Apakah kalian pernah membayangkan memiliki kemampuan bisa terbang? Kalau mimin sih pernah membayangkannya XD indah yaa melihat dunia dari atas. Namun keindahan itu terusik jika melihat sesosok yokai terbang di sekitar kita. Aneka bentuk yokai yang tidak selamanya itu pun menjadi ancaman tersendiri untuk kita. Yuk disimak jenis yokai yang bisa terbang:

1 – Furi

Furi adalah binatang buas dari pegunungan Cina. Ukurannya kira-kira seukuran tanuki atau berang-berang sungai, dan bentuknya menyerupai monyet. Mereka memiliki mata merah, ekor pendek, bulu hitam dengan pola seperti macan tutul, dan manisan biru kehijauan yang membentang dari hidung ke ekor. Furi merupakna yokai yang bisa terbang dan aktif tengah malam, ia menghabiskan siang hari untuk tidur.

Pada malam hari mereka melompat dari pohon ke pohon, atau tebing menghadap ke tebing, dengan lompatan – lompatan. Mereka bisa bergerak secepat angin, dan menyerupai burung terbang saat mereka melompat. Mereka bisa melewati jarak antara dua gunung dalam satu lompatan.

Makanan yokai yang bisa terbang ini terdiri dari laba-laba dan kayu harum dari pohon dupa, namun juga berburu. Mereka menggunakan jenis rumput khusus (spesiesnya tidak diketahui) dan naik ke puncak pohon. Mereka memegang rumput di tangan mereka untuk mencoba menarik seekor burung. Saat seekor burung datang ke rumput, si fūri bisa menangkap dan memakan burung itu.

Furi memang sangat cepat, tapi dalam catatan China mengatakan bahwa furi juga sangat mungkin untuk menangkap seseorang dengan jaring yang ditempatkan dengan baik. Seekor fūri yang ditangkap akan bertindak malu, menundukkan kepalanya dan melihat ke atas dengan mata yang besar dan ekspresi menyedihkan dalam rangka usaha untuk meyakinkan seseorang untuk melepaskannya.

Furi merupakan hewan sangat rapuh, dan segera mati jika dipukul. Namun, jika Anda mencoba mengirisnya dengan pedang atau pisau, pisau tidak akan menembus kulit mereka. Jika Anda mencoba memanggangnya dengan api, tubuh mereka tidak akan terbakar. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk bangkit dari kematian hanya jika angin bertiup ke mulut mereka. Namun, mereka tidak dapat hidup kembali jika tengkorak mereka telah rusak, atau jika hidung mereka dipenuhi daun Jepang (Acorus gramineus), sejenis semak dari tanah yang lembab.

Dalam cerita aslinya, yokai yang bisa terbang ini muncul di berbagai daerah di Cina sebagai herbologi dan obat-obatan. Ini direferensikan oleh penulis Jepang selama periode Edo, menyebabkan furi dimasukkan ke dalam cerita rakyat Jepang.

 

2 – Tennyo

Tennyo adalah makhluk yang sangat cantik yang menyerupai wanita. Selain keanggunan yang tak tertandingi, serta wajah dan figur yang sangat menarik, ada sedikit cara untuk membedakannya dari wanita biasa. Yokai yang bisa terbang ini mengenakan gaun indah yang disebut hagoromo, yang memungkinkan mereka terbang. Tennyo adalah pelayan dan pelacur untuk kaisar surga.

Mereka bernyanyi, menari, bermain musik, membaca puisi, dan melakukan banyak hal yang sama seperti rekan wanita di dunia mereka di istana kekaisaran manusia. Meskipun para tennyo melakukan semuanya dengan penuh keanggunan, kesempurnaan, dan keindahan daripada wanita biasa di bumi. Mereka membantu dan menghibur penghuni surga lainnya, dan mereka bahkan sesekali terbang ke bumi untuk berkunjung.

Dalam cerita aslinya, Tennyo adalah sekelompok tennin khusus wanita, satu dari sekian banyak dewi surga yang berasal dari Tendo. Mereka didasarkan pada apsaras India, nimfa surgawi dari mitologi Hindu dan Budha. Mereka dibawa ke China dari India bersamaan dengan Buddhisme, di mana mereka berkembang menjadi tennyo yang kita kenal sekarang.

 

3 – Nobusuma

Nobusuma pada awalnya merupakan seekor kelelawar berumur panjang yang dapat hidup sampai usia yang sangat tua yang memiliki kekuatan magis dan berubah menjadi yokai. Mereka memiliki penampilan hampir identik dengan musasabi, atau tupai raksasa Jepang, meski jauh lebih berbahaya. Nobusuma makan kacang, buah, dan buah beri, tapi juga memakan api, dan mengisap darah dari manusia dan hewan kecil (seperti kucing).

Mereka menyerang pelancong yang berjalan pada malam hari. Mereka menukik turun dari pepohonan ke wajah korban yang tidak menaruh curiga, mengunci, dan mulai mengisap darah. Ketika mereka tidak makan, mereka hanya menukik dan meniup lentera dan obor, terbang kembali ke langit malam dengan seruan menyeramkan yang berlanjut, “gaa gaa!”

Nobusuma lahir dari kelelawar berumur panjang. Transformasi tidak berhenti sampai di situ. Begitu seekor nobusuma mencapai usia yang sangat tua, itu berubah lagi, entah menjadi yamachichi atau momonjii. Yokai yang bisa terbang ini berbeda dengan nobusuma (野襖) dari prefektur Kochi, yang namanya diucapkan sama tapi sebenarnya berbeda dengan yokai yang berbeda yang disebut nurikabe.

 

4 – Nodeppo

Nodeppo adalah binatang yokai yang tinggal di utara Jepang. Jauh di lembah gunung berhutan. Nodeppo menyerupai tupai terbang, tapi sebenarnya terlahir dari hewan yang disebut mami, yang menyerupai badger. Ketika mami mencapai usia yang sangat tua, itu berubah menjadi yokai ini. Nodeppo sangat mirip dengan nobusuma dalam penampilan dan tingkah lakunya. Mereka menukik turun dari pohon di malam hari, memadamkan api. Mereka menempel pada wajah manusia, membekapnya dan menghisap darah mereka, dan di banyak tempat, mereka dianggap makhluk yang sama.

Sementara kedua nodeppo dan nobusuma ingin mencekik wajah orang-orang dan membutakan mereka dengan lengan dan kaki berselaput mereka, hal yang paling membedakan nodeppō dari nobusuma yaitu kemampuan untuk menembak kelelawar keluar dari mulutnya, seperti peluru dari pistol. Nodeppo itu mampu meludahkan banyak kelelawar keluar dari mulutnya ke wajah korbannya, membutakannya seperti kelelawar yang marah.

Nah bagaimana menurut akiba-chan dan akiba-kei? Apakah masih ingin memiliki kemampuan special untuk terbang? Mimin cuma bisa bilang : hati – hati diatasmu tidaklah selamanya aman XD