Anime atau yang sering disebut dengan kartun Jepang adalah momok terbesar kenangan dari masa kecil. Karena terlalu sering menonton di salah satu televisi swasta yang menyajikan seluruhnya acara pada anime atau yang hanya diputar secara maraton saat hari minggu, membuat kita merekam semua suasana lampau dan akan terbayangkan lagi saat dewasa kelak kala mengingat anime tersebut. Mendengar judulnya saja bisa membuat kita teringat banyak kejadian lucu nan polos di masa lalu, apalagi membaca lirik lagunya yang telah diterjemahkan ke Indonesia.

Baiklah, Minna-san semua. Tanpa banyak basa-basi lagi, berikut adalah daftar soundtrack (lagu pembuka/penutup) anime yang penulis susun untuk menghadirkan kembali memori indah kanak-kanak kita. Apa saja kira-kira? Check it out!

Doraemon

Doraemon

Ya, anime ini masuk ke dalam peringkat satu soundtrack yang mengingatkan kita dengan masa kecil. Si robot musang -eh maksudnya kucing- berkantung ajaib!

Robot berbentuk binatang yang didatangkan langsung dari masa depan melalui pintu laci mesin waktu untuk membantu seorang bocah laki-laki cengeng, bodoh, lemah, dan sialnya, selalu tertimpa nasib buruk.

Bocah laki-laki tersebut bernama Nobita, mempunyai tiga orang teman dekat yaitu Giant (dibaca : Jayen) si gendut yang suka membully Nobita. Suneo si anak orang kaya yang soknya setengah mati. Dan gadis cantik bernama Shizuka, satu-satunya perempuan yang sangat dicintai Nobita selain Ibunya sendiri.

Cerita lucu yang sering terselip amanat di dalamnya ini sangat menarik minat kita pada masa kecil. Pada hari minggu tersebut kita selalu berusaha untuk bangun pagi-pagi, bahkan shubuh saat matahari baru naik sepenggalah dan Mama sedang mempersiapkan cuciannya, hanya demi menyaksikan kekonyolan Nobita yang selalu berulah. Doraemon yang seperti Ibu kedua bagi Nobita mau-tidak mau harus menjaga Nobita yang keras kepala dan menuruti permintaan egois darinya untuk mengeluarkan alat-alat luar biasa, hanya semata untuk mengusili balik Giant yang sering menjahilinya.

Wah, kebayang bukan? Suasana pagi di mana saat kita belum mandi, bangun cuma demi menonton Doraemon. 🙂

Berikut adalah Ost pembukanya yang sudah diterjemahkan dan dinyanyikan lagi dalam bahasa Indonesia.

Aku ingin begini

Aku ingin begitu

Ingin ini-itu banyak sekali

Semua, semua, semua

Dapat dikabulkan

Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas

Di angkasa

Hei… baling baling bambu

La… la… la….

Aku sayang sekali… Doraemon…

La… la… la….

Aku sayang sekali… Doraemon…

Honey Bee Hutch

The_Adventures_of_Hutch_the_Honeybee

Honey Bee Hutch atau yang lebih dikenal dengan judul Hatchi Si Lebah Madu adalah anime yang menempati urutan kedua setelah Doramenyon. Eh, typo, maksudnya Doraemon. *Krik-krik-krik*

Kartun yang menghiasi masa kecil kita ini menceritakan seorang lebah madu kecil yang kehilangan Ibunya dan mencari sang Ibu hingga ke ujung dunia.

Dengan membawakan genre yang sedih dan penuh aksi, Hatchi Si Lebah Madu sukses membuat perasaan kita hanyut dalam cerita sampai mata kita berkaca-kaca bahkan menangis. Bagaimana soal ia yang merindukan Mamanya membuat kita ikutan sedih, menjelajah dunia dan bertemu para predator yang hendak memangsanya membuat kita deg-degan.

Soundtracknya pun begitu, memainkan perasaan hati kita. Dengan suara yang mendayu-dayu dan lembut, plot cerita Honey Bee Hutch terlukiskan dengan baik.

Berikut adalah lirik dari soundtrack openinb anime Honey Bee Hutch yang telah diindonesiakan.

Mama… Mama…

Dimanakah kau berada

Mama…. Mama…..

Hati ingin bertemu

Hatchi anak yang sebatang kara

Pergi mencari ibunya

Di malam yang sangat dinginTeringat mama

Walaupun kesepian

Hatchi tetap gembira

Mama…. Mama…

Dimanakah kau berada

Mama…. Mama….

Suatu saat pasti bertemu

Mama…. Mama….

Hati ingin bertemu

Mama…. Mama….

Suatu saat pasti bertemu

Hunter x Hunter

z1wu8k5ccxkt3hepwoei

Gon ialah tokoh utama dalam anime ini yang membuat kita terbayang akan masa kecil dulu. Dengan tingkahnya yang manis dan baik hati, Gon pergi berpetualang sembari mencari Ayahnya yang telah lama pergi dan menghilang dari dekapannya.

Setelah beberapa saat berpetualang mengenakan senjata berupa pancing, Gon bertemu dengan orang-orang yang akan menjadi teman dan menemaninya menjelajah rimba hutan. Di antaranya adalah Killua, anak dari keluarga pembunuh bayaran yang sangat terkenal, ditakuti oleh banyak golongan serta memiliki sifat cuek semaunya sendiri. Lalu Leorio, tipikal yang humoris dan murah tawa yang bercita-cita menjadi seorang dokter. Dan Kurapika, seorang cewek tomboy yang membuat siapa saja akan bertanya-tanya apakah dia laki-laki atau justru perempuan.

Berbekal soundtrack penutup yang melambai dan indah, HunterxHunter sering kita tonton sampai habis lantas berganti anime lain.

Berikut adalah soundtrack penutupnya.

Apa kau dengar suara angin yang berhembus di muka bumi

Bangkit kenangan di masa lalu

Apakah yang berada di sana, di ujung awan yang berarah

Kutahu masa depan telah menantimu di balik hutan ini

Selamat jalan… ann…

Jangan berpaling lagi dan teruslah melangkah

Percayalah… ahh…

Gejolak dalam dada kan jadi kekuatan

Suara langkahmu yang tengah berlari kencang

Sendiri kan kucari di tengah angin ini..

Dragon Ball

Dragonball3

Nah, kalau yang ini pasti semuanya tahu. Tanpa dijelaskan dengan detail, Dragon Ball dengan alur kisahnya tentang perjalanan seorang seiya bernama Goku yang sarat akan aksi, sukses membuat kita semua terkesan dengan ost-nya yang penuh semangat.

Berikut merupakan soundtrack penutup dari anime Dragon Ball.

Orang pun datang dan akan kembali

Kehidupan kan jadi satu

Di kehidupan yang kedua

Akan menjadi lebih indah

Siapakah yang dapat melaksanakan

Sekarang berusaha mewujudkannya

Cahaya cinta perlahan menyilaukan

Itulah mimpi kehidupan kedua

Mimpi itu dari mana datangnya

Jawabnya ada di ujung langit

Kita kesana dengan seorang anak

Anak yang tangkas dan juga pemberani

Bertarunglah Dragonball

Dengan segala kemampuan yang ada

Bila kembali dari langit

Semoga hidup kan jadi lebih baik

Tugas yang berat dilaksanakan

Berjuang agar lebih baikSiapa yang dapat melaksanakannya

Dan berusaha mewujudkan

Semua itu demi hidup yang baik

Hanya dia yang mampu melaksanakannya

Digimon

digimon-2015-1200x520

Siapa tidak kenal dengan anime satu ini? Bersama hewan peliharaan digital yang menetas dari telur yang digital juga (digi-egg) dan bisa berinteraksi baik dengan manusia, membuat kita menonton dengan seru saat pertarungan dimulai antar pemilik Digimon.

Berikut adalah soundtracknya yang terkenal.

Menjadi KUPU yang sehat

Terbawa angin berkilau

Sekarang kupergi untuk bertemu dikau

Hal yang bukan urusanmu

Lebih baik lupakan saja

Tidak ada waktu untuk bermain-main

Apa yang wow wow wow wow wow

Bisa dicapai di langit ini

Tetapi wow wow wow wow wow

Kita tidak tahu rencana esok hari

Setelah mimpi panjang tiada akhir

Di dunia sepi

Hingga pikiran bersemangat

Kelihatan akan kalah

Tapi kepak sayap tiada kabarnya

Hanya berkhayal

Pastikan bisa terbang

Oh sayangku

Nah, Minna-san itulah kilas balik ost anime yang sudah digubah dalam versi Indonesia yang membuat kita kembali ke masa kecil. 🙂 Sebenarnya masih ada banyak lagi ost-ost anime yang mengiringi kehidupan masa kecil kita, seperti Inuyasha, Sailor Moon, Ninja Hattori, Tsubasa, Ghost At School, dsb, dsb. Mungkin lain kali akan saya ulas lagi.

By the way, sekarang hal tersebut hanya tinggal kenangan ya. Anime-anime di atas sudah jarang tampil di layar kaca, ditonton oleh anak-anak masa kini. Dan mirisnya, mereka lebih menonton sinetron cinta-cintaan dengan cap RBO yang sudah jelas sangat tidak diperbolehkan untuk mereka tonton. Karena selain mengandung unsur yang tidak seusia, sinetron dengan cap tersebut dapat membuat anak-anak dapat dewasa dini. Dan itu bukanlah hal yang baik.

Semoga adik-adik kita lebih sering menonton tontonan yang pas dengan usianya ya, seperti kartun-kartun di atas atau sejenisnya.

SHARE
Previous articleColdrain: “Vans Warped Tour 2016”
Next articleComicFest ID 2016: Event Komik Paling Greget di Indonesia
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.