Sakura bersama dengan bunga seruni, merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April.Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.
Apa kah Akiba-kei dan Akiba-chan tau? di Jepang terdapat pohon sakura terbesar? wahhh mari langsung kira simak di bawah nih!.

1. Mihari Takizakura
Miharu-Takizakura

Miharu Takizakura adalah nama untuk pohon sakura yang berumur sangat tua di Miharu, Prefektur Fukushima, Jepang. Pohon ini dari jenis sakura merah dahan bergantung (Prunus pendula “Pendula Rosea”, nama Jepang: benishidarezakura). Usianya diperkirakan sudah lebih dari 1000 tahun.
Pohon ini berbunga sekitar pertengahan hingga akhir April. Bunganya berwarna merah jambu muda, dan menyebar ke seluruh penjuru dari dahan-dahannya seperti air terjun.
Pada tahun 2012, tinggi pohon sekitar 12 meter, lingkar batang 9,5 meter, lingkar akar 11 m, dan dahan-dahannya tumbuh melebar dari timur ke barat selebar 22 meter, dan dari utara ke selatan sepanjang 18 meter.
Pohon-Sakura-Raksasa-Yang-Paling-Dihormati-di-Jepang-2
Pohon ini termasuk salah satu dari lima pohon sakura terkenal di Jepang, dan termasuk salah satu dari tiga pohon sakura raksasa di Jepang. Pada 12 Oktober 1922, Pemerintah Jepang menetapkan pohon Miharu Takizakura sebagai Harta Nasional Jepang. Pada tahun 1990, pohon ini berada di peringkat 10 teratas dalam “Daftar 100 Pohon Sakura Terpilih”.

Semasa bunga di pohon ini mekar, kira-kira 16.000 orang wisatawan datang setiap harinya untuk melihat pohon ini. Pohon ini merupakan salah satu sumber pendapatan penting untuk kota Miharu yang sebagian besar dari 17.000 orang penduduknya berpencarian sebagai petani.
Salju lebat pada bulan Januari 2005 menyebabkan beberapa cabang pohon ini patah. Sebelum pohon ini menjadi rusak berat, penduduk setempat menyingkirkan salju dan membangun kerangka kayu untuk mengurangi kerusakan.

Meskipun beberapa ranting ada yang patah, pohon ini selamat dari gempa bumi dan tsunami Sendai 2011. Namun jumlah wisatawan pada tahun 2011 hanya sepersepuluh dari jumlah wisatawan pada tahun-tahun biasanya. Miharu Takizakura terletak di daerah pedesaan dan terpencil sulit diakses oleh transportasi umum untuk sebagian besar tahun. Bus jarang menghubungkan ke JR Miharu Station, sekita 20-40 menit, dengan biaya ¥ 200. Tambahan layanan bus sementara  dari Miharu Station selama puncak musim bunga sakura sekitar 25 menit, dengan biaya 1000 yen untuk perjalanan pulang pergi ditambah masuk ke kawasan pohon
Nahh gimana? Akiba-kei dan Akiba-chan? sangat indah dan besar kan?

2.Usuzumi Zakura
cherry-tree
Usuzumi
Sakura adalah salah satu dari pohon sakura tertua di Jepang dan pohon ini  sudah ditanam sejak 487SM , pohon ini bisa Akiba-kei/chan  temui di desa Neo, yang terletak di sekitar gunung di Prefektur Gifu, pohon ini juga adalaha salah satu dari tiga pohon sakura terbesar di Jepang dan  dilaporkan kalau pohon sakura ini adalah yang paling tua, Pohon Sakura unik ini pada awalnya mengeluarkan bunga berwarna merah muda pucat kemudian akan menjadi putih ketika sudah dalam masa penuhnya, Pohon ini telah ditunjuk sebagai Monumen Alam Nasional Jepang dan merupakan salah satu tempat yang bagus untuk dikunjungi di Prefektur Gifu.
usuzumi_zakura_iii_by_chinotenshi
Pohon sakura jenis Edohigan ini dipercaya ditanam oleh Kaisar Keitai  Usianya diperkirakan lebih dari seribu tahun, membuatnya menjadi pohon sakura kuno yang dijaga dan dicintai. Pohon yang dinamai dengan Usuzumizakura inipun mendapatkan perawatan rutin tiap tahunnya.
Anda dapat mencapai daerah Usuzumi  dengan mengambil JR Tokaido Jalur dari Nagoya ke Ogaki. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Dari Ogaki menggunakan kereta lokal di Tarumi Railway ke Tarumi Station (sekitar 1 jam). Perjalanan menuju taman  sekitar 20 menit berjalan kaki dari Tarumi Station.
Usuzumi Zakura atau Gold Lady  seperti yang orang jepang suka menyebutnya penampilannya sangat baik untuk usianya. Dia disangga beberapa tiang kayu, tapi masih terlihat baik pada umurnya yang ribuan tahun. Pohon itu memiliki aura khusus yang dapat memukau ketika kamu melewati tikungan terakhir dari toko-toko suvenir.

3.Yamataka Jindai Zakura
Cherry-blossoms-Yamataka-Jindaizakura

Pohon sakura Yamataka Jindai adalah salah satu dari tiga pohon sakura terbesar di Jepang. Terletak di Kuil Shinto Jissoji yang berada di Mukawacho Yamataka, pohon  ini, diperkirakan berumur 1800-2000 tahun. Kamu akan terkejut saat pertama melihatnya. Tinggi pohon ini mencapai 10,3m, dan ujung batang dari satu hingga yang lain mencapai 10meter. Sebagai salah satu pohon tertua dan terbesar di Jepang, pohon ini menjadi salah satu monumen alam nasional pertama yang ditetapkan pada era Taisho. Menurut legenda, Dewa Takeru  disebut-sebut yang menanamkan bibit Tadashi Azuma, yang menjadi asal mula pemberian nama pohon ini. Sekitar abad 13, penganut aliran kepercayaan Nichiren melihat pohon yang beranjak layu, dan akhirnya mendoakan kesuburan pohon ini. Keberhasilan doa tersebut menjadikannya disebut sebagai “Myoho Sakura” (Sakura Mistis). Apakah Akiba-kei/chan tau? pohon ini terpilih menjadi salah satu ‘100 pohon utama di Jepang’. Ketika waktunya mekar sempurna, Akiba-kei/chan dapat menikmati suasana dan pemandangan yang menyegarkan. Waktu terbaik untuk melihat adalah pada awal April.
Akiba-kei/chan
dapat mengunjungi pohon sakura ini melalui:
Dengan kereta api: 15 menit dilanjutkan dengan taksi dari Stasiun Hinoharu, JR Chuo Main Line.
Dengan kereta api: Ambil bus dari Stasiun Nirasaki, JR Chuo Main Line. Turun di halte Makinohara. 30 menit berjalan kaki dari Makinohara
Dengan mobil: 15 menit dari Sutama IC, Chuo Expressway.