Mina-san ada yang berminat bekerja di Jepang atau di perusahaan Jepang? Mungkin itu sudah jadi salah satu impian bagi fans Jejepangan, apalagi masuk dan kerja di Jepang bagi orang asing mulai dipermudah. Tapi tak ada yang sempurna, kita juga perlu waspada dan bersiap akan sisi buruk juga. Kita sudah lihat sisi buruk industri Seiyuu modern, sekarang kita lihat yang di lingkungan kantor, dengan 4 Aturan “Ossan Rule” Kantor Jepang yang Bikin Frustasi generasi muda.

Ossan dari sebutan itu berarti Om, atau sebutan informal untuk pria tua. Walau disebut aturan, ini lebih kepada kepercayaan tradisi para pekerja senior dalam kantor perusahaan Jepang. Sebutan Ossan Rule itu sendiri dikatakan oleh profesor Universitas Taisho, Tanaka Toshiyuki, yang juga seorang sosiologis.

Aturan ini sebenarnya ada banyak lagi, tapi dalam artikel website Nikkan Spa, Tanaka mendiskusikan empat dari beberapa aturan tersebut, yang terasa sebagai yang paling bikin kesal/frustasi bagi para pekerja muda atau junior di kantor jepang. Menjelaskan kenapa para pekeja tua/senior bisa memiliki kepercayaan tersebut. Mari kita lihat apa saja itu;

 

Lebih Lama Bekerja berarti Lebih Bagus Performance Kerjanya dan Perusahaannya

Yang pertama adalah pandangan old school yang umum sering didengar. Tanaka mengatakan mereka yang menegakkan pendapat ini adalah yang berpikir kalau semakin lama bekerja berarti semakin banyak usaha dan energi yang dituangkan, sehingga memberikan hasil yang bagus pula.

Inilah yang menjadikan lembur sebagai bagian hidup yang sangat sangat banyak dilakukan saat bekerja di perusahaan Jepang. Padahal di jaman sekarang ini, pandangan seperti itu tak selalu benar. Bisa saja kerja lama tapi dipakai untuk melakukan hal sampingan dan bukan melakukan pekerjaan utama.

 

Kerja di Posisi yang sama selama 3 Tahun baru Bisa Dipercaya dan Dianggap

Cara pikir ini bisa muncul karena sistem cari kerja di kantor Jepang. Saat melamar kerja, yang lebih diperhatikan adalah orang itu lulusan dari mana, bukan dari apa yang mereka pelajari di sekolah. Jadi seringnya latar belakang edukasi pekerja baru tak sekuat yang dibutuhkan pada pekerjaan mereka.

Jadi mereka yang senior jadi berpikir wajar butuh waktu lama bagi pekerja baru untuk belajar. Dan kadang ketidak puasan mereka bisa tak begitu dipedulikan oleh manager jika pekerja baru itu belum bekerja sampai tiga tahunan.

 

Pergi Minum Setelah Bekerja Meningkatkan Kerjasama Tim Sesama Pekerja
kantor jepang
via koureisyussan

Berikutnya juga pandangan yang sangat umum dilakukan. Ada yang percaya kalau minum-minum diluar lingkungan kantor bisa membuat sesama staff jadi lebih terbuka, jujur, dan memberikan konversasi yang lebih natural, daripada dalam kantor yang lebih memiliki aturan yang ketat.

Tapi jujur, ini bisa membawa masalah juga. Apalagi kalau yang melakukannya adalah atasan dan bawahan, dan yang bawahan bukan peminum. Yang ada ia jadi terpaksa minum dan jadi tambah stress. Belum lagi kalau jadinya terlalu mabuk bisa tak aman juga pagi pekerja wanita. Lebih baik dibiarkan pulang untuk beristirahat.

 

Memakai Tehnik atau Teknologi Modern supaya Efisien sama saja dengan Malas

Terakhir ini pandangan yang terlihat lumayan terhubung dengan yang pertama. Dan mungkin yang paling bikin kesal. Mereka yang senior biasanya menganggap kalau memakai alat/tehnik modern untuk lebih efisien itu seperti tidak serius dalam bekerja. Berhubungan dengan bagian pertama tadi, terasa seperti tak banyak usaha yang dituangkan, jadi performance kerjanya dangkal.

Padahal seperti yang dibilang diawal tadi, kerja lama belum tentu juga pekerjaannya diisi full. Bisa saja kerja cepat tapi memberikan hasil yang bagus dan memang diisi dengan hal-hal yang penting. Dan lagipula, lebih cepat selesai kerja bisa dipakai untuk mengistirahatkan energi, atau bisa membantu kerja staff lain.