Jepang juga terkenal dengan jenis yokainya yang sangat banyak. Mulai dari legenda penunggu tempat keramat, benda, bahkan binatang. Cerita rakyat tentang yokai juga berkembang dikalangan atau daerah – daerah tertentu dari yang baik dan menguntungkan hingga jahat membawa bencana. Seperti 4 jenis yokai kucing yang bakal mimin bahas dalam artikel ini. Penasaran kan apa aja jenisnya? Yuk disimak!

Bakeneko

Bakeneko berbentuk kucing liar dan mudah ditemukan di seluruh Jepang seperti di rumah sebagai hewan peliharaan, di peternakan sebagai pembasmi hama, dan di kota-kota. Ketika kucing hidup sampai usia tua, mereka mulai mengembangkan kekuatan supranatural dan berubah menjadi yokai. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan mereka, mereka bisa tumbuh menjadi sangat besar, kadang-kadang sebesar manusia dewasa.

Bakeneko memiliki kemampuan mengubah bentuk yang besar dan sering menyamarkan diri mereka sebagai kucing atau anak-anak atau bahkan kadang tuan mereka sendiri. Sambil menyamar, mereka suka berpakaian seperti manusia dengan handuk melilit kepala mereka dan menari-nari dengan riang.

Banyak yang belajar bahasa manusia. Mereka bisa makan hal-hal yang jauh lebih besar dari mereka, hal beracun, bahkan mungkin ada yang memakan tuannya sendiri. Jika mereka tidak membunuh pemiliknya, mereka sering menjatuhkan kutukan dan kemalangan besar atas tuannya. Mereka bisa memanggil bola api hantu dan memiliki kemampuan menghidupkan kembali mayat. Bakeneko termasuk yokai yang berbahaya bagi manusia karena sering khilaf dan berbuat jahat.

Baca Juga: Hantu Wanita Jepang Yang Brutal dan Menyeramkan (Part 1)

Bakeneko bisa berubah wujud menjadi banyak bentuk dengan berbagai alas an dan tujuan. Namun alasan yang paling umum adalah agar bisa hidup immortal. Tanda jika kucing yang dekat akiba-chan dan akiba-kei adalah bakeneko yaitu kucing itu diyakini memiliki ekor yang sangat panjang. Wih… hati-hati loh ya 😀

 

Nekomata

Nekomata merupakan yokai kucing berekor dua sejenis bakeneko namun lebih ganas. Nekomata terlahir sama seperti bakeneko namun hanya yang tertua, terbesar, dan terpanjang ekornya (dan dengan kelebihan kekuatan dan kepintaran lain) yang akan menjadi populer. Yokai kucing ini akan terlihat berjalan dan berbicara seperti manusia.

Walaupun tidak semua jenis bakeneko adalah kucing nakal dan melakukan kekerasan terhadap tuan mereka, semua Nekomata akan melakukan hal yang demikian. Mereka memandang manusia dengan penuh hina dan akan memanggil bola api dengan nyala yang besar dan membunuh orang – orang. Terkadang mereka memanfaatkan mayat dengan menggunakannya untuk memeras atau memperbudak manusia untuk melakukan apa yang mereka mau.

Nekomata yang paling kuat hidup di dasar gunung, dalam bentuk kucing liar menyerupai macan tutul dan singa. Monster kucing liar ini tumbuh menjadi kucing yang sangat besar dengan panjang beberapa meter dan akan memangsa hewan besar lainnya seperti beruang hutan, anjing, dan manusia.

 

Sunekosuri

Sunekosuri adalah yokai kucing kecil dan berjiwa nakal dari Perfektur Okayama. Dia biasa muncul saat malam hujan dijalanan dan lembah yang banyak dilewati orang. Dia juga terkadang dideskripsikan berpenampilan seperti anjing, terkadang mereka juga tampak seperti mirip kucing.

yokai kucing
art by otakuartist247 – DeviantArt

Dalam aksinya, Sunekosuri bersembunyi dibelakang orang yang sedang berjalan kaki dimalam yang gelap dan hujan. Kemudian menggosokan badan mereka dipakaian manusia. Sejatinya yokai ini tidak berbahaya untuk manusia namun terkadang aktifitasnya menggosokan badannya terlalu kuat yang membuat orang – orang tersandung atau bahkan terjatuh. Beberapa versi mengatakan bahwa ada Sunekosuri yang lebih agresif disebut Sunekkorogashi dan Sunekkorobashi.

Baca Juga: Ushi – Oni : Sosok Teror dari Barat Jepang

 

Maneki Neko

Yokai kucing yang terakhir adalah Maneki neko. Merupakan versi popular dari yokai Bakeneko yang dikisahkan akan membawa keberuntungan.

Ia mudah ditemui dalam wujud patung yang banyak dipajang dirumah – rumah maupun toko. Maneki neko berwujud seekor kucing yang sedang duduk dengan kaki kanannya menghadap keatas. Biasanya kakinya itu bisa digerakkan ke atas dan kebawah yang melambangkan keberuntungan dalam hal ekonomi dan bila kaki kiri melambangkan “menarik konsumen untuk datang membeli” pada toko.

Warnanya pun beragam, melambangkan makna yang berbeda-beda. Jaman dulu, kucing hitam dilambangkan sebagai kucing keberuntungan dengan menunjukan kegelapan mereka sehingga maneki neko yang berwarna hitam ditujukan untuk mengusir roh jahat. Warna merah dipercaya bisa mengusir cacar dan campak, sehingga maneki neko berwarna merah digunakan sebagai jimat untuk melawan penyakit.

Yokai kucing ini mulai populer sebagai cerita rakyat yang berkembang pada akhir masa jaman Edo. Asal – usul patung ini menceritakan tentang kucing aneh yang memberi kekayaan untuk tuannya yang telah menyelamatkannya dari bencana. Ada beberapa cerita rakyat dalam versi lain tentang Maneki neko.

Saat itu, didaerah Yoshiwara jaman Edo, hidup seorang pelacur terkenal bernama Usugumo. Usugumo merupakan seorang tayuu (jabatan tertinggi dari oiran) di dirumah bordil milik Miura Yashirozaemon. Usugumo seorang pecinta kucing dan membawa kucing peliharaannya kemana pun dia pergi. Karena rasa sayangnya itu mulai bermunculan rumor bahwa Usugumo sangat posesif terhadap kucing.

Suatu hari Usugumo akan berniat mandi namun kucing peliharaannya itu bertingkah sangat lengket padanya dan tidak membiarkannya pergi, mencakar gaunnya, mengeong sangat keras. Mendengar hal ini, pemilik rumah bordil berpikiran jika kucing itu telah menyerang Usugumo. Dengan cepat dia mengayunkan pedangnya dan mengenai kucing tersebut. Kepala kucing itu pun melayang diudara dan jatuh ke kamar mandi dan giginya menancap di ular beracun yang sejak tadi bersembunyi dipojok dekat toilet.

Usugumo sedih melihat kucingnya mati karena menyelamatkan nyawanya. Untuk menghormati kematian kucing milik Usugumo, pemilik rumah bordil membuatkan patung yang dibuat oleh pemahat kayu terbaik menggunakan kayu terbaik. Melihat hasil patungnya terlihat begitu mirip, Usugumo terlihat sangat senang dan menemukan kembali kebahagiaannya.