Kali ini kita akan membahas tentang karakter Shinichi Kudo atau Conan Edogawa dari serial animanga Detektif Conan. Di Jepang, Detektif Conan lebih dikenal sebagai Meintatei Konan (名探偵コナン). Serial yang menggunakan tema cerita yang sama dengan Sherlock Holmes ini, yakni pemecahan kasus oleh para detektif, begitu populer beberapa tahun silam. Animasinya diputar di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia secara maraton dengan animasi lain setiap hari Minggu (meski sering ganti jam tayang). Anak-anak yang lahir tahun 90’an pasti akrab sekali dengan sifat conan yang terbilang ‘jenius tapi unik’ ini, karena serial animasinya dahulu merupakan tontonan paling disukai. Mungkin, sekarang mereka (anak-anak yang lahir tahun 90’an itu) sudah pada gede semua, ya? Sudah waktunya nikah. Hahaha… 😀

Nah, bersama kepopuleran animasi lawas satu ini, Akiba Nation susun 6 sifat Conan yang bisa dibilang hal yang positif dan dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita semuanya. Beberapa poinnya dapat diadopsi menjadi prinsip hidup kita. Diamalkan dalam kehidupan sehari-hari pastinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain. Apa saja watak Conan tersebut? Capcus gulir mouse-nya ke bawah, Minna-san! 😀

1. Cermat dan Penuh Perhitungan

Via Fanpop

Bukan detektif andal namanya kalau tidak cermat dan penuh perhitungan. Dalam sebuah kasus, terkadang hal-hal kecil dapat menjadi petunjuk yang berpengaruh besar dalam pemecahan motif tersangka. Jangan pernah menyepelekan apa pun dalam memeriksa tempat kejadian perkara, karena bahkan jejak kaki saja menyimpan petunjuk atas sebuah kejadian. Oleh karena itu, sifat Conan yang sistematis patut kita contoh. Ia memperhitungkan segalanya dengan matang serta mengikuti logika yang sehat. Ia juga cermat dalam mengamati semua bukti. Menurut Conan, orang yang lalai, ceroboh, serta tidak berpikir panjang dalam melakukan sesuatu adalah tipikal orang yang ‘gampang mati’ dan sangat disukai oleh nasib tidak beruntung.

2. Tepat Waktu

Via Fanaru

Pepatah itu benar adanya, bahwa gadis-gadis lebih menyukai pria yang tepat waktu karena menandakan dia seorang pria ‘gentle’. Tepat waktu merupakan sifat Conan kedua yang pantas Minna-san contoh. Di dalam dunia reserse (polisi yang mencari informasi rahasia), waktu merupakan patokan awal yang harus mereka miliki. Itu dikarenakan waktu dapat membuat perbedaan keadaan yang sedemikian rupa. Contohnya, di sebuah taman kota tempat perkara pembunuhan terjadi ada sebuah gumpalan helai rambut (yang mengandung DNA) tersangka, akan tetapi lima belas menit kemudian hujan turun dan membuat gumpalan helai rambut yang bisa menjadi petunjuk berharga itu hilang. Maka detektif yang baik semestinya selalu bergerak cepat alias tidak bertele-tele. Oleh sebabnya, Conan selalu datang paling awal ke tempat kejadian.

Baca juga: 5 Game Online yg Diadaptasi dari Manga dan Anime Ini Wajib Minna-san Mainkan!

3. Gemar Baca Buku

Via Pinterest

Sifat Conan yang selanjutnya adalah gemar membaca buku. Ia sangat suka membaca buku di waktu luang, seperti ketika menunggu temannya datang, menunggu kereta di stasiun, jam istirahat sekolah, dan ketika tidak ada guru yang mengajar. Buku juga sering menjadi referensinya ketika menyelesaikan sebuah kasus. Semakin banyak membaca buku, semakin banyak pengetahuan yang didapat. Semakin tinggi pula tingkat persentase pula untuk mengetahui detail petunjuk dan memecahkan teka-teki yang ada. Kebiasaan satu ini juga membuat Conan menjadi hafal sejarah sehingga membantunya mengenal sebuah tempat. Sandi-sandi rumit yang ditinggalkan oleh tersangka pun kerap berhasil diketahui artinya karena ia teringat buku yang pernah ia baca.

Kalau Minna-san meniru sifat Conan yang gemar baca buku, selain meningkatkan persentase keberhasilan di masa depan, dijamin juga deh nilai rapotnya meningkat. 😀

4. Setia

Via Picfinder

Nah, kalau yang ini sih agak terasa romantis. Pasalnya, setia merupakan ‘nama tengah’ dari seorang Conan Edogawa. Lmemberantaihat saja, meski tubuhnya mengecil seukuran anak SD, dirinya tetap setia menjalin hubungan dengan Ran. Bahkan, sesekali Conan memaksa profesor Agasa untuk memberinya obat yang mengubah wujudnya kembali normal. Meski itu hanya sementara waktu saja, tapi Conan ‘ngotot’ menggunakannya demi dapat menemui Ran dan demi menghiburnya. Padahal, ia tahu benar hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatannya sendiri. Conan juga setia pada pengabdiannya memberantas pelaku kejahatan. Ya, walaupun terkadang kesusahan karena ia berwujud anak kecil dan itu membuatnya sering diusir polisi dari area kejadian perkara. “Hus, sana-sana! Jangan bermain di sini! Ini bukan taman bermain kanak-kanak.” Begitulah sekiranya kata polisi kalau Conan terlalu banyak bertanya.

Baca juga: 10 Anime Terbaru Winter 2017 Paling Wajib Nonton

5. Tidak Menyombongkan Diri

Via ForumsDctpWs

Kendati selalu berhasil menyelesaikan kasus dengan cemerlang, Conan tidak pernah membusungkan dada dan berteriak bahwa semua ini semata-mata berkat dirinya. Lihat, karena badannya yang mengecil, Conan menggunakan alat peniru suara detektif Kogoro Mouri untuk menjelaskan kasus yang dipecahkannya. Itu menjadikan bukti bahwa ia memang bukan tipikal penyombong. Sebab, Kogoro Mouri-lah yang mendapatkan semua penghargaan atas kerja keras Conan selama ini. Malah, ayah dari Ran itu rupanya yang menjadi sombong tak terkira. Bahkan, ia pernah mengusir Conan seperti lalat pengganggu karena sering merecoki lamunannya dengan banyak pertanyaan. Conan hanya melakukan apa yang ia suka dengan antusias, itu saja. Tidak peduli soal imbalan yang didapatkan. Itulah sifat Conan yang pantas mendapat pujian.

6. Selalu Waspada

Via Mosta2bal

“Kejahatan terjadi bukan saja karena ada niat dari si pelaku, melainkan karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah!” Mungkin begitulah suara hati Conan, meski sedikit terdengar mirip-mirip Bang Napi. Yeah, selalu waspada merupakan sifat Conan dan semua detektif andal semacam James Bond. Mereka semua memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi agar terhindar dari serangan musuh yang mendadak. Hei, bagaimana pun musuh yang pintar akan berusaha melumpuhkan detektif berbakat agar tindakan kejahatan mereka tidak terungkap.

Akiba-chan dan Akiba-kei di rumah harap waspada, ya! Terutama yang cosplayer, nih, karena suka bepergian jauh menghadiri suatu event. 🙂

Comments

Loading...
SHARE
Previous articleBand Ja Naimon Rilis 2 Single Baru di Awal Tahun
Next article5 Suara Paling Mengganggu Bagi Orang Jepang
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here