Game adalah salah satu wujud dari aplikasi, pada awalnya dirancang oleh developer untuk bersenang-senang serta menghabiskan waktu istirahat dalam pekerjaannya. Tapi itu dulu, sekarang game merupakan produk utama dari pembuatan aplikasi. Para developer game berlomba-lomba membuat game yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan target perusahaan.

Nah, Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian, walaupun di dalam sebuah permainan digital biasanya dicantumkan credits atau nama-nama orang yang ikut andil dalam pembuatannya. Ada saja developer game yang merasa kurang puas. Mereka biasanya adalah orang penting dan berpengaruh dalam perancangan aplikasi tersebut. Kerja keras yang mereka limpahkan dirasa kurang sepadan jika hanya dibayar dengan gaji dan credits. Sering kali, disadari atau tidak, para orang penting ini menaruh dirinya sendiri di game yang berhasil dirancangnya. Tidak peduli dalam wujud apa pun, ‘pokoknya masuk game’! 😀

Dikutip dari banyak sumber, Akiba Nation sajikan beberapa di antara mereka yang kepergok memasukkan penampakan dirinya sendiri di dalam game yang mereka buat. Bagaimana saja kira-kira? Yuk, dilanjut gulirnya! 🙂

1 – Hideo Kojima – Metal Gear Solid V : Ground Zeroes dan The Phantom Pain

Developer game Kojima

Om-om satu ini paling banyak kepergok dalam ‘memaksa’ penampakan dirinya masuk di dunia game-nya sendiri. Hideo Kojima, begitulah namanya, bahkan sudah tampil beberapa seri di Metal Gear. Metal Gear Solid merupakan yang pertama dirinya tampil sebagai ‘foto tertawa’ pada boss Psycho Mantis, tak terkecuali di Metal Gear Solid IV dan Peace Walker.

Namun, yang terkenal penampakan Hideo Kojima paling ‘blak-blakan’ adalah di game Ground Zerous. Dalam game yang dianggap prequel dari The Phantom Pain tersebut, ada bagian dimana kamu harus menyelamatkan om-om satu itu yang berperan sebagai pasukan intel dan sedang diculik musuh. Dia juga berperan sama dalam The Phantom Pain, yakni sebagai karakter yang diculik musuh dan mesti segera diselamatkan.

2 – David Cage – Indigo Prophecy / Fahrenheit

2-mirip-banget-ya-terutama-botaknya

Game ini adalah game paling ambisius yang pernah ditulis dan disutradarai oleh David Cage. Beberapa orang bahkan menyebut Indigo Prophecy atau Fahrenheit terlalu ‘cinematic’. Karena hal tersebut, David Cage tidak melewat kesempatan narsisnya untuk hadir dalam dunia game buatannya. Kalau Akiba-chan atau Akiba-kei sekalian main game satu ini, maka pertama yang akan kalian temui adalah David Cage.

Ya, sang sutradara sendiri menjelma sebagai pemandu awal permainan. Dia akan mengajari kalian cara bermain game-nya. Tapi bukan hanya sampai di situ saja, David Cage juga ikut menari pada salah satu scene yang dinamai ‘easter egg’. Dia berperan sebagai karakter random yang menari bersama salah tokoh utama game-nya. Penampakan developer game yang satu ini adalah yang paling narsis? Ah, tunggu dulu, masih ada yang lain. Ayo, dilanjut gulirnya. 😀

3 – Dan Forden (Mortal Kombat 2)

3-toasty-endhasmuh-_

Jika Kalian pemain Mortal Kombat 2 seperti penulis, kalian mungkin pernah melihat orang tidak jelas yang muncul begitu saja di samping layar sambil bilang “Toasty!”. Meski terang saja munculnya orang tersebut sungguh ambigu dengan teriakannya yang aneh, belakangan ini diketahui bahwa orang tersebut adalah seorang designer penting dari game tersebut.

Selain itu, Dan Forden juga ikut andil sebagai ‘orang yang muncul tidak jelas dengan teriakan aneh’ dalam franchise Mortal Kombat 3. Bahkan kali ini, teriakan Dan Forden memiliki perkembangan; yakni bukan hanya sekadar “Toasty!” saja, tetapi “Frosty!” dan juga “Crispy!”. Namun, sesudah seri terdebut, ia tidak hadir lagi. Yeah, penulis rasa, sih, ia mungkin sedang terkena sakit tenggorokan, amandel, atau boleh jadi batuk berdahak (?). Hingga akhirnya, berdasarkan informasi yang didapat, Dan Forden kembali hadir di Mortal Kombat 2011 sebagai karakter game yang menggunakan kaos bergambar roti bakar. *apa-apaan coba?!

4 – John Romero – DOOM 2

4-tembah-terus-vrooh-biar-cepat-mati-bosnya

 

Pernah dengar game yang punya nama mirip-mirip ledakan bom ini? Doom, begitulah namanya, adalah game first person shooter paling termasyhur dan menginspirasi game genre sejenis di era 90-an. Dan coba tebak, apa aksi narsis dari developer game satu ini? John Romero, yakni seorang kreator penting Doom, tampil sebagai kepala terpenggal yang bisa berbicara.

Kalau kalian di level boss terakhir (cuma bisa dijumpai dengan menggunakan cheat “noclip”; sebuah cheat yang membuat tokoh utama transparan atau tembus pandang). Cobalah arahkan karakter kalian untuk menembus dinding ruangan boss tersebut. Dan persiapkan jantung kalian, di balik dinding tersebut akan ada kepala John Romero yang terputus dari tubuhnya.

Baca Juga: 7 Game Online Ini Tidak Kalah Keren dari Overwatch

Kepala itu akan berbicara dengan bahasa latin yang terdengar menyeramkan (karena kita nggak ngerti). Tapi kalau dibalik, kepala itu berbicara dalam bahasa inggris yang kira-kira artinya, “Untuk tamatkan game ini, kamu harus mengalahkanku, John Romero!”. Tembaklah kepala tersebut, maka boss terakhir yang sedang kamu lawan akan kena damage, dan pada akhirnya mati.

Doom merupakan first person shooter paling berpengaruh di tahun 90an, maka dari itu wajar-wajar saja John Romero yang merupakan creator dari game ini mau eksis sedikit di gamenya. John Romero bisa kau temui di level boss terakhir, namun hanya bisa dijumpai dengan menggunakkan cheat “ noclip” yang bikin karaktermu bisa tembus dinding. Di balik dinding boss tersebut kamu akan menemui kepada John Romero yang terputus.

Kepala tersebut mengeluarkan suara yang terdengar mengerikan dan seperti bahasa lain. Tapi jika kamu putar audio suara tersebut secara terbalik, kamu akan mendengar, “Untuk tamatkan game ini kamu harus mengalahkanku, John Romero”. Jika kamu tembak kepala tersebut boss akan ikut terkena damage dan mati pada akhirnya.

5 – Keiji Inafune – Hyperdimension Neptunia MK2

5-ini-skill-paling-mengerikan-yg-pernah-ada

Megaman merupakan franchise yang paling membanggakan untuk seorang Inafune. Orang yang mendesain game lawas terkenal tersebut bekerja selama 23 tahun pada Capcom, hingga akhirnya memiliki studio sendiri dan telah menelurkan beberapa game hasil keringatnya. Inafune merilis sebuah game yang dinamai Hyperdimension Neptunia. Hyper Dimension Neptunia merupakan permainan yang pernah dirancang developer game paling terkenal “Jepang Banget” di masanya itu.

Penampakan Inafune dalam game satu ini sebenarnya tidak secara terang-terangan. Pada chapter 3, jika Kalian mampu menjawab seluruh pertanyaan NPC dengan benar, maka kalian akan mendapatkan skill bernama “Inafune Brand”. Inafune Brand adalah skill sihir yang mengeluarkan sinar berwujud developer game-nya sendiri yang sedang mengenakan baju kemeja.

Uniknya, ketika melakukan skill satu ini, tokoh game bahkan terlihat ketakutan. Masa ada orang pakai kemeja keluar dari senjatanya coba?

Nah, itulah para developer game ketahuan numpang narsis di game buatannya sendiri. Lucu, ya, kreatif-kreatif mereka itu. 😀 Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian tertarik jadi developer game? Yuk, share artikel ini. 🙂

SHARE
Previous articleUniknya Salon Bertema Anime di Akihabara, OFF-KAI!!
Next article3 Kolaborasi Animasi Keren Jepang dan Negara Luar Jepang
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.