Tahukah Akiba-chan dan Akiba-kei? Layaknya negeri yang nggak jauh dari fondasi kepercayaan Buddha, Jepang juga punya dewa dewa yang populer lho bahkan dikalangan awam sekalipun. Coba tengok deretan dewa berikut ini. Barangkali kamu pun ada yang mengenalnya:

  1. JIZO
    jizo-rokujizo-at-hase-dera-kamakura-2-TN
    Jizo adalah penjaga dari anak-anak dan anak yang baru dilahirkan. Dikatakan bahwa anak-anak yang meninggal lebih dulu daripada orang tuanya tidak akan bisa melewati sungai Sanzu yang mistis di akhirat karena mereka belum mengumpulkan cukup amal baik. Mereka dikutuk untuk selamanya mengumpulkan batu kecil di pinggir sungai. Konsep sungai akhirat ini mirip dengan konsep sungai Styx di mitologi Eropa. Jizo adalah penolong anak-anak ini untuk menyebrangi sungai dengan menyembunyikan mereka dalam jubahnya.
    Patung Jizo biasanya kecil tapi banyak sekali. Mereka biasa berada di seluruh Jepang dan lebih dari 1 juta patung tersebar. Mereka biasanya disumbangkan oleh orang tua yang telah kehilangan anak-anak mereka. Jizo juga diberikan syal dan topi untuk membuat mereka tetap hangat. Di beberapa kuil, orang tua meninggalkan mainan atau batu kerikil di depan Jizo dengan harapan putra putri mereka selamat di akhirat.
  2.  KANNON/Kwan Im
    img_1828trima
    Kwan Im sebagai seorang Bodhisattva yang melambangkan kewelas-asihan dan penyayang. Di negara Jepang, Kwan Im Pho Sat terkenal dengan nama Dewi Kanon. Dalam perwujudannya sebagai pria, Kwan Im disebut Kwan Sie Im Pho Sat. Dalam Sutra Suddharma Pundarika Sutra (Biauw Hoat Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33 (tiga puluh) penjelmaan Kwan Im Pho Sat. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani (Tay Pi Ciu / Ta Pei Cou / Ta Pei Shen Cou) ada 84 (delapan puluh empat) perwujudan Kwan Im Pho Sat sebagai simbol dari Bodhisattva yang mempunyai kekuasaan besar.Altar utama di Kuil Pho Jee Sie (Pho To San) di persembahkan kepada Kwan Im Pho Sat dengan perwujudan sebagai “Buddha Wairocana”, dan di sisi kiri atau kanan berjajar 16 (enam belas) perwujudan lainnya. Perwujudan Kwan Im di altar utama Kim Tek Ie*), salah satu Klenteng tertua di Indonesia adalah King Cee Koan Im (Koan Im Membawa Sutra Memberi Pelajaran Buddha Dharma Kepada Umat Manusia). Disamping itu, terdapat pula wujud Kwan Im Pho Sat dalam Chien Chiu Kwan Im / Jeng Jiu Kwan Im / Qian Shou Guan Yin. (Kwan Im Seribu Lengan / Tangan) sebagai perwujudan Kwan Im yang selalu bersedia mengabulkan permohonan perlindungan yang tulus dari umatnya.
  3. AMATERASU
    amaterasu_omikami__the_goddess_of_the_sun__by_keanove-d705ifn
    Kisah mengenai Amaterasu pertama kali disebutkan dalam Kojiki (ca. 680 M) dan Nihon Shoki (ca. 720 M), catatan tertua mengenai Mitologi Jepang. Disebutkan bahwa Amaterasu adalah dewi matahari, kakak dari Tsukuyomi, dewa bulan, dan Susanoo, dewa badai dan laut. Mereka bertiga adalah tiga dewa terakhir yang lahir saat Izanagi, dewa yang menciptakan pulau Jepang, melakukan ritual pembersihan diri setelah percobaan gagal penyelamatan istrinya, Izanami dari Yomi (dunia bawah): Amaterasu lahir saat Izanagi membasuh mata kirinya, Tsukuyomi lahir saat Izanagi membasuh mata kanannya, dan Susanoo lahir saat Izanagi membasuh hidungnya. Karena Izanagi masih berduka atas nasib yang menimpa istrinya, ia selanjutnya memberikan mandat kepada Amaterasu untuk memimpin jagad raya.Menurut catatan tersebut, Amaterasu kemudian menjadi pemimpin matahari dan Takamagahara (surga) bersama adik dan suaminya, Tsukuyomi. Awalnya, mereka berdua berbagi langit, namun setelah insiden dimana Tsukuyomi yang dikirim untuk mewakili Amaterasu dalam suatu pesta membunuh Uke-Mochi, dewi makanan, karena cara Uke-Mochi dalam menciptakan makanan yang menjijikkan, Amaterasu marah dan mengecapi Tsukuyomi sebagai dewa jahat serta menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari Tsukuyomi; karena alasan inilah siang dan malam tak pernah muncul bersama-sama.
    Menurut legenda, Amaterasu kemudian memiliki seorang cucu bernama Ninigi, putra dari Ame-no-Oshihomimi-no-Mikoto. Amaterasu menugaskan Ninigi untuk turun ke Bumi dan menanam padi di sana serta memberikannya tiga benda miliknya: pedang Kusanagi, cermin Yata-no-Kagami, dan permata Yasakani no Magatama. Ninigi adalah kakek buyut dari kaisar pertama Jepang, Kaisar Jimmu, menjadikan Amaterasu sebagai leluhur kaisar-kaisar Jepang, sementara tiga benda yang ia berikan menjadi Tiga Pusaka Keramat Jepang.

    Tiga Pusaka Keramat Jepang
    Tiga Pusaka Keramat Jepang

     

  4. Sugawara no Michizane
    sugawara-no-michizane-watermarkSugawara no Michizane adalah penulis puisi dan politisi Jepang yang hebat namun dibuang oleh saingan politiknya pada tahun 901. Kemudian diapun meninggal dalam keadaan kesepian. Setelah kematiannya, Kyoto diserang petir hebat dan banjir. Putra dari kaisarpun meninggal dalam kecelakaan aneh. Wabah dan kekeringan menyebar di seluruh Jepang.Pemerintah menyebut ini disebabkan oleh roh Sugawara no Michizane yang murka. Mereka akhirnya mengembalikan posisi dan statusnya. Mereka mencoba menghancurkan semua bukti hukumannya. Ketika bencana ini berlanjut, mereka memberi rohnya gelar Dewa dari Sarjana dalam upacara khusus. Mereka membangun Kuil Kitano Tenmangu di Kyoto untuknya. Akhirnya, bencana itupun berakhir.
  5. IZANAMI dan IZANAGI
    il_fullxfull.602999820_905a
    Sebelum adanya Surga dan Bumi, dunia ini hanya berupa sebuah kegelapan. Dan di tengah-tengah kegelapan, berputarlah masa yang sangat besar berbentuk telur, yang berisi banyak benda.Setelah waktu yang sangat lama, cahaya dan materi murni terlempar keluar dari sekumpulan kabut yang tebal dan berbentuk telur tersebut.
    Materi yang murni dan berat jatuh di bumi, ia adalah Yin. Dan bagian cahaya jatuh di surga, ia adalah Yang. Yin dan Yang merupakan kedua sisi yang berlawanan, tetapi keberadaan mereka saling ketergantungan satu sama lain. Yin adalah seorang perempuan dan Yang adalah seorang Laki-laki, dan segala sesuatu di bumi merekalah yang membuatnya. Dari pemisahan ini, maka muncullah mahluk hidup untuk pertama kali, yakni Izanagi dan Izanami.Izanami dan Izanagi adalah dewa penciptaan Shinto. Mereka menciptakan bumi dengan tombak yang dihiasi permata. Menggunakan tombak itu mereka mengaduk lautan diantara surga dan bumi. Setiap tetesan air yang menetes dari tombak adalah pulau yang tercipta.